Traffic Cone Memiliki Beberapa Fungsi Penting Dalam Pengelolaan Lalu Lintas

Traffic cone memiliki beberapa fungsi penting dalam pengelolaan lalu lintas dan keselamatan jalan. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari Traffic Cone :

a. Pengalihan Lalu Lintas : Ketika perbaikan jalan, kecelakaan, atau acara khusus memerlukan pengalihan arus lalu lintas, traffic cone digunakan untuk membimbing pengemudi ke rute alternatif. Penempatan cone secara strategis membantu menjaga aliran lalu lintas yang lancar dan mencegah kemacetan.

b. Peringatan Bahaya : Traffic cone berfungsi sebagai petunju untuk memberikan peringatan kepada pengemudi tentang potensi bahaya, seperti lubang jalan, rintangan di jalan, atau permukaan yang tidak rata. Warna Cerah dan stript reflektif pada cone berfungsi untuk memastikan pengguna jalan dapat dengan mudah melihat dan menghindari bahaya bahaya yang ada pada jalur tersebut.

C. Keselamatan Zona Kerja : Konstruksi dan tim pemeliharaan menggunakan traffic cone untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman. Dengan menandai zona kerja, cone melindungi pekerja dan memberi peringatan kepada pengemudi untuk mengurangi kecepatan dan berhati hati saat melewati jalur tersebut.

d. Pengaturan Parkir : Traffic cone digunakan untuk pengendalian parkir sementara, menunjukkan area tanpa parkir, atau mereservasi tempat parkir selama acara. Kemudahan pemindahan dan visibilitas membuat cone menjadi alat yang efektif dalam mengatur area parkir.

Kelebihan Traffic Cone

Traffic cone ini memiliki beberapa kelebihan, yang berkontribusi pada peningkatan keselamatan jalan dan pengelolaan lalu lintas agar lebih efektif. Berikut adalah beberapa keuntungan utama dari traffic cone :

a. Visibilitas Tinggi : Warna cerah, serperti oranye atau hijau terang bersama dengan sticker reflektif, memastikan tarffic cone ini dapat mudah terlihat oleh pengguna jalan, bahkan dari jarak jauh dan pada malam hari. Visibilitas ini membantu pengemudi untuk mengantisipasi potensi bahaya pada jalur tersebut dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.

b. Fleksibilitas dan Portabilitas : Traffic cone ini memiliki sifat portable sehingga dapat dipindahkan dengan mudah sesuai dengan kebutuhan. Fleksibilitas ini membuat traffic cone menjadi ideal sebagai aplikasi sementara pada situasi darurat.

c. Tahan Lama dan Tahan Cuaca : Sebagian besar jenis traffic cone terbuat dari bahan yang tahan lama seperti PVC atau karet yang menjamin ketahanan yang kuat terhadap kondisi cuaca dan suhu yang ekstrem. Mereka dapat bertahan dalam lalu lintas berat, suhu ekstrem dan paparan radiasi UV.

d. Aplikasi yang serbaguna : Traffic cone ini dapat dgunakan dalam berbagai skenario, termasuk pekerjaan jalan, acara, pengaturan area parkir dan situasi darurat di jalan raya. Keunggulan serbaguna ini menjadikan cone sebagai solusi yang hemat biaya untuk berbagai kebutuhan pengendalian lalu lintas.

Material Yang Berbeda Pembuatan Traffic Cone

Traffic cone atau kerucut lalu lintas sering juga disebut dengan nama lain yaitu safety cones, road cones, construction cones, dan traffic pylons. Alat penanda ini dapat terbuat dari material yang berbeda yaitu :

  • PVC

Cone dari material ini memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi, tahan dalam cuaca panas hingga suhu 650 C ataupun cuaca dingin hingga -300 C. Tingkat fleksibilitas yang tinggi membuat cone ini dapat kembali ke posisi semula saat puncak cone ditekuk hingga menyentuh lantai.

  • Karet

Material ini juga memiliki daya tahan terhadap cuaca dan suhu berkisar dari -300 C hingga 650 C. Tingkat fleksibilitas yang tinggi membuat cone ini dapat kembali ke posisi semula saat puncak cone ditekuk hingga menyentuh lantai.

  • PE

Traffic cone PE terbuat dari polyethylene yang aman dan tidak berbau. Material ini merupakan material yang ramah lingkungan karena dapat melalui proses recylce dan reused. Keuntungan lainnya adalah kemampuan atau daya tahan terhadap cuaca yang baik, serta textur yang menyerupai lilin.

  • EVA

Traffic cone EVA terbuat dari bahan EVA yang bersifat biodegradable atau dapat terurai, tidak memiliki bau, dan tidak mengandung logam berat. Keunggulan utamanya adalah kemampuan dalam mempertahankan warna dan tahan lama.

Kegunaan Traffic Cone

Apa sebenarnya fungsi atau kegunaan dari traffic cone atau kerucut lalu lintas ini?

Mengacu pada standar dari MUTCD sendiri, traffic cone dipergunakan sebagai penanda untuk mengalihkan jalur sementara atau Temporary Traffic Control (TTC) Zone. Setidaknya ada 4 penggunaan traffic cone secara resmi, yaitu :

  • Area kerja, dipergunakan pada area jalan raya dimana sedang ada pembangunan, perbaikan, atau kegiatan perawatan.
  • Area kecelakaan, dipergunakan untuk mengalihkan jalur saat terjadi kecelakaan termasuk juga kondisi bencana alam
  • Area pelaksanaan kegiatan, dipergunakan untuk mengalihkan ataupun menutup jalur saat pelaksanaan kegiatan tertentu.
  • Untuk memisahkan antara jalur jalan raya untuk kendaraan bermotor dengan jalur khusus misalnya untuk para pesepeda ataupun pejalan kaki.

Tidak hanya untuk alasan resmi, penggunaan traffic cone juga dapat ditemukan untuk tujuan lain, misalnya :

  • Pembatas tempat parkir kendaraan.
  • Membantu dalam membuat rute dalam latihan mengendari mobil di lapangan.
  • Digunakan di area indoor sebagai penanda bahwa area tersebut tidak bisa dimasuki misalnya didepan ruangan yang sedang diperbaiki, atau sebagai penanda bahwa area tersebut berbahaya misalnya saja lantai basah yang baru selesai dipel.

Ukuran Traffic Cone Sesuai Kegunaan dan Penempatannya

Ukuran penanda lalu lintas traffic cone sendiri tergantung penempatan alat tersebut. Rincian ukuran traffic cone sesuai dengan kegunaan dan penempatannya adalah :

  • Tinggi 12 inci dan berat 0.68 kg dipasang di area
  • Tinggi 18 inci dan berat 1.4 kg dipasang di area outdoor atau di jalan raya, misalnya sebagai penanda saat proses pengecatan garis jalan.
  • Tingi 28 inci dan berat 3.2 kg dipasang di jalan raya lokal.
  • Tinggi 28 inci dan berat 4.5 dipasang di jalan raya besar atau jalan tol.
  • TInggi 36 inci dan berat 4.5 kg dipasang di jalan raya besar atau jalan tol.

Sementara itu, standar dari MUTCD terkait dengan ukuran traffic cone adalah :

  • Traffic cone harus didominasi oleh warna orange
  • Terbuat dari material yang tidak akan menyebabkan kerusakan pada kendaraan yang menabraknya.
  • Traffic cone yang dipergunakan di siang hari dan jalan raya dengan arus lalu lintas rendah, harus memiliki tinggi minimal 18 inci.
  • Traffic cone yang dipergunakan di malam hari dan jalan bebas hambatan atau jalan tol harus memiliki tinggi minimal 28 inci.
  • Untuk penggunaan di malam hari, penanda lalu lintas ini aharus memiliki lapisan reflektif (retroreflectorized) atau dilengkapi dengan peralatan pencahayaan agar mudah terlihat. Lapisan reflektif ini berupa 2 buah band (strip). Strip pertama berada 3-4 inci dari puncak cone dengan lebar 6 inci dan strip kedua berada 2 inci dibawahnya dengan lebar 4 inci.

Sejarah Awal Kerucut Lalu Lintas

Traffic cone pertama kali diperkenalkan pada tahun1940 di Los Angeles oleh seorang pelukis jalanan bernama Charles Scanlon. Scanlon membuat penanda berongga yang berbentuk kerucut untuk mencegah mobil dan kendaraan lain melintas di jalan yang baru selesai di cat. Pada awalnya, perangkat ini terbuat dari kayu yang mudah rusak dan sering ditabrak oleh pengguna jalan. Scanlon bekerja sama dengan rekannya bernama Rodney Taylor untuk membuat penanda yang lebih awet dengan bahan baret dari ban bekas. Hasilnya adalah sebuah penanda yang lebih elastis, tidak mudah rusak, tidak mudah terbawa angin, mudah dipindahkan, serta tidak akan merusak bodi kendaraan yang menabraknya. Hasil penemuan ini kemudian dipatenkan pada tahun 1943 dan mulai saat itu, penggunaannya mulai meluas. Pada tahun 1947, traffic cone mulai diproduksi secara massal. Penggunaan penanda ini mulai dipergunakan secara internasional pada tahun 1958. Penanda kerucut lalu lintas kemudian masuk ke dalam aturan rambu lalu lintas jalan atau The Manual of Uniform Traffic Control Devices (MUTCD) pada tahun 1961. Peraturan penggunaan dan pengembangan dari alat penanda ini kemudian terus berkembang hingga saat ini.

Pada tahun 1971, muncul aturan baru mengenai traffic cone. Kerucut lalu lintas harus dibuat sesuai dengan standar yaitu memiliki ketinggian minimal 18 inci serta memiliki lapisan reflektif agar bisa terlihat jelas di malam hari.

Memilih Sarung Tangan yang Benar dan Baik

Memilih sarung tangan yang benar dan baik sangat penting untuk memastikan perlindungan optimal dan kenyamanan saat bekerja atau beraktivitas. Berikut adalah beberapa langkah dan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih sarung tangan yang sesuai:

Jenis Pekerjaan atau Aktivitas, tentukan jenis pekerjaan atau aktivitas yang akan Anda lakukan. Identifikasi risiko potensial yang mungkin Anda hadapi, seperti bahaya mekanis, bahan kimia, atau risiko mikrobiologis. Pilih jenis sarung tangan yang sesuai dengan risiko dan tuntutan pekerjaan atau aktivitas Anda.

Bahan Sarung Tangan, Pilih bahan sarung tangan yang tepat untuk kebutuhan Anda. Misalnya, gunakan sarung tangan nitril untuk proteksi terhadap bahan kimia atau lateks untuk perlindungan medis. Pertimbangkan juga adanya alergi terhadap bahan tertentu.

Ukuran dan Kekencangan, Pastikan sarung tangan memiliki ukuran yang sesuai dengan tangan Anda dan pas di jari-jari Anda dengan kencang. Sarung tangan yang terlalu longgar dapat mengganggu pekerjaan dan meningkatkan risiko cedera.

Standar Keselamatan. Periksa apakah sarung tangan telah memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Beberapa pekerjaan atau industri mungkin membutuhkan sarung tangan dengan sertifikasi khusus untuk memastikan perlindungan yang memadai.

Tingkat Proteksi, Pertimbangkan tingkat proteksi yang diberikan oleh sarung tangan tersebut terhadap risiko yang dihadapi. Pastikan sarung tangan memberikan perlindungan yang sesuai dengan tingkat bahaya yang ada di tempat kerja atau aktivitas Anda.

Kenyamanan, Pastikan sarung tangan nyaman digunakan untuk jangka waktu yang lama. Pilih sarung tangan dengan bahan yang tidak menyebabkan iritasi atau gangguan saat bekerja.

Ketahanan, Perhatikan ketahanan sarung tangan terhadap keausan, sobek, atau kerusakan lainnya. Sarung tangan yang mudah rusak tidak akan memberikan perlindungan yang baik.

Fleksibilitas, Pastikan sarung tangan cukup fleksibel sehingga memungkinkan gerakan tangan yang bebas dan mudah dalam melakukan pekerjaan.

Kebersihan, Pilih sarung tangan sekali pakai untuk pekerjaan yang memerlukan kebersihan dan pencegahan kontaminasi silang. Untuk pekerjaan yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan lebih lama, pilih sarung tangan yang dapat dicuci dan digunakan berulang kali.

Lingkungan Kerja, Pertimbangkan kondisi lingkungan kerja, seperti suhu ekstrem atau lingkungan dengan paparan bahan berbahaya, dan pilih sarung tangan yang sesuai untuk lingkungan tersebut.

Perawatan, Pastikan Anda memahami cara menggunakan dan merawat sarung tangan dengan benar. Ikuti instruksi penggunaan dan cara perawatan yang diberikan untuk memastikan perlindungan yang efektif dan penggunaan yang aman.

APD Pemadam Kebakaran yang Wajib Dipakai

Bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran atau damkar sangatlah tidak mudah. Ada begitu banyak resiko yang menyertai pekerjaan ini. Dibalik seberapa hebatnya peran petugas damkar, ada beberapa detail yang menjadi kunci keberhasilan pekerjaan ini. Salah satunya adalah penggunaan APD pemadam kebakaran yang tepat. Kenapa APD? Karena dengan tantangan dan resiko yang menyertai, penting untuk petugas damkar menggunakan APD yang dapat melindungi mereka dari resiko cedera atau yang biasa disebut resiko kecelakaan kerja. Di artikel ini kita akan membahas beberapa kategori produk APD yang wajib digunakan oleh petugas damkar terutama saat proses pemadaman api kebakaran.

Sebelum membahas tentang APD nya, kita akan membahas sedikit tentang mengapa bisa terjadi kebakaran. Mungkin Anda juga setuju kalau kebakaran merupakan salah satu bencana yang cukup sering terjadi, terutama dipemukiman padat penduduk. Ada banyak hal yang menjadi penyebab kebakaran, salah satunya adalah adanya pemantik api atau gas di ruangan yang sama yang menjalar kemudian mengenai seluruh benda yang ada. Faktor lain yang bisa jadi penyebabnya adalah korsleting listrik.

Apapun alasannya, jika sudah terjadi musibah tersebut tidak ada hal lain yang lebih penting untuk dilakukan selain memadamkan api agar tidak menyebar lebih luas. Namun seringkali api sulit dipadamkan oleh kita sendiri, karena besarnya api dan tingginya resiko yang ada. Itulah tugas damkar, dan itulah alasan mengapa dibutuhkannya APD pemadam kebakaran. Alat pelindung kebakaran inilah yang melindungi petugas agar bisa selamat saat memadamkan api maupun saatu mengevakuasi korban kebakaran.

Alat Pelindung Kebakaran

Sebagian besar alat pelindung kebakaran terdiri dari alat safety yang memiliki resistensi terhadap api, dan juga alat bantu pernapasan. Langsung saja kita bahas apa saja alat pelindung kebakaran yang wajib dipakai petugas damkar.

  • Helm Pemadam Kebakaran

Produk pertama yang wajib dipakai adalah helm pemadam kebakaran. Helm pemadam kebakaran atau biasa disebut helm rescue pemadam memiliki fungsi untuk melindungi area kepala, wajah dan juga mata dari api serta asap di wilayah kebakaran. 

  • Baju dan Celana Pemadam Kebakaran

Produk kedua yang wajib dipakai adalah baju dan celana pemadam kebakaran. Alat pelindung diri (APD) yang satu ini juga merupakan salah satu APD terpenting yang wajib digunakan oleh petugas. Tanpa menggunakan baju APD ini, petugas damkar tidak bisa memasuki area yang penuh dengan kobaran api dan tidak bisa melakukan proses evakuasi korban. 

  • Respirator atau SCBA

Alat pelindung diri ketiga yang tidak boleh terlewatkan untuk dipakai adalah respirator atau SCBA. Anda bisa memilih salah satu diantaranya, sesuai dengan kondisi di lapangan. Namun, Anda tetap harus menggunakan salah satunya bagaimanapun lokasi kebakarannya, karena alat ini membantu Anda untuk bernapas dengan aman di tengah wilayah dengan banyak asap.

  • Sarung Tangan Pemadam Kebakaran

APD keempat yang harus digunakan adalah sarung tangan pemadam kebakaran. Sarung tangan pemadam kebakaran penting untuk memudahkan mobilitas petugas damkar tanpa takut akan resiko cedera pada area tangan. 

  • Sepatu Pemadam Kebakaran

APD Damkar terakhir dan yang tak kalah penting adalah sepatu pemadam kebakaran. Sepatu yang baik akan memudahkan mobilitas petugas damkar, ditengah sulitnya medan yang harus dilalui. Sepatu safety ini biasanya berbentuk sepatu boots, karena perlindungan yang diberikan harus menyeluruh dan maksimal.

4 Spesifikasi Sarung Tangan Khusus Pemadam Kebakaran yang Memiliki Perlindungan Ekstra

Pernahkah Anda berfikir bagaimana cara petugas pemadam kebakaran (damkar) melindungi tangannya ketika berhadapan dengan api? Sudah tentu para petugas damkar memiliki sarung tangan khusus yang dapat menahan panas kobaran si jago merah. Sarung tangan ini memiliki bahan dasar berupa SUEDE atau bisa juga berasal dari kulit sapi.

Selain didesain untuk tahan terhadap api, sarung tangan khusus ini juga memiliki daya tahan yang kuat. Sehingga sangat mendukung kinerja dari para petugas pemadam kebakaran. Sarung tangan damkar ini sebenarnya juga dijual secara bebas di pasaran, namun dengan harga sepuluh bahkan dua puluh kali lipat dibandingkan sarung tangan biasa. Berikut adalah 4 spesifikasi sarung tangan khusus pemadam kebakaran yang memiliki perlindungan ekstra.

1. Bahan Berkualitas Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya sarung tangan ini berbahan dasar SUEDE atau kulit sapi sehingga memiliki daya tahan yang lebih kuat daripada sarung tangan dengan bahan katun.

2. Terdapat Reflektor Reflektor adalah bahan yang dapat menyala ketika keadaan gelap. Hal ini berguna untuk memudahkan petugas pemadam kebakaran dalam mengetahui lokasi satu sama lainnya.

3. Memiliki Ukuran yang Tebal dan Besar Sarung tangan khusus ini memiliki ukuran dan ketebalan yang melebihi sarung tangan pada umumnya. Hal ini dimaksud untuk melindungi tangan secara keseluruhan dari panasnya kobaran api.

4. Harga Terbilang Mahal Berdasarkan fungsi dan bahan yang digunakan, maka tak heran jika sarung tangan khusus pemadam kebakaran memiliki harga jual yang mahal.

Spesifikasi Umun Sarung Tangan Damkar Yang Biasa Digunakan

Mengingat keselamatan pemadam kebakaran tak kalah penting dari misi penyelamatan itu sendiri, petugas harus menggunakan sarung tangan pemadam berkualitas. Di pasaran cukup banyak merek sarung tangan damkar yang tersedia. Agar tak salah pilih, sebaiknya simak spesifikasi umum sarung tangan yang biasa digunakan oleh pemadam kebakaran berikut ini.

  • Bahan

Mayoritas bahan yang digunakan adalah suede. Harganya lebih bersahabat dibandingkan sarung tangan damkar berbahan kulit. Namun, untuk daya ketahanan yang lebih tinggi dan awet, Anda bisa memilih sarung tangan damkar berbahan kulit atau serat sintetis kombinasi.  

  • Ukuran

Ukuran 16 inci merupakan yang paling umum. Meskipun demikian, terdapat ukuran lain yang tersedia. Dalam memilih ukuran, usahakan sarung tangan harus pas, tidak kekecilan ataupun kebesaran. Hal ini dilakukan agar Anda tetap nyaman menggunakan sarung tangan damkar dalam waktu lama. Berbeda dari sarung tangan biasa, sarung tangan damkar lebih panjang, hampir menutupi sebagian lengan. Bahannya tebal agar melindungi tangan secara maksimal dari panas maupun benda berbahaya lainnya. 

  • Komponen Pendukung

Sarung tangan damkar dilengkapi reflektor yang dapat menyala dalam keadaan minim cahaya ataupun gelap. Reflektor akan memudahkan petugas pemadam kebakaran mengetahui letak tangan ketika memegang selang air. 

  • Harga

Harga sarung tangan damkar bervariasi. Mengingat kegunaannya yang begitu besar, harga sarung tangan ini berkali lipat lebih mahal daripada sarung tangan biasa. 

Mengapa Sarung Tangan Pemadam Harus Digunakan?

Sesuai namanya, sarung tangan damkar memang diciptakan secara khusus untuk melindungi tangan. Alat ini dapat meredam panas, tahan goresan, dan tahan bahan kimia berbahaya. Sarung tangan damkar terdiri dari tiga lapisan, yakni kulit luar, penghalang kelembaban, dan lapisan termal. 

Umumnya, kulit luar sarung tangan damkar dibuat dari suede atau kulit hewan asli, seperti sapi, kambing, rusa, babi, atau kanguru. Dibandingkan suede, sarung tangan damkar dari kulit hewan memberikan daya cengkeram dan gesek serta ketahanan tusukan yang lebih baik. Tak jarang, kulit hewan asli akan dikombinasikan dengan silikon agar ketahanan dan daya serap sarung tangan terhadap air makin tinggi.  

Kendati demikian, sarung tangan damkar modern juga menggunakan serat sintetis sebagai pengganti kulit hewan asli. Serat sintetis memiliki ketahanan yang kuat terhadap goresan dan panas. Bahkan, sejumlah produsen sarung tangan damkar memadukan serat sintetis dengan bahan lain untuk memperkuat ketahanan di bagian telapak tangan luar, lapisan dalam, dan punggung tangan. 

Lapisan penghalang kelembaban mencegah terjadinya penetrasi fisik cairan, seperti air, bahan kimia, ataupun darah. Lapisan ini biasanya terbuat dari bahan PTFE (polytetrafluoroethylene) yang tahan air dan panas. Sementara penghalang termal berfungsi memberikan insulasi ekstra ke tangan. Lapisan ini memberikan perlindungan dari panas dan kenyamanan selama menggunakan sarung tangan damkar. 

Berbekal ketiga lapisan tersebut, tangan akan terlindungi penuh dari bahaya ketika bertugas. Risiko terkena gesekan, percikan air, cairan kimia berbahaya, atau kobaran api dapat ditekan semaksimal mungkin. Anda bisa bertugas dengan nyaman dan fokus terhadap penyelamatan.