Aspek dalam Memilih Material Alat Nozzle

Sistem pengendali dan pencegah kebakaran tidak bisa berdiri sendiri. Perlu adanya rangkaian yang membentuk sistem tersebut. Untuk itu, setiap komponen penting memerlukan perhatian. Begitu juga dengan aksesoris atau alat tambahan. Karena alat itu bisa saja sangat dibutuhkan. Seperti halnya nozzle, tidak boleh menggunakan atau memilih secara asal. Sehingga harus mempertimbangkan beberapa aspek sebelum memilih nozzle.

  • Pemakaian

Pipa semprot ini memiliki beragam fungsi. Tidak hanya mengatur aliran air, tapi juga dapat mengubah panas dan tekanan menjadi energi kinetik. Dalam mesin turbo, aksesoris ini mampu menghasilkan energi. Karena fluida yang mengalir pada nozzle memiliki energi kinetik. Material penyemprot untuk air mancur, mesin produksi, dan selang pemadam kebakaran bisa saja berbeda.

  • Suhu

Sebelum menggunakan penyemprot, perlu memperhatikan suhu dari aliran fluida. Apakah akan terjadi perubahan temperatur saat fluida mengalir atau tidak. Jenis fluida berupa gas tentu menggunakan bahan tertentu. Agar pipa semprot tidak mudah rusak.

Begitu juga kondisi sekitar atau lingkungan luar saat menggunakan nozzle. Pada suhu ekstrem, memerlukan bahan yang tahan terhadap perubahan suhu. Seperti pada area kebakaran, bahan yang digunakan harus tahan terhadap panas api. Tapi, tidak membahayakan petugas damkar atau tim K3 perusahaan. Karena material bisa saja melunak saat suhu mengalami kenaikan.

  • Ketahanan Korosi

Seiring berjalannya waktu, pipa penyemprot bisa mengalami perubahan atau rusak. Kemungkinan kerusakan terjadi karena munculnya karat. Penyebab korosi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan jenis fluida yang disemprotkan. Sehingga bahan yang tahan karat bisa menjadi pilihan.

Tetap pertimbangkan bahan tersebut bisa berubah karena suhu atau tidak. Seperti material plastik yang anti karat, hanya saja mudah meleleh saat temperatur naik. Sebaiknya pilih bahan yang tahan korosi dan tahan suhu tinggi. Ini berlaku jika ingin menggunakan nozzle berkualitas baik.

  • Ketahanan Abrasi

Tidak semua nozzle digunakan untuk mengalirkan air. Semua jenis zat fluida, uap, gas maupun bahan kimia dapat mengalir melalui pipa semprot ini. Cakupan kegunaannya begitu luas. Karena fungsinya berhubungan dengan energi tekanan dan kinetik. Banyak yang memanfaatkannya di dunia industri, selain untuk alat semprot pemadam kebakaran.

Aliran fluida yang melalui pipa penyemprot memiliki kadar kekerasan yang berbeda. Alkohol dan asam dapat menimbulkan abrasi pada peralatan. Karena termasuk dalam kandungan bahan yang keras. Gesekan yang terjadi antara zat tersebut dengan bagian dalam nozzle menyebabkan abrasi.

  • Hemat Biaya

Persoalan harga memang selalu menjadi perdebatan. Mahal atau murahnya material nozzle bukan menjadi ukuran mutlak. Karena alat semprot perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Sekali mendapati harga murah belum tentu tahan lama.

Tapi, pipa semprot yang menggunakan bahan berkualitas wajar dihargai lebih mahal. Biaya yang anda keluarkan mestinya sebanding dengan mutunya. Peralatan dari bahan berkualitas lebih tahan lama. Sehingga dapat dipakai dalam jangka panjang.

Ukuran Fire Hydrant Nozzle

Hydrant nozzle yang merupakan komponen pengendali debit dan tekanan dari pancaran supply air pada fire hydrant system.

Sebagai pengendali debit maupun tekanan supply air, komponen hydrant nozzle ini menjadi sebuah perangkat dengan fungsi yang sangat penting karena hasil akhir dari keseluruhan kinerja sistem fire hydrant bergantung pada pancaran air yang dikendalikan oleh hydrant nozzle tersebut. Untuk itulah, sebelum memilih komponen hydrant nozzle sebagai komponen pelengkap perangkat fire hydrant system Anda, hendaknya Anda terlebih dahulu melakukan perencanaan dan estimasi cermat mengenai jenis kebutuhan hydrant supaya dapat sesuai dengan kebutuhan fire hydrant system Anda.

Pada umumnya, ukuran fire hydrant nozzle dirancang berbeda-beda antara ukuran fire hydrant nozzle pada sistem fire hydrant indoor dan ukuran fire hydrant nozzle pada sistem fire hydrant outdoor sertaukuran-ukuran dari jenis jet nozzle, spray nozzle, ataupun variable nozzle. Ukuran fire hydrant nozzle jenis jet nozzle yang diaplikasikan pada perangkat fire hydrant system gedung (indoor) adalah sebesar 1,5 inchi dengan panjang  sekitar 457 milimeter dan berat yang mencapai sekitar 0,364 kilogram.

Sedangkan untuk hydrant nozzle jenis jet nozzle yang diaplikasikan pada fire hydrant system outdoor, pada umumnya memiliki ukuran lebih besar, yaitu 2 inchi dengan panjang 590 milimeter dan berat 0,647 kilogram ataupun ukuran 2,5 inchi dengan panjang yang mencapai 730 milimeter dan berat sekitar 1,065 kilogram.

Jenis-Jenis dan Fungsi Hydrant Nozzle

Nozzle dalam hydrant hadir dalam dua jenis. Yakni, jet dan spray nozzle. Keduanya memiliki fungsi yang sama, namun perbedaannya adalah cara kerja dan hasil pancarannya.

Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut:

1. Jet Nozzle

Jet nozzle adalah satu dari dua jenis nozzle. Nozzle ini mampu mengalirkan pancaran air dengan tepat dan lurus. Nozzle ini juga memiliki kemampuan untuk memancarkan debit dan tekanan air yang sangat besar dan kuat.

Tentu dengan pancaran air yang sempurna tersebut, memungkinkan regu pemadam kebakaran untuk memadamkan api dari jarak yang cukup jauh. Pancaran air yang dihasilkan oleh jet nozzle, dapat langsung menjangkau api saat ada proses pemadaman kebakaran.

2. Spray Nozzle

Spray nozzle adalah jenis nozzle lainnya yang cukup berbeda dengan jet nozzle. Pancaran air yang dihasilkan tipe ini lebih mirip seperti tirai atau perisai air yang menyebar. Jadi sangat berbeda dengan pancaran air dari jet nozzle yang cenderung solid dan lurus.

Pancaran dari spray nozzle digunakan untuk melindungi orang atau regu damkar yang akan menuju ke titik api. Dengan berada di belakang pancaran air yang seperti tirai, maka akan terhindar dari jilatan api dan juga panas api yang menyengat.

Tirai air yang dihasilkan dari pancaran spray nozzle biasanya juga digunakan untuk mengevakuasi korban kebakaran. Atau juga bisa digunakan untuk mendinginkan area kebakaran pasca api padam. Pancaran yang dihasilkan spray nozzle akan mendinginkan area tersebut dan mencegah titik-titik api muncul kembali.

Fungsi Hydrant Nozzle adalah

Hydrant nozzle adalah aksesoris hydrant yang berbentuk seperti corong. Fungsi hydrant nozzle adalah sebagai pengarah pancaran air menuju titik api.

Tak ayal nozzle ini sangat penting perannya dalam hydrant. Pasalnya, hydrant memang menggunakan media air bertekanan untuk memadamkan api.

Air bertekanan tentunya akan menyulitkan petugas dalam pengarahan selang pemadam. Di situlah fungsi hydrant nozzle bekerja.

Nozzle ini akan dipakai pada fire hose yang tersambung dengan hydrant pillar selaku jaringan output hydrant. Penggunaan nozzle ini pun tidak bisa sembarangan.

Komponen ini harus dipegang secara sempurna. Petugas harus memperhatikan posisi memegang nozzle. Yakni, salah satu tangan adalah memegang ujung nozzle, dan tangan lainnya pada pangkal dengan menjepitkan ke ketiak supaya tidak goyah.

Kelengkapan Aksesoris Pendukung Hydrant

Sistem Hydrant merupakan salah satu alat proteksi kebakaran yang diinstal di sebuah gedung. Fungsi Hydrant sangat efektif dalam proses pemadaman api, yang berfungsi mendistribusikan air dari Hydrant Pillar ke area kebakaran. Untuk memadamkan api, Hydrant memiliki beberapa kelengkapan aksesoris pendukung

  • Valve

Valve merupakan komponen berbentuk katup yang berfungsi untuk mengatur keluarnya air pada hydrant. Valve ini berfungsi seperti keran, dapat membuka dan menutup sehingga air bisa keluar.

  • Nozzle

Nozzle adalah aksesoris hydrant berbentuk corong yang berfungsi untuk mengontrol arah media air ke titik area lokasi kebakaran. Dengan Nozzle, Anda dapat dengan mudah mengarahkan air tepat pada titik kebakaran.

  • Fire Hose

Fire Hose adalah selang yang berfungsi untuk mengalirkan air dari Hydrant Pillar ke lokasi kebakaran. Fire Hose dapat digulung dan disimpan pada sebuah box yang bernama Hose Rack agar tidak terlipat dan tahan lama.

  • Hose Rack

Hose Rack adalah tempat untuk menyimpan Fire Hose atau selang Hydrant. Fire Hose disimpan pada Hose Rack bertujuan agar menjaga selang tidak kusut dan mempermudah dalam proses pemadam api.

  • Siamese Connection

Reservoir atau tempat penyimpanan air bersih hanya dapat menampung air untuk memadamkan api selama 30 menit. Bagaimana jika air pada reservoir habis? Maka air akan disupply oleh mobil pemadam kebakaran. Nah, alat bernama Siamese Connection inilah yang berfungsi menyambungkan mobil pemadam kebakaran dengan jaringan hydrant.

Langkah-Langkah Menggunakan Full Body Harness Yang Benar Dan Aman

  • Pegang bagian D-Ring pada full body harness dan goyangkan secara perlahan, pastikan tidak ada webbing/ tali yang terpelintir dan pengencangnya (chest strap) terbuka
  • Pegang tali bahu (shoulder strap) dan masukkan tangan satu persatu ke dalam tali. Pastikan D-Ring berada di bagian belakang badan Anda, tepatnya di bagian punggung (antara tulang belikat)
  • Tarik dan kencangkan tali kaki (leg strap), lalu pasangkan/ hubungkan pada buckle. Untuk jenis quick connect buckle, Anda akan mendengar bunyi “klik”, jika buckle sudah terpasang dengan benar. Atur lingkar tali pada kaki sesuai kenyamanan Anda. Pastikan tali kaki tidak tertukar
  • Pasangkan tali dada (chest strap) dan hubungkan tab buckle pada receptor sampai terdengar bunyi “klik” 
  • Pastikan dengan tangan bahwa full body harness sudah terpasang benar dan tidak ada tali yang terpelintir
  • Biarkan orang yang kompeten memeriksa full body harness dan memasang lanyard pada D-Ring (bila diperlukan).

Hal Penting Yang Harus Diperhatikan Pekerja Sebelum Menggunakan Full Body Harness

  • Pastikan full body harness yang Anda gunakan sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku
  • Lakukan pemeriksaan kelengkapan komponen pada full body harness. Pastikan full body harness yang akan digunakan memiliki komponen yang lengkap, antara lain D-Ring, webbing/ tali, chest strap, leg strap, dan buckle.
  • Lakukan pemeriksaan secara visual pada webbing/ tali full body harness. Pastikan tidak ada kerusakan atau tanda-tanda seperti koyak, berserabut, berjamur, atau kerusakan pada jahitan.
  • Pastikan webbing/ tali pada full body harness tidak ada yang terpelintir
  • Pastikan komponen full body harness seperti buckle dan D-Ring tidak retak, tidak bengkok, tidak berkarat dan buckle dapat mengunci dengan sempurna
  • Lakukan pemeriksaan masa kedaluwarsa full body harness. Cek tag pada full body harness untuk mengetahui tanggal produksi dan masa kedaluwarsanya. Perihal masa kedaluwarsa, OSHA dan ANSI menyerahkannya kepada produsen, mereka biasanya menetapkan masa kedaluwarsa selama 5 tahun terhitung dari full body harness pertama kali digunakan.
  • Ketahui batas beban maksimum aman full body harness. Pastikan full body harness tidak pernah digunakan untuk menahan beban di atas beban maksimum yang ditetapkan.
  • Pastikan full body harness yang digunakan pekerja sudah dinyatakan layak dan aman oleh pihak yang kompeten melalui pemeriksaan rutin yang dilakukan.   

Cara memilih Safety Body harness yang baik serta Kelebihan dan Kekurangan Body Harness

Cara memilih Safety Body harness yang benar dan baik :

  • Cara memilih safety body harness seusai dengan ukuran tubuh pemakai.
  • Lihat dengan teliti kondisi body harness sebelum membeli.
  • Pilih body harness yang berkualitas tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan Body Harness :

Kelebihan :

  • 2 Point D-Ring depan dan di belakang.
  • Memenuhi standar EN 361, EN 358, EN 813
  • Dilengkapi dengan penahan dada dan perut.
  • Sudah lulus uji test ketahanan dengan maksimum load 100kg .
  • Terbuat dari Bahan yang kuat.

Kekurangan :

  • Harganya Mahal.
  • Kuranganya sosialisasi tentang Harness.

Fungsi Penggunaan Body Harness

Bagi sebagian orang mengetahui fungsi full body harness yaitu perlengkapan untuk melakukan pekerjaan di ketinggian untuk melindungi kemungkinan orang terjatuh dari tempat ketinggian yang tidak disertai dengan pengaman.

Full body body harness digunakan di segala situasi di mana pekerja bekerja di ketinggian ada kemungkinan terjatuh dari ketinggian lebih dari dua meter atau di segala situasi di mana prosedur kerja menyatakan bahwa harness harus digunakan.

Body harness memiliki beberapa fungsi yaitu :

  • Melindungi pekerja dari bahaya terjatuh ketika melakukan pekerjaannya
  • Menaati seluruh pearturan keselamatan kerja yang berlaku
  • Memberikan berbagai macam keamanan dan persepsi tentang kenyamanan selama melakukan pekerjaan di ketinggian
  • Melindungi citra suatu perusahaan karena dapat meminimalisir resiko kecelakaan kerja ditempat atau lingkangan kerja.

Pentingnya Penggunaan Full Body Harness Untuk Keselamatan

Bekerja pada ketinggian pasti selalu memiliki resiko, namun untuk meminimalkan resiko dapat dikurangi dengan menggunakan alat pelindung diri. Tetapi banyaknya pekerja yang bekerja di ketinggian tidak menggunakan alat pelindung diri.

Penyebabnya yaitu mulai dari tidak tersedianya alat pelindung diri atau mengabaikan karena mengaggap penggunaan alat pelindung diri akan membuat tidak nyaman saat bekerja.

Walaupun demikian, resiko terjatuh tetap ada dan dapat menyebabkan cedera.

Maka dari itu, para mekanik yang bekerja pada ketinggian atau alat berat perlu melengkapi diri dengan alat pelindung diri yang dapat menghindarkan dari resiko terjatuh.

Terjatuh masih menjadi ancaman bagi sebagian besar pekerja yang melakukan pekerjaan pada ketinggian. Rata – rata pekerja yang terjatuh dari ketinggian disebabkan oleh :

  • Kelalaian pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri
  • Tidak tersedianya pengaman yang cukup untuk mencegah jatuh
  • Alat pelindung diri yang digunakan tidak layak untuk dipakai
  • Penggunaan alat pelindung diri yang kurang tepat

Body Harness bermanfaat untuk mengurangi risiko cedera fatal akibat terjatuh dari ketinggian. Perangkat ini didesain untuk melindungi seluruh bagian tubuh pekerja seperti bahu, paha bagian atau, dada, dan panggul, sehingga lebih aman saat bekerja di ketinggian.

Selain safety shoes, helm dll yang sudah menjadi alat pelindung diri standar, alat pelindung diri yang mutlak diperlukan oleh pekerja yang bekerja pada ketinggian adalah body harness.

Body Harness adalah belt pengaman yang dipasang pada tubuh sehingga saat pekerja terjatuh, ia akan tergantung pada body harness yang terikat pada bagian alat berat.