Begini Cara Cek APAR CO2 yang Benar dan Aman!

Meskipun memiliki banyak kemiripan dengan cara pengecekan APAR lainnya, tapi ada beberapa poin yang nampak berbeda. Di mana cara cek APAR CO2 ini pun bisa dikatakan lebih spesifik dan berbeda dari lainnya.

Dengan tidak adanya pressure gauge pada tabung APAR dengan media jenis CO2, maka satu-satunya cara untuk melakukan pengecekan adalah dengan menimbangnya. Seperti apa alurnya? Simak langkah-langkah di bawah ini.

Langkah-langkah pengecekan APAR CO2:

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek label yang ada pada tabung APAR. Maksudnya adalah untuk mengetahui berat normal tabung APAR tanpa muatan dan berat tabung APAR dalam kondisi baru beserta muatannya.

Setelah mengetahui informasi tersebut, kamu bisa lakukan penimbangan tabung APAR. Tidak ada langkah khusus untuk menimbang tabung APAR, cukup dilakukan seperti halnya kamu menimbang benda lain.

Cara cek APAR CO2 selanjutnya adalah dengan mengetahui selisih berat tabung. Kamu bisa lihat dan bandingkan berat tabung awal dengan berat saat dilakukan inpeksi (kondisi terbaru). Jika selisih tersebut melebihi angka 10%, maka media pemadam harus segera diisi ulang.

Perlu kamu ketahui juga, bahwa pengisian ulang media CO2 pada tabung pemadam juga sebaiknya dilakukan teknisi yang berpengalaman dan terpercaya. Supaya hasilnya nanti tetap maksimal dan tidak ada malfungsi yang terjadi pada tabung setelah diisi ulang.

Pentingnya Cara Perawatan Alat Pemadam Kebakaran Sesuai SOP

Pemeliharaan alat pemadam kebakaran sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) sangat penting untuk menjaga kesiapan dan efektivitas alat tersebut dalam situasi darurat. Berikut beberapa alasan mengapa cara perawatan alat pemadam kebakaran harus sesuai SOP sangat penting:

1. Keselamatan

Alat proteksi kebakaran adalah salah satu alat yang sangat penting untuk memadamkan kebakaran kecil sebelum menjadi besar dan sulit dikendalikan. Dengan menjaga peralatan pemadam kebakaran dalam kondisi baik, kamu akan meningkatkan keselamatan di tempat kerja atau area yang kamu tangani.

2. Kepatuhan hukum

Banyak negara dan yurisdiksi memiliki peraturan dan perundang-undangan yang mengharuskan pemilik atau pengguna alat pemadam untuk menjaga agar tetap dalam kondisi yang baik dan melakukan inspeksi serta pemeliharaan berkala. Tidak mematuhi peraturan ini dapat mengakibatkan sanksi hukum.

3. Cara Perawatan Alat Pemadam Kebakaran yang Benar Akan Menjaga Efektivitasnya

Setiap peralatan pemadam yang tidak terawat dengan baik mungkin tidak berfungsi sebagaimana mestinya saat diperlukan. Pemeliharaan yang tepat dapat memastikan bahwa APAR dapat bekerja dengan baik dan memberikan pemadaman api yang efektif.

4. Pemeliharaan preventif

Melakukan pemeliharaan sesuai SOP dapat membantu mendeteksi masalah pada alat proteksi kebakaran sebelum mereka menjadi serius. Dengan demikian, kamu dapat menghindari kegagalan alat saat kamu membutuhkannya.

5. Biaya Penggantian yang Lebih Rendah

Jika APAR tidak dirawat dengan baik dan rusak, kamu mungkin harus menggantinya dengan yang baru. Pemeliharaan yang rutin dan tepat waktu dapat memperpanjang umur pakai APAR dan menghemat biaya penggantian.

6. Mengurangi Resiko Kerusakan dan Kebakaran

Peralatan pemadam kebakaran yang baik dan terawat dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran besar yang dapat merusak properti dan mengancam nyawa.

7. Cara Perawatan Alat Pemadam Kebakaran Sesuai SOP akan Menjaga Keandalannya

Pemeliharaan APAR sesuai SOP dapat memberikan keandalan dan kepercayaan diri kepada pengguna alat bahwa mereka memiliki alat yang dapat kamu andalkan dalam menghadapi kebakaran kecil.

Dengan demikian, pemeliharaan APAR sesuai SOP adalah langkah yang sangat penting untuk menjaga keselamatan, kepatuhan hukum, dan efektivitas alat pemadam api. Itu juga membantu mencegah kerusakan dan risiko kebakaran yang lebih besar.

Lalu, Bagaimana Cara Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja?

Untuk mengatasi kebakaran yang terjadi di area kerja melibatkan serangkaian langkah preventif dan responsif untuk mengurangi risiko dan dampak kebakaran. Kamu ingin tahu apa saja langkah-langkahnya? Cek penjelasannya berikut!

  • Pendidikan dan Pelatihan, lakukan pelatihan kebakaran untuk semua karyawan, termasuk penggunaan alat pemadam, prosedur evakuasi, dan tindakan pertama saat terjadi kebakaran.
  • Instalasi dan Pemeliharaan Alat Pemadam Kebakaran, pasang alat pemadam api yang sesuai di lokasi strategis. Jangan lupa pastikan bahwa peralatan tersebut terawat dengan baik dan aksesnya mudah.
  • Pengenalan dan Penerapan Standar Keselamatan, pastikan bahwa semua praktik kerja mematuhi standar keselamatan kebakaran yang berlaku.
  • Pemeriksaan dan Audit Berkala, lakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, peralatan, dan bahan kimia untuk mengidentifikasi dan memperbaiki potensi bahaya kebakaran.
  • Manajemen Bahan Mudah Terbakar, cara penanggulangan kebakaran di tempat kerja selanjutnya adalah perhatikan manajemen bahan mudah terbakar.  Pastikan bahan mudah terbakar dan mudah meledak kamu simpan secara aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
  • Penandaan dan Sistem Informasi, sediakan tanda dan informasi keselamatan yang jelas, termasuk rute evakuasi dan lokasi alat pemadam api.
  • Rencana Evakuasi, buat dan praktikan rencana evakuasi darurat yang efektif, termasuk penunjukan petugas keselamatan dan titik kumpul evakuasi.
  • Koordinasi dengan Pihak Berwenang, jalin kerjasama dengan pihak pemadam kebakaran lokal untuk pelatihan, audit, dan respons darurat.
  • Mengurangi Risiko Listrik, pastikan semua instalasi dan peralatan listrik sesuai dengan standar keselamatan dan terawat dengan baik.
  • Pemantauan dan Kontrol, berikutnya cara penanggulangan kebakaran di tempat kerja adalah gunakan sistem deteksi kebakaran untuk memberikan peringatan dini kebakaran.
  • Penerapan Kebijakan No Smoking, buat kebijakan dan terapkan larangan merokok di area kerja.
  • Respons Cepat dan Efektif, pastikan memiliki prosedur untuk respons cepat jika terjadi kebakaran, termasuk cara menghubungi layanan darurat.
  • Kesiapan dan Peralatan Darurat, sediakan peralatan darurat seperti selang air, tangga darurat, dan masker asap.
  • Simulasi dan Latihan Darurat, adakan latihan kebakaran untuk memastikan semua orang di tempat kerja tahu apa yang harus mereka lakukan saat situasi darurat.

10 Apa Penyebab Kebakaran di Tempat Kerja?

Tidak hanya peraturan penanggulangan kebakaran di tempat kerja saja, tapi kamu juga harus memahami betul penyebab kebakaran yang timbul di tempat kerja. Pasalnya, penyebab kebakaran di tempat kerja bisa bermacam-macam dan sering kali berkaitan dengan faktor lingkungan kerja atau kelalaian manusia.

Lalu, apa saja penyebab kebakaran yang biasa timbul di tempat kerja? Tanpa berlama-lama simak saja penjelasannya lengkap berikut ini!

  • Kelalaian Manusia, kelalaian seperti merokok di area terlarang, tidak mematikan peralatan listrik, atau penggunaan peralatan tidak tepat dapat menyebabkan kebakaran.
  • Korsleting Listrik, ini sering menjadi penyebab utama kebakaran, terutama di tempat kerja yang memiliki banyak peralatan elektronik.
  • Peralatan yang Rusak atau Tidak Terawat, peralatan yang rusak atau tidak perawatannya tidak rutin. Seperti kabel listrik yang terkelupas atau mesin yang bocor, dapat menyebabkan percikan api.
  • Bahan Mudah Terbakar, penyimpanan bahan mudah terbakar seperti bahan kimia, cat, atau pelarut, secara tidak aman dapat menyebabkan kebakaran. Oleh karenanya, penanggulangan kebakaran di tempat kerja ini, bahan mudah terbakar harus tersimpan di tempat yang aman dan menyediakan alat pemadam.
  • Pekerjaan yang Melibatkan Api, seperti pengelasan atau penggunaan alat potong yang menghasilkan percikan api dapat menyebabkan kebakaran jika pengawasannya tidak baik.
  • Kegagalan Sistem Pemanasan, sistem pemanasan yang tidak terawat atau rusak bisa menjadi sumber kebakaran.
  • Kebocoran Gas, baik kebocoran dari pipa gas alam atau dari silinder gas yang terpakai di  area industri, juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.
  • Sabotase atau Tindakan Kriminal, tindakan sabotase atau kriminal, termasuk pembakaran sengaja, juga bisa menjadi penyebab kebakaran di tempat kerja.
  • Kegagalan Dalam Mematuhi Prosedur Keselamatan, tidak mengikuti prosedur keselamatan yang ada, seperti tidak melakukan pemeriksaan rutin, juga dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Peraturan Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja

Peraturan SOP penangan kebakaran di tempat kerja adalah serangkaian aturan dan prosedur untuk mencegah dan mengatasi kebakaran di lingkungan kerja. Nah, di Indonesia peraturan tersebut terdapat dalam peraturan Kepmenaker No. 186 tahun 1999 dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970.

Dalam peraturan tersebut terdapat penjelasan lengkap tentang keselamatan kerja, termasuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Kamu mau tahu lebih terperinci tentang aturannya? Simak penjelasannya berikut!

Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Kebakaran, setiap tempat kerja harus ada alat pemadam kebakaran yang sesuai. Seperti alat pemadam api, fire hydrant, fire suppression system, dan fire sprinkler, yang harus kamu periksa dan pelihara secara rutin.

Pelatihan Karyawan, dalam SOP penanggulangan kebakaran di tempat kerja juga terdapat aturan tentang pemberian pelatihan kepada karyawan. Pelatihan tersebut adalah tentang cara menggunakan alat pemadam api dan prosedur evakuasi kebakaran.

Rencana Evakuasi dan Latihan Darurat, dalam peraturan juga terdapat penjelasan tentang pengembangan rencana evakuasi kebakaran yang jelas. Termasuk rute evakuasi dan titik kumpul, serta melakukan latihan evakuasi secara berkala.

Pengaturan Keamanan Kebakaran, menerapkan standar keamanan untuk mencegah kebakaran, seperti pengelolaan bahan mudah terbakar, penggunaan peralatan listrik, dan penyimpanan bahan kimia.

Penandaan dan Sinyalisasi, setiap tempat kerja juga harus memastikan bahwa semua rute evakuasi dan lokasi alat pemadam kebakaran ditandai dengan jelas.

Inspeksi dan Audit Berkala, dalam peraturan penanggulangan kebakaran di tempat kerja juga terdapat penjelasan tentang inspeksi dan audit. Pasalnya, dengan melakukan inspeksi rutin untuk memastikan bahwa semua peralatan dan prosedur keamanan kebakaran berada dalam kondisi baik.

Komunikasi dan Koordinasi, setiap tempat kerja harus mempunyai sistem komunikasi yang efektif untuk melaporkan kebakaran dan koordinasi dengan layanan darurat lokal.

Peraturan ini hadir untuk menjamin keselamatan semua orang di tempat kerja dan mengurangi risiko kerusakan material akibat kebakaran. Setiap tempat kerja harus menyesuaikan peraturannya dengan spesifik kebutuhan dan risiko kebakaran yang mungkin terjadi.

Klasifikasi Fire Hose Berdasarkan Penggunaan: Menyesuaikan Dengan Kondisi Kebakaran

  • Attack Hose: Digunakan untuk pemadaman api aktif, dirancang untuk memberikan aliran air yang tinggi.
  • Supply Hose: Mengalirkan air dari sumber ke lokasi kebakaran, sering kali lebih besar dan memiliki tekanan yang lebih rendah.
  • Ketersediaan Berbagai Ukuran: Menyesuaikan dengan Kebutuhan
  • Fire hose hadir dalam berbagai ukuran, memungkinkan pemadam untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan skala kebakaran yang dihadapi.
  • Perawatan dan Inspeksi: Mempertahankan Kondisi Optimal
  • Rutin Diperiksa: Fire hose perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak adanya kerusakan yang dapat mempengaruhi kinerjanya.
  • Perawatan Rutin: Membersihkan, menjaga, dan melipat fire hose dengan benar untuk memastikan ketersediaan yang optimal saat diperlukan.
  • Evolusi Teknologi Fire Hose: Mengikuti Perkembangan Pemadam Kebakaran
  • Dengan kemajuan teknologi, fire hose semakin menjadi perangkat yang lebih ringan, tahan lama, dan efisien dalam menangani berbagai jenis kebakaran.

Fire hose bukan hanya sebuah selang adalah nadi keselamatan dalam dunia pemadam kebakaran. Pengertian dan fungsi fire hose yang mendalam adalah landasan bagi pemadam untuk mengatasi tantangan kebakaran dengan respons yang efektif dan tepat. Dalam setiap operasi pemadaman, keberadaan fire hose yang andal adalah kunci kesuksesan.

Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Memilih Selang Pemadam Kebakaran atau Fire Hose

Apakah berbagai jenis selang pemadam kebakaran di atas cukup membingungkan untuk kamu? Tidak perlu khawatir, karena ada beberapa tips sederhana – tepatnya beberapa poin yang wajib kamu jadikan sebagai pertimbangan prioritas ketika memilih fire hose. Berikut adalah poin-poin penting dalam pemilihan selang pemadam kebakaran tersebut supaya tidak memberikan hasil yang mengecewakan:

1. Material dan Konstruksi

Sebagaimana telah dibahas secara detail di atas, fire hose terbuat dari material yang berbeda-beda. Sehingga, kecocokan dalam pengaplikasiannya pada suatu lokasi atau kasus kebakaran juga akan berbeda. Kamu perlu mempertimbangkan faktor lingkungan operasional, kekuatan tekanan, dan ketahanan selang terhadap suhu ekstrem ketika memilih. Salah menentukan jenis selang dapat berakibat fatal.
Contohnya, selang pemadam polyester yang bisa menjadi relay hose atau selang untuk ketinggian. Ada juga selang rubber yang dapat menjadi selang pengumpan. Berdasarkan karakteristik materialnya, Kamu dapat lebih mudah menentukan pilihan terhadap penggunaan fire hose dengan tepat. Sebab menggunakan selang canvas yang rapuh sebagai selang hose attack jelas percuma, bukan?

2. Panjang dan Diameter

Berikutnya, wajib memastikan panjang dan diameter selang sesuai jangkauan area pemadaman. Diameter dari selang menentukan ketebalan dan kekuatan terhadap tekanan air yang mengalir dari sumber ke titik kebakaran. Sedangkan panjang selang menentukan sejauh mana air atau bahan pemadam dapat mencapai lokasi kebakaran. Perhitungan yang salah dapat mengakibatkan pemadaman tidak maksimal.

3. Kesesuaian dengan Standar

Dalam pemasangan dan penggunaan perangkat pemadaman, ada beberapa standar yang harus dipatuhi, yaitu: NFPA (National Fire Protection Association), Peraturan Daerah, dan keamanan gedung. Pastikan memilih selang pemadam atau fire hose yang memenuhi salah satu atau seluruh standar yang berlaku. Contohnya seperti produk Fire Hose OSW Rubber alias fire hose rubber PT Sahabat Utama Suksesindo.

4. Kemudahan Perawatan dan Perbaikan

Terakhir, pertimbangkan terkait aksesibilitas fitting, konektor, dan kemampuan serta ketersediaan material pengganti ketika ada komponen yang rusak dari selang tersebut. Jangan sampai harus membuang biaya percuma untuk membeli selang baru berulang kali akibat durabilitas yang kurang baik. Selain merawat, kamu juga harus memastikan penyimpanan yang benar agar tidak mudah rusak.

Jenis – Jenis Selang Pemadam atau Fire Hose Berdasarkan Penggunaannya

Setelah mengetahui klasifikasi fire hose berdasarkan materialnya, maka kamu juga perlu mengenal jenis selang pemadam kebakaran berdasarkan penggunaannya. Sebab, masing-masing selang tentunya memiliki kegunaan serta cara pengoperasian yang berbeda. Jangan sampai salah pilih hingga menyebabkan fungsinya kurang maksimal atau tidak sesuai harapan. Berikut jenis-jenis selang yang dapat kamu jadikan pilihan:

1. Attack Fire Hose

Attack fire hose alias selang serangan adalah selang pemadam kebakaran khusus yang dirancang untuk pemadaman api secara langsung. Karakteristiknya mudah dikenali sebagai berikut:

  • Terbuat dari serat sintetis seperti polyester atau campuran aramid, membuatnya ringan, kuat, tahan abrasi, panas dan awet.
  • Diameternya lebih kecil dari jenis selang lain, biasanya berkisar antara 1,5 hingga 2,5 inci (3,8 hingga 6,4 cm). Mobilitas dan kontrolnya jadi lebih mudah oleh para pemadam.
  • Pengoperasian dapat mencapai tekanan tinggi hingga 400 psi (2758 kPa), untuk mengalirkan aliran air yang kuat langsung ke api.
  • Panjangnya sesuai standar selang pemadam, yaitu 50 kaki (15,2 meter), namun menyesuaikan juga dengan situasi.

2. Supply Fire Hose

Supply fire hose adalah selang pengumpan. Tugasnya sebagai aplikasi untuk mengangkut cairan atau gas dari sumber ke titik penggunaan. Berikut adalah rincian karakteristik utamanya:

  • Diameter lebih besar dari attack fire hose berkisar antara 2,5 hingga 4 inci (6,4 hingga 10,2 cm). Aliran air lebih besar untuk beberapa attack fire hose sekaligus.
  • Tekanan lebih tinggi mencapai lebih dari 600 psi (4137 kPa).
  • Bahan lebih tahan lama seperti karet atau campuran sintetis untuk menahan tekanan dan lingkungan yang lebih ekstrem.
  • Supply fire hose bisa jauh lebih panjang daripada selang penyerang, mulai dari 50 hingga 200 kaki (15,2 hingga 61 meter) menyesuaikan jarak ke sumber air.

3. Relay Hose

Selang relay atau relay hose merupakan jenis selang khusus yang digunakan dalam sistem pemadam kebakaran bertingkat. Jangkauannya melampaui selang tradisional karena memanfaatkan pompa dan katup relay untuk mengalirkan air ke atas bangunan tinggi. Karakteristiknya relay hose antara lain:

  • Lebih tebal dan kokoh karena menahan tekanan yang lebih besar – khususnya untuk gedung bertingkat.
  • Memiliki fleksibilitas yang bagus untuk memastikan jangkauannya tercapai.
  • Selang relay tersedia dalam berbagai panjang, biasanya mulai dari 50 kaki (15 meter) hingga 200 kaki (60 meter) – bisa disesuaikan tergantung kebutuhan.
  • Materialnya harus tebal seperti karet, EPDM, atau kombinasi bahan sintetis, supaya tahan terhadap tekanan, abrasi, dan kondisi cuaca.

4. Foam Hose

Terakhir ada selang busa atau foam hose. Kegunaannya adalah untuk menyalurkan busa pemadam dari alat ke titik kebakaran. Adapun karakteristik dari instrumen pemadam kebakaran yang masing cukup asing ini sebagai berikut:

  • Lebih tebal dan kokoh dari selang pemadam biasa, karena harus menahan tekanan dari air dan busa sekaligus yang sangat tinggi.

  • Permukaannya halus untuk meminimalkan gesekan dan memastikan aliran busa dapat keluar dengan lancar.
  • Umumnya terbuat dari karet, EPDM, atau kombinasi bahan sintetis, yang tahan terhadap bahan kimia sehingga durasi penggunaannya juga bisa lebih lama.
  • Selang busa dilengkapi dengan konektor khusus yang kompatibel dengan peralatan pemadam kebakaran dan nozzle busa.

Jenis – Jenis Selang Pemadam Kebakaran atau Fire Hose Berdasarkan Bahannya

Adapun fire hose terbagi menjadi beberapa jenis berbeda yang klasifikasinya berdasarkan bahan pembuatannya. Masing-masing material tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga kesesuaian penggunaan dan hasil akhirnya juga tidak sama. Kurang lebih, ada empat macam selang alat pemadam kebakaran di pasaran. Apa saja ragam jenis selang pemadam kebakaran tersebut berikut karakteristiknya?

1. Polyester Fire Hose

  • Jenis pertama dari selang pemadam yaitu polyester fire hose yang tentu mudah diketahui material utamanya. Selang pemadam polyester adalah jenis selang pemadam kebakaran yang terbuat dari benang polyester
    Selang pemadam polyester memiliki beberapa keunggulan dibandingkan material fire hose lainnya:
  • Memiliki bobot yang lebih ringan serta mudah dioperasikan, sehingga memudahkan petugas pemadam kebakaran untuk bergerak cepat dalam proses memadamkan api.
  • Mempunyai kekuatan yang bagus dan tahan lama, sehingga awet dan mampu bertahan dalam cuaca ekstrem.
  • Teruji tahan terhadap abrasi dan bahan kimia, sehingga tidak mudah rusak.
  • Ketahanan terhadap suhu ekstrem membuatnya dapat digunakan di berbagai kondisi cuaca.

2. Canvas Fire Hose

Selang pemadam kanvas atau canvas fire hose adalah jenis selang pemadam kebakaran yang terbuat dari kain kanvas yang dilapisi dengan karet atau plastik. Material ini sendiri sudah digunakan selama berabad-abad dan masih menjadi pilihan hingga kini. Alasannya antara lain:

  • Menawarkan harga bahan yang lebih murah jika dibandingkan material lainnya.
  • Bobotnya ringan dan tentu juga mudah dalam penggunaan.
    Ketahanan terhadap abrasi dan zat kimia cukup baik.
  • Dibandingkan dengan bahan-bahan selang pemadam lainnya, kanvas cukup mudah diperbaiki.
  • Tidak heran jika banyak yang menawarkan produk selang pemadam kebakaran kanvas, salah satunya fire hose OSW Canvas dari PT Sahabat Utama Suksesindo yang memiliki kualitas dan durabilitas sangat baik.

3. Rubber Fire Hose

Selang pemadam selanjutnya adalah rubber fire hose. Selang pemadam karet merupakan jenis selang pemadam kebakaran dari material karet. Berdasarkan statistik di lapangan, selang rubber menjadi jenis selang yang paling umum digunakan karena tersedia dalam berbagai ukuran dan panjang.
Dari sisi keunggulan, selang pemadam material rubber memiliki:

  • Durabilitas teruji sehingga dapat digunakan dalam waktu lama. Salah satunya karena memiliki ketahanan terhadap aktivitas abrasi.
  • Kuat menahan tekanan air yang tinggi saat proses mengalirkan air dari sumber.
  • Tahan dan tidak menunjukkan reaksi terhadap bahan kimia yang dapat mempengaruhi atau bahkan menggagalkan proses pemadaman.
  • Elastisitas dan fleksibilitasnya tinggi sehingga pengoperasian dan perawatannya sangat mudah.

4. Semi-Rigid Fire Hose 

Jenis terakhir dari selang alat pemadam kebakaran di gedung adalah semi-rigid fire hose. Material ini merupakan gabungan dari bahan karet dengan PVC. Bukan tanpa alasan sehingga penggabungan dua jenis bahan ini dapat terjadi. Berdasarkan karakteristik masing-masing, kombinasinya menghasilkan beberapa keuntungan berikut:

  • Bobotnya lebih ringan dengan fleksibilitas lebih baik dari selang karet, sehingga mudah dibawa dan digunakan kapan saja.
  • Lebih tahan dengan tekanan air yang tinggi dibandingkan selang PVC, sehingga cocok untuk menjadi material selang pada alat pemadam berat.
  • Penggulungan dan penyimpanannya lebih mudah, otomatis perawatannya juga lebih gampang.
  • Ketahanan pada abrasi dan zat kimia lebih baik dari selang PVC.

Apa Itu Selang Pemadam Kebakaran atau Fire Hose?

Fire hose adalah alat yang berfungsi untuk mengalirkan air dari suatu sumber ketika terjadi kebakaran. Dari mana sumber air yang dimaksud berasal? Bisa dari mobil pemadam kebakaran atau hydrant pillar yang terpasang pada jaringan instalasi di dalam gedung. 

Selang pemadam membantu proses pemadaman api menjadi lebih cepat karena dapat ditarik dan direntangkan sampai ke jarak yang jauh. Adapun fungsi-fungsi dari utama selang pemadam antara lain:

  • Mengalirkan air dari sumber air ke lokasi kebakaran supaya api lebih cepat dipadamkan.
  • Menjangkau area yang sulit dijangkau dengan mobil pemadam karena tidak semua lokasi di titik strategis.
  • Membantu memadamkan api dengan cepat dan efektif.