Jangan Panik Jika Ada Kebakaran! Segera Lakukan Langkah Awal Berikut Ini

Kebakaran pemukiman maupun ruang usaha di tengah-tengah permukiman belakangan ini kerap dijumpai di Sleman. Sampai dengan 19 Agustus saja, setidaknya ada 68 kasus kebakaran yang terjadi. Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran bisa terjadi kapan, di mana, dan kepada siapa saja. Walaupun demikian, jangan terlalu panik jika ada kebakaran disekitar rumah Kamu. Lakukan beberapa tips berikut sebagai langkah yang tepat dalam menghadapi kebakaran!

  • Bergerak dengan posisi badan tetap rendah

Untuk meminimalisir kemungkinan dampak buruk yang bisa Kamu terima akibat kebakaran rumah yang terjadi, maka tetaplah bergerak dengan posisi badan rendah (merebahkan badan ke lantai). Misalnya jika kobaran api semakin besar dan membuat asap semakin pekat menjulang ke atas, bergerak dengan posisi badan tetap rendah berarti Kamu merangkak dibawah sebagian besar asap itu berada. Lapisan bawah asap adalah lokasi dimana Kamu bisa mendapatkan oksigen yang penting untuk bertahan hidup.

Dalam banyak kasus kebakaran, asap dan udara beracun yang disebabkan oleh api lebih banyak menyakiti korban kebakaran dibandingkan dengan api kebakaran itu sendiri. Bergerak dengan posisi badan tetap rendah bisa mengurangi potensi Kamu menghirup asap dan udara beracun tersebut.

Jika Kamu kebetulan membawa sapu tangan, basahi sapu tangan tersebut dengan air lalu tutupi hidung Kamu dengan sapu tangan tersebut. Jika tidak memiliki sapu tangan, segera lepas baju Kamu dan lindungi wajah Kamu (tepat di bawah mata). Setelah itu, bergerak dengan posisi badan rendah sampai ke pintu keluar.

  • Lakukan evakuasi secepat mungkin

Segera setelah Kamu menyadari bahwa ada api yang menyebar di rumah atau gedung tempat Kamu berada, bergeraklah dengan cepat menuju pintu keluar. Prioritaskan terlebih dahulu keselamatan nyawa Kamu, bukan benda dan barang berharga yang Kamu miliki. Menunda untuk meninggalkan ruangan tempat kejadian hanya akan menurunkan peluang hidup Kamu.

Jika Kamu berada di lantai atas pada bangunan gedung saat kebakaran terjadi, jangan gunakan lift saat menyelamatkan diri. Cari petunjuk emergency exit, ikuti arahnya, dan gunakan tangga hingga ke bawah.

  • Jangan kembali ke dalam

Banyak hal yang mungkin terjadi saat kebakaran, salah satunya adalah anggota keluarga atau teman yang terjebak di dalam rumah atau gedung tempat kejadian. Hal ini akan sangat membuat Kamu panik dan khawatir, namun sangat disarankan agar Kamu tetap berada jauh dari lokasi kebakaran setelah berhasil menyelamatkan diri.

Jika Kamu terlalu memaksakan diri dan bertindak secara gegabah, keselamatan nyawa Kamu yang akan menjadi taruhannya. Ketimbang mengambil risiko, akan jauh lebih baik jika Kamu menunggu hingga petugas pemadam kebakaran tiba. Berikan detail informasi mengenai lokasi dimana Kamu terakhir melihat anggota keluarga atau teman Kamu segera setelah petugas pemadam kebakaran tiba.

  • Segera panggil pemadam kebakaran

Setelah Kamu berhasil menyelamatkan diri, segera hubungi 113. Tidak usah khawatir harus membayar mahal, panggilan ke pemadam kebakaran sama sekali tidak dipungut biaya. Semakin cepat petugas pemadam kebakaran sampai di lokasi kebakaran, maka semakin besar peluang api cepat dipadamkan dan meminimalisir jumlah korban yang mungkin ada.

CARA MENGHADAPI KEBAKARAN DI RUMAH

Musibah kebakaran bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa bisa kita prediksi. Selain dengan cara mencegah terjadinya kebakaran, apa yang bisa dilakukan jika terjadi kebakaran di rumah? Berikut adalah tips menghadapi kebakaran yang terjadi di rumah:

  • Tetap tenang saat menghadapi kebakaran, sikap panik akan memperburuk keadaan karena kita akan cenderung bertindak gegabah.
  • Segera beritahukan orang lain yang berada di dekat dengan api, bunyikan tanda alarm atau berteriak. Pastikan semua orang yang berada di dalam rumah mendengar.
  • Segera bawa semua orang dengan cara dievakuasi, jangan mendahulukan atau menyelamatkan barang, nyawa adalah prioritas utama.
  • Jika kebakaran kecil dan masih bisa diatasi sendiri, segera padamkan dengan alat pemadam kebakaran yang ada seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), jika tidak ada, bisa digantikan oleh air, pasir atau tanah, atau karung goni yang telah dibasahi.
  • Jika kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, segera matikan listrik di rumah.
  • Tutup ruangan lokasi kebakaran agar tidak menjalar ke ruang lain tetapi jangan dikunci, untuk memudahkan anggota pemadam kebakaran jika akan memadamkan api.
  • Hindari menghirup asap yang tebal, misalnya dengan cara merangkak dan bernafas dengan mendekatkan muka ke lantai, gunakan kain basah sebagai penutup hidung, hal ini akan membantu Anda untuk bernafas.
  • Jika Anda melalui pintu yang tertutup, periksalah suhu daun pintu dengan menempelkan belakang telapak tangan Anda. Kemudian periksa gagang pintu. Jika terasa panas pindah melalui jalur lain.
  • Jangan kembali ke rumah sebelum ada tanda aman dari pihak pemadam kebakaran.

Waspada, Ini 7 Cara Mencegah Kebakaran di Rumah

Bahaya kebakaran mengintai di mana saja, termasuk di rumah. Kelalaian penghuni menjadi salah satu penyebab umumnya. Entah lupa mematikan lampu yang berujung konslet atau meninggalkan rumah dalam keadaan kompor masih menyala.
Sebenarnya, kamu bisa mencegah kebakaran rumah dengan melakukan beberapa langkah sederhana.

Berikut ini beberapa langkah mencegah kebakaran di rumah:
1. Mematikan alat elektronik 

Tips mencegah kebakaran yang pertama adalah mematikan alat elektronik saat bepergian. Penggunaan listrik berlebihan yang menyebabkan arus pendek listrik dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, jangan lupa mencabut semua peralatan elektronik yang tidak digunakan.


2. Jangan tinggalkan kompor dalam keadaan menyala

Tips mencegah kebakaran selanjutnya adalah tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Jadi, pastikan tetap berada di dapur selama proses memasak berlangsung. Tujuannya untuk mengetahui potensi kebocoran tabung gas yang menjadi pemicu kebakaran.


3. Awasi penggunaan lilin

Lilin menjadi salah satu alat penerang saat mati lampu. Penempatannya harus kamu perhatikan, jangan sampai letakkan di dekat sofa atau barang-barang yang mudah terbakar. Agar lebih aman dalam menggunakan lilin, tempatkan dalam gelas dan awasi penggunaannya.

4. Jauhkan benda yang mudah terbakar

Tips mencegah kebakaran selanjutnya adalah menjauhkan benda-benda yang mudah terbakar, seperti plastik, kertas, dan kain. Jangan menyimpan benda-benda tersebut di dekat kompor atau lilin karena api dengan cepat menyambar dan menyebabkan kebakaran di dalam rumah.

Selain pencegahan terjadinya kebakaran di rumah, kamu dan keluarga harus memahami “4 Langkah Pertolongan Pertama saat Terjadi Kebakaran“. Sebab, bencana bisa terjadi kapan saja, sehingga lebih baik pahami langkah-langkah yang tepat untuk menghadapinya.


5. Jangan merokok di dalam rumah

Selain menyebabkan masalah paru-paru, merokok bisa menjadi pemicu kebakaran. Jika puntung dibuang dalam keadaan masih menyala dan tertiup angin, hal tersebut dapat memicu kobaran api. Apalagi jika puntung yang masih menyala menempel pada sofa dan benda lain yang mudah terbakar.

6. Memeriksa kabel listrik rumah

Memeriksa kabel listrik secara berkala jadi tips mencegah kebakaran lainnya. Meski terlihat baik-baik saja, kamu tetap melakukan proses pengecekan.

Pasalnya, bisa saja kabel yang tersembunyi rusak akibat gigitan tikus. Jika tak segera melakukan penanganan, kabel tersebut akan menjadi penyebab listrik konslet, yang dapat berujung pada kebakaran.


7. Jangan membakar sampah di sekitar rumah

Terakhir, kamu sebaiknya tidak membakar sampah di sekitar rumah. Sama halnya dengan puntung rokok yang masih menyala, terbangnya sampah yang terbakar bisa menjadi salah satu pemicu kebakaran. Alih-alih dibakar, dedaunan kering yang berjatuhan dari pohon bisa kamu jadikan sebagai pupuk kompos.

Itulah tips mencegah kebakaran di rumah. Satu hal lagi yang perlu kamu ketahui adalah sebaiknya hindari menggulung kabel. Hal tersebut untuk menjaga kualitas kabel tetap terjaga dengan baik dan menghindari korsleting. Ingat, kelalaian adalah penyebab utama kasus kebakaran yang terjadi. 

Prosedur Pencegahan Dan Penanggulangan Saat Terjadinya Kebakaran

Berikut ini beberapa langkah yang dapat kita lakukan di rumah atau tempat usaha untuk mencegah terjadinya kebakaran:
• Tidak menyalakan lilin tanpa pengawasan atau meletakkan lilin di dekat bahan yang mudah terbakar seperti buku, tirai, selimut, dsb
• Selalu mengecek apakah kompor gas telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah
• Mengecek kondisi kabel listrik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan karena kulit kabel terkelupas. Pasang pelindung kabel jika di rumah ada hewan peliharaan agar tidak digigit
• Jangan meletakkan kabel di bawah karpet karena materialnya mudah terbakar
• Hindari memasang terlalu banyak perangkat elektronik di dalam satu kabel extension

Berikut ini akan dijelaskan cara menanggulangi kebakaran secara tepat yang perlu Anda ketahui.
1. Berusahalah untuk tetap tenang (jangan panik) ketika tiba-tiba terjadi kebakaran di sekitar Anda.
2. Apabila kebakaran tersebut masih bisa diatasi dengan menggunakan APAR sebaiknya segera gunakan alat tersebut atau bisa juga dengan menggunakan karung goni yang telah dibasahi menggunakan air. Kebakaran skala kecil biasanya bisa diatas dengan menggunakan alat tersebut tetapi pastikan Anda melakukannya dengan segera agar kebakaran tidak semakin menjalar.
3. Apabila ternyata kebakaran tersebut disebabkan oleh adanya konsleting listrik sebaiknya segara matikan saklar utama listrik di rumah Anda.
4. Segera tutup ruangan yang sedang mengalami kebakaran agar tidak menjalar ke ruangan lainnya. Sebaiknya jangan kunci ruangan yang terbakar tersebut agar petugas lebih mudah dalam memadamkan api.
5. Jika kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran berskala besar sebaiknya segera selamatkan diri Anda dan keluarga dan langsung berusaha keluar rumah. Hindari kesibukan menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah karena hal tersebut justru sangat membahayakan nyawa Anda.
6. Pada saat terjadi kebakaran upayakan agar Anda tidak menghirup asap tebal yang muncul dari kebakaran tersebut. Anda bisa berjalan merangkak serta bernafas dengan menundukkan kepala ke lantai. Selaun itu gunakan kain yang basah untuk menutupi hidung Anda sehingga Anda akan lebih mudah ketika bernafas.
7. Menanggulangi kebakaran berikutnya yaitu dengan mencari jalan melalui pintu tetapi dengan menempelkan belakang telapak tangan pada pintu untuk mngetahui suhunya. Selain itu peganglah handle pintu jika sudah terasa panas sebaiknya Anda cari jalur keluar lainnya yang aman dari kobaran api.
8. Lakukan latihan evakuasi kebakaran sebagai bentuk cara menaggulangi kebakaran serta upaya untuk menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
9. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran dengan menelepon pada nomor 112 apabila api memang sudah mulai sulit untuk dikendalikan.

Cara (Metode) Memadamkan Api / Kebakaran

Untuk dapat memadamkan api (kebakaran) terdapat beberapa metode/cara berdasarkan teori terbentuknya api (segitiga api) yaitu diantaranya ialah dengan metode pendinginan, isolasi, dilusi, pemisahan bahan mudah terbakar dan pemutusan rantai reaksi api

  • Pendinginan

Menghilangkan unsur panas.

Menggunakan media bahan dasar air.

  • Isolasi

Menutup permukaan benda yang terbakar untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api.

Menggunakan media serbuk ataupun busa.

  • Dilusi

Meniupkan gas inert untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api.

Menggunakan media gas CO2.

  • Pemisahan Bahan Mudah Terbakar

Memisahkan bahan mudah terbakar dari unsur api.

Memindahkan bahan-bahan mudah terbakar jauh dari jangkauan api.

  • Pemutusan Rantai Reaksi

Memutus rantai reaksi api dengan menggunakan bahan tertentu untuk mengikat radikal bebas pemicu rantai reaksi api.

Menggunakan bahan dasar Halon (Penggunaan Halon sekarang dilarang karena menimbulkan efek rumah kaca).

Komponen APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

APAR adalah alat pemadam kebakaran yang terdiri dari beberapa komponen utama. Setiap bagian memiliki fungsinya masing-masing dalam proses pemadaman api. Berikut adalah komponen-komponen APAR dan fungsinya:

Tabung: Wadah utama yang menampung bahan pemadam. Tabung APAR dirancang untuk menahan tekanan tinggi dari bahan pemadam yang berada di dalamnya.

Bahan Pemadam: Media yang digunakan untuk memadamkan api. Bahan pemadam bisa berupa serbuk kimia kering, foam, CO2, atau bahan lain tergantung pada jenis alat pemadam api. Setiap bahan memiliki cara kerja yang berbeda dalam memadamkan api.

Nozzle/Semprotan: Bagian ini berfungsi sebagai saluran keluar untuk bahan pemadam ketika APAR diaktifkan. Nozzle memungkinkan pengguna untuk mengarahkan bahan pemadam ke sumber api secara tepat.

Pin Pengaman: Pin ini berfungsi untuk mencegah alat pemadam api ini digunakan secara tidak sengaja. Pin harus ditarik sebelum APAR dapat diaktifkan.

Tuas Aktivasi: Tuas ini digunakan untuk mengaktifkan alat pemadam api. Dengan menekan atau menarik tuas ini, bahan pemadam akan mulai keluar melalui nozzle.

Manometer: Alat ini menunjukkan tekanan dalam tabung. Ini membantu untuk memastikan bahwa APAR masih dalam kondisi baik dan siap pakai.

Selang: Komponen ini digunakan untuk mengarahkan bahan pemadam dari tabung ke nozzle. Selang memungkinkan pengguna untuk mengendalikan arah semprotan bahan pemadam dengan lebih fleksibel.

Untuk memaksimalkan efektivitas dan kenyamanan pengguna, inovasi pada bagian-bagian APAR terus dikembangkan. Nah, salah satu inovasi alat pemadam kebakaran terbaru adalah fitur selang APAR magnet yang canggih dan modern.

Jadi, desain terbaru dari alat pemadam api Firefix kini menggunakan magnetic hose nozzle atau selang magnet yang lebih praktis dan minimalis. Berbeda dengan desain sebelumnya yang masih menggunakan nozzle holder atau sabuk APAR.

Jadi, pada bagian nozzle dan tabung alat pemadam api dilengkapi dengan sistem magnet. Cukup dengan mendekatkan nozzle ke tabung, maka nozzle tersebut akan langsung menempel dengan kuat. Jadi, tidak perlu sabuk APAR lagi untuk mengaitkan nozzle ke tabung.

Sistem magnet ini tentunya akan mempermudah penggunaan. Terutama saat darurat dimana setiap detik sangat berharga. Cukup dengan sekali klik, selang APAR siap digunakan, sehingga mempercepat respon terhadap kebakaran.

Cara Memadamkan Api Dengan Alat Pemadam Api Ringan

Alat pemadam api memang memiliki banyak jenis ukuran dan merek, walaupun setiap alat pemadam api memiliki berbagai perbedaan namun cara pengoperasian alat pemadam api tersebut pada umumnya sama.

Metode yang paling sederhana dan dapat di hafal dengan mudah di sebut dengan P.A.S.S , apa itu P.A.S.S ? untuk mengetahui lebih lanjut tentang metode P.A.S.S dalam memadamkan api mari kita simak uraian berikut ini:

Metode P.A.S.S

Apa itu P.A.S.S , P.A.S.S merupakan suatu singkatan dari bahasa inggris yaitu :

P = PULL (tarik pin, lalu tekan pengaktif catridge) PULL Pin berada pada diatas Tabung A.P.A.R (Alat Pemadam Api Ringan), Pin juga bermanfaat sebagai alat pengaman. Hal ini di perlukan untuk menghindari ketidak sengajaan penggunaan alat pemadam api

A = AIM ( arahkan nozzle pada permukaan api) AIM atau Sapukan Nozzle / Sweep yang Anda pegang ke arah Kiri dan Kanan api, agar media yang disemprotkan merata mengenai api yang sedang menyala

S = SQUEEZE ( tekan pelatuk sambil memegang APAR posisi tegak) Squeeze atau tekan tuas tabung pemadam secara perlahan-lahan. Jika tuas dilepaskan, maka racun api akan berhenti disemburkan.

S = SWEEP ( Sapukan dari samping ke samping menutup daerah terbakar) Sweep dalam hal ini jangan sampai posisi kita berdiri berlawanan dengan arah angin, karena akan mebahayakan diri kita sendiri. Sebaiknya kita berdiri diposisi membelakangi arah angin selain untuk menghindari tiupan hawa panas juga menghindarkan kita dari media yang kita semprotkan kembali kearah kita.

Apa Saja Metode atau Teknik untuk Memadamkan Api?

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, api bisa terbentuk karena reaksi unsur segitiga api, yaitu suhu panas, oksigen, dan bahan bakar. Nah, supaya api bisa padam, salah satu dari ketiga unsur tersebut harus dihilangkan atau diisolasi.

Berikut merupakan 4 metode pemadaman api yang bisa Anda lakukan menggunakan alat pemadam api ringan.

1. Cooling

Metode ini bekerja dengan cara menurunkan temperatur/suhu di sekitar permukaan benda yang terbakar. Jadi, jika suhu pada benda tersebut mulai turun dan dingin, maka tidak akan ada lagi bara panas maupun uap gas yang dibutuhkan untuk pembakaran.

2. Smothering

Pada teknik ini, media alat pemadam api ringan akan menutup permukaan benda yang terbakar menggunakan serbuk maupun busa. Sehingga dapat menyebabkan jalinan kontak antara benda dengan oksigen akan terputus.

3. Breaking Chain Reaction

Teknik ini bekerja dengan cara memutus rantai reaksi kimia antara tiga unsur pembentuk api (segitiga api). Jadi, pada saat reaksi segitiga api tersebut terputus, maka api bisa cepat padam.

4. Starvation

Teknik memadamkan api starvation ini  bekerja dengan cara mengurai atau memisahkan bahan bakar dari unsur lain yang dapat menyebabkan api semakin besar. Hal ini bertujuan agar bahan bakar dapat terputus dengan unsur segitiga api lainnya.

Tips Memilih APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Memilih Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tepat merupakan langkah penting dalam upaya menjaga keamanan dan mengurangi risiko kebakaran di lingkungan Anda. Berikut beberapa tips penting untuk memilih APAR yang sesuai:

Pilih Media Pemadam yang Sesuai dengan kelas kebakaran yang potensial terjadi: Penting untuk memilih jenis media pemadam yang sesuai dengan potensi kebakaran yang mungkin terjadi di lokasi Anda. Setiap kelas kebakaran memiliki karakteristik yang berbeda, jadi pastikan APAR yang Anda pilih dilengkapi dengan media pemadam yang cocok. Misalnya, jika risiko kebakaran berasal dari bahan padat seperti kayu atau kain (kelas A), pastikan APAR dilengkapi dengan air sebagai media pemadam. Jika risiko kebakaran melibatkan bahan cair atau gas mudah terbakar (kelas B), APAR dengan busa (foam) atau powder (bubuk kimia kering) cocok digunakan.

Perhatikan Kapasitas APAR yang Cukup untuk Memadamkan Api: Pastikan APAR yang dipilih memiliki kapasitas yang cukup untuk memadamkan api di area yang ingin Anda lindungi. Kapasitas APAR biasanya diukur dalam liter atau kilogram, jadi pertimbangkan luas area yang harus dilindungi serta potensi risiko kebakaran yang ada.

Pastikan APAR masih dalam kondisi baik dan memiliki sertifikasi: Periksa Kondisi dan Sertifikasi APAR Sebelum membeli atau menggunakan APAR, penting untuk memastikan bahwa APAR tersebut dalam kondisi baik dan memiliki sertifikasi yang sah dari lembaga yang terpercaya. Periksa tanggal kadaluarsa APAR dan pastikan APAR telah diuji dan disertifikasi oleh lembaga atau otoritas yang mengatur standar keamanan.

Pahami Instruksi Penggunaan: Bacalah instruksi penggunaan APAR dengan seksama dan pastikan Anda memahaminya dengan baik sebelum terjadi kebakaran. Mengetahui cara menggunakan APAR dengan benar dapat meningkatkan efektivitas dalam memadamkan api dan mengurangi risiko cedera atau kerusakan lebih lanjut.

Lakukan Pelatihan Penggunaan APAR Secara Berkala: Agar pengguna APAR dapat bertindak dengan cepat dan efektif saat terjadi kebakaran, lakukan pelatihan penggunaan APAR secara berkala. Pelatihan ini akan membantu meningkatkan pemahaman tentang cara menggunakan APAR dengan benar dan efisien dalam situasi darurat.

Klasifikasi Kebakaran dan Jenis Media Pemadam APAR

Klasifikasi Kebakaran

Kelas A: 

Kebakaran kelas A merupakan jenis kebakaran yang melibatkan bahan padat biasa seperti kayu, kertas, dan kain. Karakteristik utama dari kebakaran kelas A adalah adanya pembakaran pada bahan-bahan organik yang dapat dengan mudah terbakar dan umumnya ditemukan di sekitar lingkungan sehari-hari. Bahan-bahan seperti kayu dari perabotan, kertas dari buku atau dokumen, serta kain dari pakaian atau perlengkapan rumah tangga merupakan contoh umum dari bahan yang terlibat dalam kebakaran kelas A. 

Media pemadam yang paling efektif untuk mengatasi kebakaran kelas A adalah air. Air berfungsi dengan cara menghilangkan panas yang dihasilkan oleh api dan memadamkan sumber kebakaran dengan mendinginkan bahan yang terbakar serta meredam perambatan api. 

Penggunaan air sebagai media pemadam sangat efektif karena mudah ditemukan, murah, dan relatif aman digunakan dalam kebanyakan situasi kebakaran kelas A. Dengan demikian, dalam situasi kebakaran yang melibatkan bahan padat seperti kayu, kertas, dan kain, penggunaan air sebagai media pemadam merupakan pilihan yang sangat disarankan untuk mengendalikan dan memadamkan api secara efektif.

Kelas B

Kelas B merupakan jenis kebakaran yang melibatkan bahan cair dan gas yang mudah terbakar, seperti bensin, minyak, dan gas LPG. Kebakaran kelas B memiliki risiko yang tinggi karena bahan-bahan yang terlibat cenderung memiliki titik nyala yang rendah dan dapat dengan cepat menyebabkan api yang membesar. 

Untuk mengatasi kebakaran kelas B, media pemadam yang tepat adalah busa (foam) dan powder (bubuk kimia kering). Busa atau foam adalah media pemadam yang efektif karena mampu membentuk lapisan pelindung yang mengisolasi bahan bakar dari udara, sehingga menghentikan reaksi pembakaran. 

Selain itu, bisa juga dapat mendinginkan bahan bakar dan meredam perambatan api. Sedangkan powder atau bubuk kimia kering bekerja dengan cara mengganggu rantai reaksi kimia dalam proses pembakaran, sehingga memadamkan api secara efektif. 

Penggunaan busa atau powder dalam situasi kebakaran kelas B dapat mengurangi risiko penyebaran api dan membantu memadamkan kebakaran dengan cepat dan efisien. Oleh karena itu, dalam keadaan darurat yang melibatkan bahan cair dan gas yang mudah terbakar, penggunaan busa dan powder sebagai media pemadam sangat dianjurkan untuk menangani kebakaran dengan baik.

Kelas C

Kelas C adalah jenis kebakaran yang terjadi pada instalasi listrik. Kebakaran jenis ini memiliki risiko tambahan karena melibatkan arus listrik yang dapat menyulut dan memperbesar api. Untuk mengatasi kebakaran kelas C, media pemadam yang tepat adalah powder (bubuk kimia kering) dan karbon dioksida (CO2). 

Powder atau bubuk kimia kering bekerja dengan cara mengganggu rantai reaksi kimia dalam proses pembakaran, sehingga memadamkan api tanpa menghantarkan listrik. Karbon dioksida (CO2), di sisi lain, bekerja dengan cara menghilangkan oksigen dari lingkungan sekitarnya, yang diperlukan untuk mempertahankan proses pembakaran. 

Penggunaan kedua media pemadam ini sangat efektif dalam mengatasi kebakaran kelas C karena keduanya tidak menghantarkan listrik dan aman untuk digunakan dalam situasi yang melibatkan aliran listrik. Oleh karena itu, ketika menghadapi kebakaran pada instalasi listrik, penting untuk menggunakan powder atau karbon dioksida sebagai media pemadam guna memadamkan api dengan aman dan efektif, serta mengurangi risiko terjadinya insiden yang lebih besar.

Kelas D: 

Kelas D adalah jenis kebakaran yang terjadi pada logam, seperti logam magnesium. Kebakaran logam memiliki karakteristik yang unik dan memerlukan pendekatan khusus dalam penanganannya. Media pemadam yang tepat untuk mengatasi kebakaran logam adalah powder khusus untuk logam. 

Powder khusus ini dirancang khusus untuk menangani kebakaran pada logam dengan cara menghambat reaksi kimia yang terjadi saat logam terbakar. Powder khusus untuk logam bekerja dengan efektif menghambat perambatan api dan mendinginkan logam yang terbakar, sehingga memadamkan api dengan cepat dan mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut. 

Dalam situasi kebakaran logam, penggunaan powder khusus ini sangat disarankan karena memiliki kemampuan yang telah teruji dan terbukti efektif dalam menangani kebakaran jenis ini. Oleh karena itu, ketika menghadapi kebakaran pada logam seperti magnesium, penting untuk menggunakan powder khusus untuk logam sebagai media pemadam guna memastikan kebakaran dapat dipadamkan dengan efektif dan aman.