Pentingnya Instalasi Butterfly Valve untuk Fire Hydrant

Kota besar dengan pemukiman yang rapat antar bangunan dapat memicu berbagai permasalahan, salah satunya adalah kebakaran. Kebakaran di kota-kota besar bisa terjadi karena berbagai faktor. Beberapa faktor di antaranya adalah tempat umum yang terbakar, api dari kompor, cairan yang mudah terbakar, dan benda-benda kecil yang rentan oleh api. Oleh karena itu, kehadiran fire hydrant di titik-titik strategis sangat diperlukan.

 Instalasi fire hydrant dalam suatu gedung diperlukan untuk menangani kebakaran dengan cepat dan meminimalkan risiko kerusakan karena api yang menyebar. Ada berbagai komponen yang diperlukan dalam instalasi fire hydrant dalam suatu gedung. Komponen-komponen tersebut adalah tandon air (reservoir), hydrant pump, hydrant pillar, hydrant box dan control panel. Selain itu, diperlukan juga valve untuk mengatur laju air dalam pipa.

 Valve adalah alat yang digunakan untuk mengatur, mengarahkan, dan mengontrol aliran cairan. Cara kerja valve adalah dengan membuka dan menutup katup dalam pipa yang berfungsi sebagai pengatur jumlah cairan maupun fluida yang mengalir. Dalam fire hydrant, valve yang umum digunakan adalah butterfly valve.

Pada awalnya, butterfly valve hanya dipasang pada pipa bertekanan rendah. Dengan semakin berkembangnya teknologi terutama di bidang ilmu elastomer (elastic polymer), valve jenis ini dapat diaplikasikan pada pipa bertekanan tinggi.  Butterfly valve sangat fleksibel untuk digunakan karena selain dapat dialiri air untuk fire hydrant, namun juga dapat dialiri berbagai jenis benda lainnya seperi cairan, gas, bahkan lumpur dengan berbagai tingkat tekanan dan suhu.

Setiap valve memiliki sistem pembukaan tersendiri. Umumnya untuk valve berukuran 14 inci menggunakan dua jenis sistem pengoperasian manual, yaitu gear dan lever. Valve dengan pengoperasian gear memiliki sistem yang lebih kompleks. Pada pengoperasian gear, umumnya dilakukan penginstalasian worm gear untuk memudahkan pembukaan dan penutupan valve. Hal ini memungkinkan valve terbuka dan tertutup sempurna hanya dalam beberapa putaran. Valve dengan pengoperasian gear sangat cocok digunakan untuk pipa bertekanan tinggi.

Pada pengoperasian lever, pembukaan dan penutupan valve menggunakan sistem quarter-turn. Artinya, dalam sekali putaran 90o, valve akan tertutup sepenuhnya.  Salah satu kelebihan valve dengan pengoperasian lever adalah memungkinkannya untuk pembukaan dan penutupan sebagian. Fitur ini sangat berguna untuk proyek yang membutuhkan pengukuran akurat. Meski begitu, pengoperasin lever membutuhkan ruang yang lebih besar dan cenderung rentan rusak sehingga tidak cocok untuk pengaplikasian pada tekanan aliran tinggi. YUTA juga memiliki berbagai valve dengan pengoperasian lever di antaranya adalah seri PN16DJL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *