Cara Menggunakan Dan Penempatan APAR

Ada cara mudah untuk mengingat prosedur penggunaan Alat Pemadam Api Ringan, yaitu dengan menggunakan singkatan T.A.T.A. Di bahasa Inggris, singkatan ini dikenal dengan sebutan P.A.S.S yang berarti PULL, AIM, SQUEEZE, dan SWEEP.

Berikut adalah cara menggunakan APAR:

T = Tarik Safety Pin atau Pin Pengaman APAR

A = Arahkan Nozzle ke sumber api atau area kebakaran

T = Tekan pemicu atau handle untuk menyemprot

A = Ayunkan ke seluruh area kebakaran atau sumber api.

Cara Penempatan APAR:

Berikut ini adalah beberapa poin yang dapat diambil terkait cara penempatan APAR yang sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No: PER.04/MEN/1980.

  • Letakkan APAR di lokasi yang mudah dijangkau dan tidak terhalangi oleh benda lain.
  • Pasang APAR pada dinding, setidaknya 15 cm dari lantai atau lebih baik lagi pada ketinggian 125 cm dari lantai.
  • Sediakan tanda APAR yang dapat dipasang dengan tepat di atas APAR.
  • Jarak antara dua APAR tidak boleh melebihi 15 meter, atau dapat disesuaikan dengan rekomendasi dari pakar K3.

Komponen APAR

Setelah mengetahui tentang jenis-jenisnya, selanjutnya adalah mengenai komponen APAR atau bagian-bagian dari Alat Pemadam Api Ringan. Simak penjelasannya!

1. Pressure Gauge

Pressure gauge adalah salah satu komponen yang terdapat pada Alat Pemadam Api Ringan dengan sistem stored pressure. Fungsinya adalah untuk memeriksa tekanan di dalam tabung dan memastikan bahwa tekanan tersebut masih mencukupi.

2. Safety Pin

Safety pin atau pin pengaman adalah salah satu pengaman pada tabung Alat Pemadam Api Ringan. Biasanya, pin pengaman terletak pada bagian atas handle APAR. Fungsinya adalah untuk mencegah APAR terpicu secara tidak sengaja dan memastikannya tidak melepas gas pemadam api secara tidak terkendali.

3. Handle

Handle atau tuas adalah salah satu komponen penting pada Alat Pemadam Api Ringan. Fungsinya adalah untuk membuka spindle yang memungkinkan gas bertekanan keluar dari tabung dan membawa media pemadam api keluar. Jadi, ketika handle APAR ditekan, gas bertekanan akan keluar dan menyemprotkan media pemadam api ke arah api.

4. Nozzle

Nozzle APAR adalah bagian berbentuk corong dan berfungsi sebagai tempat keluarnya media pemadam api. Fungsinya adalah untuk menyalurkan media pemadam api agar bisa mengenai titik api dengan tepat.

5. Tube

Tabung adalah bagian yang berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan media pemadam api. Tabung biasanya terbuat dari bahan yang kuat seperti baja karbon. Media pemadam api yang umumnya digunakan meliputi busa, serbuk, CO2, dan gas cair.

6. Hose

Tabung syphon atau hose adalah bagian yang berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan media pemadam api dari dalam tabung ke titik api. Hose ini memiliki beberapa tipe yang disesuaikan dengan berat tabung yang akan digunakan. Penting untuk memeriksa kondisi hose secara berkala agar tidak tersumbat atau bocor.

7. Sabuk Tabung

Bagian ini berfungsi untuk menjaga nozzle agar tetap terhubung dengan tabung dan tidak bergoyang atau tergantung, sehingga lebih mudah untuk diambil ketika akan digunakan untuk memadamkan kebakaran.

Jenis-jenis APAR

1. APAR Jenis Air (Water)

Alat pemadam api jenis air memiliki label merah dan memiliki peringkat kelas A (kelas A adalah kelas kebakaran akibat bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Plastik, dan lain sebagainya), sehingga efektif untuk memadamkan kebakaran bahan padat mudah terbakar seperti kayu, kertas, dan tekstil.

Pastikan beberapa model peralatan listrik telah diuji secara elektrik sebelum dianggap aman. Jika belum, perlu berhati-hati saat berada di dekat peralatan tersebut untuk menghindari risiko kebakaran.

2. APAR Jenis Busa (Foam/AFFF)

Alat pemadam api jenis busa AFFF memiliki label cream dan sangat efektif untuk memadamkan kebakaran bahan kelas A dan kelas B (Kelas B adalah kelas kebakaran yang disebabkan oleh bahan cair yang mudah terbakar). Formula busa yang digunakan pada APAR membantu mencegah penyalaan kembali api.

Jika jenis busa ini telah diuji secara dielektrik, alat tersebut aman untuk digunakan pada peralatan listrik yang terlibat dalam kebakaran.

3. APAR Jenis Serbuk Kimia (Dry Chemical Powder)

Alat pemadam api jenis Serbuk Kimia atau Dry Chemical Powder Fire Extinguisher terdiri dari serbuk kering kimia yang merupakan campuran dari Mono-amonium dan ammonium sulphate. Saat dikeluarkan, serbuk kering tersebut akan menutupi bahan yang terbakar dan memisahkan oksigen, yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran.

Jenis Dry Chemical Powder ini sangat serbaguna, karena efektif untuk memadamkan kebakaran di hampir semua kelas, seperti Kelas A, B, dan C (Kelas C adalah kelas kebakaran yang disebabkan oleh instalasi listrik yang bertegangan). Dengan menggunakan alat ini, Anda dapat memadamkan api pada bahan padat, cair, dan bahkan gas.

4. APAR Jenis Karbondioksida (Carbondioxide atau CO2)

Alat pemadam api CO2 memiliki label hitam dan awalnya dirancang untuk memadamkan kebakaran bahan cair mudah terbakar, sehingga memiliki peringkat api kelas B.

Selain itu, alat ini aman digunakan pada kebakaran listrik, karena gas CO2 tidak memiliki sifat konduktor dan tidak meninggalkan residu berbahaya. Dengan menggunakan jenis CO2, risiko kebakaran pada peralatan listrik dapat diatasi dengan aman dan efektif.

Fungsi APAR yang harus diketahui

Fire Extinguishers, atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR), adalah perangkat penting untuk memadamkan kebakaran yang dapat terjadi karena berbagai hal seperti korsleting listrik, gas bocor, atau tindakan kriminal. Berikut adalah beberapa fungsi atau kegunaan fire extinguisher:

1. Memadamkan api

Fungsi utama dari fire extinguisher adalah memadamkan api saat terjadi kebakaran. Alat ini dapat memadamkan api dengan cepat dan efektif, sehingga dapat mencegah kerusakan dan bahkan menghindari korban jiwa.

2. Mengurangi kerusakan

Dengan memadamkan api sejak awal, alat ini dapat membantu mengurangi kerusakan berpotensi terjadi karena kebakaran. Semakin cepat api dapat padam, maka semakin kecil pula kemungkinan kerusakan yang akan terjadi.

3. Mengurangi risiko kebakaran ulang

Selain itu, alat pemadam kebakaran ini juga dapat membantu mengurangi risiko kebakaran ulang dengan memastikan bahwa api sepenuhnya padam sebelum meninggalkan area kebakaran.

4. Meningkatkan keselamatan

Dengan menyediakan alat ini di tempat-tempat yang ramai, seperti kantor atau gedung, alat tersebut dapat membantu meningkatkan keselamatan dan meminimalkan risiko kebakaran.

Apa itu APAR?

Melansir dari laman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, fire extinguisher atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah alat yang sangat penting untuk memadamkan atau mengendalikan kebakaran kecil. Alat ini biasanya berbentuk tabung yang berisi bahan pemadam api yang bertekanan tinggi. Setiap perusahaan wajib memiliki Alat Pemadam Api Ringan sebagai bagian dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja dan aset perusahaan.

APAR juga dikenal sebagai alat pemadam api portable yang sangat efektif digunakan pada tahap awal kebakaran. Selain bentuknya yang ringan dan mudah dibawa, Alat Pemadam Api Ringan juga dapat dengan cepat dan tepat digunakan di area kebakaran. Oleh karena itu, tempat penempatannya haruslah strategis dan mudah terlihat agar memudahkan penggunaan APAR saat kita memerlukan alat tersebut. Karena berfungsi untuk penanganan dini kebakaran, penting bagi kita untuk memperhatikan penempatan APAR di tempat-tempat yang mudah untuk kita jangkau dan mudah terlihat. Hal ini penting agar kita dapat dengan cepat menggunakannya dalam situasi darurat.

Cara Menggunakan APAR Mobil yang Aman dan Efektif

Cara menggunakan alat pemadam api mobil sama seperti menggunakan APAR untuk jenis kebakaran lainnya. Prosedur penggunaan APAR mobil dilakukan dengan teknik PASS, yaitu Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep. Untuk lebih jelasnya, ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Pull – Buka Segel Pengaman

Langkah pertama menggunakan alat pemadam api mobil adalah membuka segel atau kunci pengaman. Setiap tabung pemadam api selalu dilengkapi komponen APAR berupa safety pin yang berfungsi untuk memastikan bahwa material di dalamnya tetap aman dan tidak bocor.

2. Aim – Arahkan Ujung Selang ke Sumber Api

Jika kunci pengaman sudah dibuka, selanjutnya pegang nozzle atau ujung selang APAR. Lalu, arahkan ke sumber api. Jarak penyemprotan APAR yang aman dan efektif adalah 3 – 5 meter dari sumber api.

3. Squeeze – Tekan Tuas APAR Sampai Penuh

Langkah berikutnya adalah menekan tuas APAR untuk mengeluarkan media pemadam api di dalam tabung. Tekan tuas secara penuh agar media APAR bisa keluar dengan maksimal.

4. Sweep – Sapukan Media APAR

Saat media keluar dari selang, sapukan media pemadam api tersebut pada sumber api. Sapukan dari sisi kanan ke kiri atau sebaliknya agar media pemadam api tersebar merata. Lakukan langkah ini sampai api padam atau media habis.

Memangnya, Kapan Sih Harus Melakukan Inspeksi/Pengecekan Alat Pemadam Api?

Inspeksi APAR harus dilakukan secara rutin untuk memastikan bahwa alat tersebut dalam kondisi baik dan dapat digunakan sewaktu-waktu dalam keadaan darurat. Inspeksi rutin APAR meliputi pemeriksaan kondisi fisik, berat isi, dan tanggal kadaluarsa media pemadam api.

Jadi, pada saat APAR sudah digunakan atau terjadi kerusakan, maka APAR harus segera diperiksa kembali. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa alat pemadam api tersebut masih dalam kondisi baik atau dibutuhkan penanganan lebih lanjut.

Jika kita melihat pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 4 Tahun 1998, pemeriksaan alat pemadam api ringan (APAR) harus dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dalam setahun.

Menerapkan cara inspeksi APAR sebanyak satu kali dalam 6 bulan untuk memastikan kondisi dan kesiapan APAR dalam memadamkan api pada saat terjadi kebakaran. Namun, jika APAR ditempatkan di lingkungan yang berisiko tinggi, maka disarankan untuk melakukan inspeksi rutin yang lebih sering (lebih dari satu kali dalam 6 bulan).

Tahapan-Tahapan Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Bagi kamu yang memiliki tabung APAR, sudah saatnya melakukan inspeksi secara rutin. Simak tahapan-tahapan cara inspeksi APAR di bawah ini:

  • Periksa kartu APAR

Periksa label atau kartu historis yang ada pada tabung APAR. Kartu ini memuat informasi tentang APAR dan inspeksi sebelumnya.

  • Periksa indikator tekanan tabung

Setelah itu periksa manometer (jika APAR menggunakan pressure gauge). Manometer akan memberikan informasi tekanan dalam tabung, apakah masih normal atau tidak. Jika jarum masih di area hijau, berarti tekanan masih dalam keadaan normal. Namun, jika jarum semakin turun, maka perlu dilakukan isi ulang tekanan.

  • Periksa segel cartridge

Lalu, untuk APAR dengan sistem cartridge, pengecekan tekanan bisa dilakukan dengan memastikan segel pada cartridge. Jika segel cartridge masih utuh dan tidak cacat, maka dapat dipastikan tekanan masih terjaga.

  • Periksa safety pin

Setelah itu periksalah safety pin, jika dalam keadaan rusak atau terputus, berarti APAR sudah pernah dioperasikan. Jika sudah pernah dipakai, maka harus dilakukan pengisian ulang sesuai dengan media pemadam api yang digunakan sebelumnya.

  • Periksa valve pada tabung

Berikutnya, periksalah valve atau katup dalam kondisi baik atau tidak. Periksalah daya katupnya apakah masih kuat atau sudah mengalami pengurangan.

  • Periksa keadaan selang APAR

Cara inspeksi APAR selanjutnya adalah mengecek selang atau hose. Selang tidak boleh dalam keadaan tertekuk, retak maupun berlubang. Jika selang rusak, maka harus segera diganti dengan yang baru.

  • Periksa fire hose nozzle

Selanjutnya periksa komponen APAR pada ujung selang atau nozzle. Pastikan nozzle dalam kondisi baik untuk menyalurkan output dari selang dan tidak tersumbat.

  • Mengisi kartu checklist APAR

Setelah semua langkah di atas dilakukan, berikutnya pembaca harus mengisi kartu check list pada APAR. Isi semua informasi mengenai inspeksi APAR yang baru saja dilakukan.

  • Kembalikan APAR ke tempat semula

Setelah semua langkah terpenuhi, kembalikan APAR ke tempat semula. Catatan! Jika tempat peletakan APAR semula tidak memenuhi standar penyimpanan APAR dan tidak mudah dijangkau, maka ada baiknya untuk memindah APAR ke tempat baru.

Langkah-Langkah Pengujian Tabung APAR Sesuai Standar

Pengujian hidrostatik pada tabung pemadam api (APAR) penting untuk memastikan keandalan dan kinerja tabung tersebut. Berikut adalah langkah-langkah saat melakukan pengujian hydrotest tabung APAR

Siapkan Peralatan, pastikan kamu memiliki peralatan yang sesuai untuk pengujian hidrostatik, seperti pompa hidrostatik. Selain itu, kamu juga harus siapkan selang pengujian, manometer, dan perlengkapan pengukur tekanan lainnya.

Lakukan Pemeriksaan Visual Awal, periksa tabung alat pemadam secara visual untuk memastikan tidak ada kerusakan fisik yang dapat mempengaruhi keamanan atau keandalan.

Pemeriksaan Segel dan Pin Pengaman, jangan lupa pastikan segel dan pin pengaman tidak rusak atau hilang. Karena jika rusak atau hilang menandakan bahwa alat pemadam api pernah terpakai.

Pemeriksaan Tekanan, dalam pengujian tekanan APAR, kamu juga harus melakukan pemeriksaan tekanan dengan menggunakan manometer. Pastikan bahwa tekanan pada tabung pemadam kebakaran sesuai dengan spesifikasi pabrik.

Pemeriksaan Berat, jangan lupa lakukan penimbangan pada APAR untuk memastikan beratnya masih sesuai dengan berat isi yang tertera. Karena, jika terjadi penurunan berat dapat mengindikasikan bahwa alat pemadam api ringan mengalami kebocoran.

Pemeriksaan Selang dan Nozzle, saat melakukan pengujian hydrotest tabung APAR pastikan kamu memeriksa selang dan nozzle APAR. Hal itu perlu kamu lakukan untuk memastikan tidak ada sumbatan atau kerusakan.

Pemeriksaan Internal, untuk APAR dengan media serbuk kimia kering dry powder perlu kamu lakukan pemeriksaan internal untuk memastikan serbuk tidak menggumpal.

Penggantian Komponen yang Rusak, jika kamu menemukan kerusakan pada komponen alat pemadam api, maka harus segera kamu ganti dengan yang baru.

Uji Fungsional, dalam test hydrostatic APAR, kamu juga harus melakukan uji fungsional untuk memastikan APAR dapat beroperasi dengan baik. Dalam pengujian fungsional ini nantinya bisa melibatkan pengujian mekanisme pemicu dan aliran bahan pemadam.

Pencatatan dan Labelisasi, setiap APAR yang telah teruji hydrostatic harus kamu beri label tanggal pemeriksaan dan tanggal jadwal pemeriksaan berikutnya.

Penyimpanan yang Sesuai, setelah pengujian tekanan APAR harus kamu simpan di tempat yang aksesnya mudah dan sesuai dengan standar keselamatan.

Penting untuk diingat bahwa pengujian APAR harus dilakukan oleh profesional yang terlatih dan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku. Selain itu, pengujian hydrotest ini harus kamu lakukan secara rutin sesuai dengan rekomendasi produsen dan peraturan keselamatan lokal.

Manfaat Test Hydrostatic Pada APAR

Pengujian tekanan pada tabung APAR atau lebih familiar dengan istilah test hydrostatic ini memberikan banyak sekali manfaat lo! Terutama, untuk memastikan keandalan dan kinerjanya. Berikut adalah beberapa manfaat dari pengujian hidrostatik pada alat pemadam api ringan:

Menjamin Keandalan, pengujian hidrostatik membantu memastikan bahwa tabung pemadam api dapat berfungsi sebagaimana mestinya ketika kondisi darurat kebakaran. Karena, dalam uji tekanan tabung APAR melalui hydrostatic ini memastikan bahwa tabung dapat menahan tekanan dan tidak mengalami kebocoran.

Deteksi Kebocoran, dengan uji hydrotest tabung APAR memungkinkan adanya deteksi dini kebocoran atau kerusakan komponen pada tabung APAR. Hal ini penting untuk mencegah kehilangan bahan pemadam dan memastikan keberlanjutan operasional alat pemadam api.

Memeriksa Kekuatan Struktural, pengujian tekanan APAR ini juga membantu dalam mengevaluasi kekuatan struktural tabung. Hal ini termasuk kemampuan tabung untuk menahan tekanan hidrostatik yang diberikan selama pengujian.

Pemeliharaan Preventif, pengujian hidrostatik merupakan bagian dari pemeliharaan preventif. Dengan melakukan pengujian secara berkala, kamu dapat mencegah kegagalan atau kerusakan pada tabung sebelumnya terjadi.

Kepatuhan Regulasi, Indonesia memiliki regulasi dan standar yang mengharuskan pengujian hidrostatik secara teratur untuk peralatan pemadam api. Oleh karena itu, jika kamu melakukan pengujian ini membantu memastikan kepatuhan terhadap peraturan tersebut.

Pemantauan Perubahan Masa, melalui pengujian hydrotest tabung APAR kamu bisa memantau perubahan massa yang dapat mengindikasikan masalah di kemudian hari. Pasalnya, massa tabung APAR dapat berubah seiring waktu karena korosi atau kerusakan.

Keamanan Pengguna, dengan pengujian yang teratur dapat membantu memastikan bahwa alat pemadam api dapat kamu andalkan saat terjadi kebakaran. Sehingga, dapat memberikan keamanan bagi kamu dan lingkungan sekitar, karena ketika darurat kebakaran kamu bisa menggunakan tabung pemadam kebakaran tersebut.

Peningkatan Respons Terhadap Kebakaran, melalui pengujian tekanan tersebut kamu dapat memastikan bahwa alat pemadam api berfungsi dengan baik. Selain itu, pengujian hidrostatik membantu meningkatkan respons terhadap kebakaran dengan menyediakan alat yang dapat kamu andalkan dan siap pakai.

Penting untuk mematuhi panduan dan regulasi yang berlaku dan melibatkan teknisi profesional yang berkompeten dalam melakukan pengujian hidrostatik pada alat pemadam api ringan untuk memastikan prosedur dilakukan dengan benar dan aman.