Ketahui Lebih dalam Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Mobil

  • Mampu Mencegah Mobil Terbakar

Alat pemadam api ringan bisa kamu gunakan sebagai alat pertolongan pertma saat terjadi kebakaran. Jadi dengan alat pemadam api ringan, diharapkan api tidak membesar dan merembet ke bagian lainnya. Berdasarkan hal tersebut, kamu perlu menyimpan alat pemadam api ringan di mobil sebab semua kendaraan memiliki resiko terbakar.

Mengapa kamu perlu menyimpan alat pemadam api ringan di mobil, karena mobil adalah sebuah benda yang tidak dilengkapi oleh sensor api. Jadi ketika mulai muncul percikan api dari mesin ataupun sistem kelistrikan, kamu bisa mencegah api membesar dengan menggunakan alat pemadam api ringan ini.

  • APAR Juga Memiliki Waktu Kadaluarsa

Ketika kamu mulai memutuskan untuk menyimpan alat pemada api ringan di mobil kesayangan, kamu juga perlu perhatikan kondisi dari alat pemadam api ringan tersebut, karena alat pemadam api ringan juga memiliki waktu kadaluarsa. Biasanya waktu kadaluarsa pada alat pemadam api ringan ini tertera pada stiker di bagian badan tabungnya.

Jadi ketika cairan dari alat pemadam api ringan sudah kadaluarsa, biasanya daya semprot dan cairan pemadamnya akan berkurang. Dengan menggunkan alat pemadam yang sudah kadaluarsa akan membuat sulit untuk dipadamkan.

  • Tips Menyimpan APAR di Mobil

Kemudian untuk menyimpannya di mobil, kamu bisa meletakkannya di bawa jok pengemudi atau penumpang depan. Kamu juga menyimpannya di bagasi mobil ataupun tempat lainnya yang penting alat pemadam tersebut mudah untuk dicari.

Memiliki APAR di dalam mobil merupakan suatu hal yang penting. Jadi mulai sekarang, kamu harus mulai melengkapi peralatan darurat. Jangan sampai ketika mobil kamu mengalami mulai muncul percikan api, kamu tidak bisa memadamkannya hanya karena tidak memiliki alat pemadam api ringan.

Cara Memadamkan Api Jika Terjadi Kebakaran di Mobil

  • Langkah pertama dalam menggunakan APAR adalah membuka kunci pengaman atau segel APAR. Setiap alat pemadam api dilengkapi dengan kunci pengaman untuk memastikan bahan di dalamnya aman dan tidak bocor.
  • Selanjutnya, tekan tuas dan sapukan ujung selang ke arah sumber api. Saat menggunakan alat pemadam bubuk, pegang tuas agar bahan bubuk yang ada di dalam tabung keluar dan pastikan bahan bubuk menutupi seluruh permukaan benda yang terbakar. Serbuk tersebut menutup sumber api sehingga tidak ada lagi oksigen di dalam benda yang terbakar. Ketika tidak ada lagi oksigen yang masuk, lampu mati secara otomatis.

Pentingnya Menyediakan APAR Portable di Mobil

Artikel ini akan menjelaskan mengapa keberadaan APAR di mobil Anda tidak boleh diabaikan dan pentingnya memastikan perlengkapannya.

  • Tanggap Terhadap Kebakaran Darurat: Kebakaran di dalam mobil dapat terjadi dengan cepat dan membutuhkan respons yang segera. Ketika terjadi kebakaran, APAR yang ada di dalam mobil memberikan akses cepat dan mudah untuk memadamkan api sebelum situasinya memburuk. Dengan memiliki APAR di mobil, Anda dapat merespons kebakaran dengan cepat dan membatasi kerusakan serta risiko yang mungkin timbul.
  • Melindungi Nyawa dan Kesejahteraan Penumpang: Kehadiran APAR di mobil tidak hanya melindungi kendaraan Anda, tetapi juga nyawa dan kesejahteraan pengemudi dan penumpang. Dalam situasi darurat kebakaran, APAR memberikan alat yang efektif untuk memadamkan api atau menciptakan jalan keluar yang aman. Hal ini membantu mengurangi risiko cedera serius dan memastikan keselamatan semua orang di dalam mobil.
  • Menghindari Kerusakan yang Lebih Parah: Kebakaran di dalam mobil dapat menyebabkan kerusakan yang parah pada bagian-bagian kendaraan, seperti mesin, kabel, atau sistem elektronik. Dengan adanya APAR, Anda dapat mengendalikan api segera setelah terjadi kebakaran dan membatasi kerusakan yang lebih parah. Ini dapat membantu menghemat biaya perbaikan yang signifikan dan memperpanjang umur kendaraan Anda.
  • Menjaga Kepatuhan Terhadap Persyaratan Hukum: Beberapa yurisdiksi mewajibkan adanya APAR di dalam mobil sebagai persyaratan hukum. Memiliki APAR di mobil tidak hanya menjaga keamanan diri dan penumpang, tetapi juga mematuhi regulasi dan persyaratan hukum yang berlaku. Dengan memastikan adanya APAR, Anda menunjukkan kesadaran akan tanggung jawab Anda sebagai pemilik kendaraan dan menghindari konsekuensi hukum yang mungkin timbul.
  • Menghadapi Kebakaran di Lingkungan Lain: Tidak hanya dalam mobil, keberadaan APAR juga berguna ketika Anda berada di lingkungan lain. Ketika mengendarai mobil, Anda mungkin berhenti di tempat umum, seperti pom bensin, rest area, atau area parkir yang ramai. Dalam situasi darurat, APAR di mobil dapat digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran di sekitar Anda dan membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.

Langkah Padamkan Api dengan APAR

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk mematikan api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan):

Evaluasi Keselamatan: Pastikan Anda berada di tempat yang aman dan tidak terancam oleh api. Jika kebakaran terjadi di area yang berbahaya atau di luar kemampuan Anda, segera keluar dari area tersebut dan hubungi petugas pemadam kebakaran.

  1. Cari APAR terdekat dan pastikan Anda mengenali jenis APAR yang Anda miliki (misalnya, APAR ABC, CO2, busa, atau air).
  2. Pastikan APAR berada dalam kondisi baik, tidak rusak, dan masih dalam tanggal kedaluwarsa yang valid. Periksa juga indikator tekanan pada tabung APAR untuk memastikan tekanan yang cukup.
  3. Berdirilah dalam posisi yang aman dan jangan berada terlalu dekat dengan api. Pastikan Anda memiliki jalur keluar yang jelas jika keadaan memburuk.
  4. Saat menggunakan APAR, arahkan nozel atau ujung selang APAR ke titik awal api. Pastikan Anda berada dalam jarak yang aman dan tetap tenang.
  5. Aktifkan APAR dengan mengaktifkan tuas atau menekan tombol yang sesuai. Pada beberapa APAR, Anda mungkin perlu melepas tutup pelindung sebelumnya.
  6. Arahkan aliran agen pemadam api secara langsung ke titik api atau ke pangkal api. Usahakan agar agen pemadam api mencakup seluruh area yang terkena api.
  7. Bergeraklah secara perlahan dari titik api menuju pangkal api, jika memungkinkan. Terus arahkan aliran agen pemadam api dan pastikan Anda melindungi diri Anda sendiri dengan tidak terlalu dekat dengan api yang berkobar.
  8. Setelah memadamkan api, tetap waspada terhadap kemungkinan api yang bisa kembali menyala. Periksa area sekitar dan pastikan tidak ada tanda-tanda kebakaran yang masih berlangsung.
  9. Segera laporkan kejadian ke petugas keamanan atau otoritas yang berwenang, serta pastikan pemadaman api telah dilakukan dengan benar.

Pentingnya Memiliki Apar Mobil

Dari informasi di atas, pastinya kamu sudah tahu kalau apar mobil ini termasuk barang penting yang harus dimiliki. Sesuai yang ada di Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor: KP.972/AJ.502/DRJD/2020 mengenai Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor dan sudah disahkan pada 18 Februari 2020 lalu.

Selain itu, apar mobil sebagai alat pertolongan pertama juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang berisikan tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau LLAJ pasal 57 ayat 3. Bahkan di dalam peraturan tersebut juga disebutkan beberapa perlengkapan wajib yang harus dipenuhi untuk kendaraan roda empat, termasuk APAR mobil ini. Sementara itu, untuk kamu yang ingin tahu pentingnya memiliki apar mobil ini simak disini, ya:

1. Mencegah Terjadinya Kebakaran Lebih Awal

Salah satu pentingnya alat ini adalah dapat mencegah terjadinya kebakaran lebih awal, sehingga api yang mulai muncul nggak membesar dan menyebar ke bagian yang lain. Selain itu, dalam hal ini, pencegahan api dengan apar mobil bisa dilakukan dengan lebih cepat, terutama saat kamu mulai melihat ciri-cirinya.

Adapun ciri-ciri mobil yang perlu mendapatkan tindakan lebih awal sebelum terjadinya kebakaran besar adalah, seperti korsleting listrik atau adanya percikan api dari salah satu komponen mesin mobil yang rusak. Bahkan, untuk keadaan darurat sekalipun, penangan lebih cepat ini bisa membatasi kerusakan yang terjadi serta melindungi penumpang yang ada di dalam mobil, loh.

2. Perlindungan Pengemudi dan Penumpang

Hal kedua yang juga penting untuk memiliki alat ini yaitu dapat melindungi pengemudi dan penumpang dari bahayanya kebakaran. Perlu kamu tahu juga, saat terjadi kebakaran di dalam mobil, alat ini bisa kamu manfaatkan untuk memadamkan api sebelum terjadinya api membesar dan merambat ke area penumpang.

Selain itu, apar mobil pun bisa kamu gunakan untuk mematikan api kebakaran agar nggak meluas ke bagian-bagian penting kendaraan, terutama pada ruang mesin atau tangki bahan bakar, nih.

3. Mengatasi Kebakaran Darurat di Jalan Raya

Saat melakukan perjalanan jauh, kamu nggak bisa perkirakan masalah apa aja yang bakal terjadi nantinya. Mengingat di setiap perjalanan jauh kamu bakal lebih sulit untuk menemukan tempat maupun akses petugas pemadam kebakaran, maka kamu membutuhkan apar mobil ini sebagai salah satu kunci untuk penyelamatan.

Selain itu, pentingnya peralatan ini juga bisa dijadikan sebagai penyelamat untuk mobil pribadi, loh. Dari bentuknya yang kecil dan mudah disimpan dimana aja, kamu bisa menyediakan alat ini di mobil. Terlebih lagi, alat ini juga siap untuk digunakan kapan aja dan dimana aja untuk mencegah terjadinya kebakaran menjadi lebih besar, ya.

4. Sebagai Pertolongan Pertama

Kehadiran apar mobil ini memang sudah menjadi peralatan wajib yang harus dimiliki oleh setiap mobil. Hal itu dikarenakan, seringnya terjadi mobil terbakar saat berada di kondisi jalan maupun terparkir. Selain itu, kelengkapan peralatan ini bisa menjadi pertolongan pertama dan darurat bagi siapapun yang melihat kendaraan mengalami resiko terbakar.

Bahkan, kamu bisa menggunakan peralatan ini lebih mudah, yaitu membuka segel pengaman, lalu mengarahkan ujung selang ke sumber api. Tekan tuas apar hingga penuh, kemudian sapukan isi apar ke api dengan sisi kanan dan ke sisi kiri sampai tersebar secara merata. Lakukan berulang kali sampai api padam, ya.

5. Memenuhi Peraturan Keamanan dan Keselamatan Berkendara

Sama seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pentingnya peralatan ini bukan cuma untuk menyelamatkan pengemudi dan penumpang, melainkan juga memenuhi peraturan serta syarat berkendara agar tetap aman dan selamat. Apalagi, peraturan tersebut sudah tercantum dan dijelaskan di dalam peraturan undang-undang.

Pengisian Ulang APAR

Setiap tabung alat pemadam api ringan harus diisi kembali dengan cara:

  • untuk asam soda, busa, bahan kimia, harus diisi setahun sekali;
  • untuk jenis cairan busa yang dicampur lebih dahulu harus diisi 2 (dua) tahun sekali;
  • untuk jenis tabung gas hydrocarbon berhalogen, tabung harus diisi 3 (tiga tahun sekali, sedangkan jenis Iainnya diisi selambat-lambatnya 5 (lima) tahun.
  • Bagian dalam dari tabung APAR hydrocarbon berhalogen atau tepung kering (dry chemical) harus benar-benar kering sebelum diisi kembali

Alat pemadam api ringan jenis cairan dan busa diisi kembali dengan cara:

  • Bagian dalam dari tabung alat pemadam api jenis cairan dan busa (chemical, harus dicuci dengan air bersih)
  • Saringan, bagian dalam tabung, pipa pelepas isi dalam tabung dan alat-alat expansi tidak boleh buntu atau tersumbat.
  • Pengisian ulang tidak boleh melewati tanda batas yang tertera.
  • Setiap melakukan penglarutan yang diperlukan, harus dilakukan dalam bejana yang tersendiri.
  • Larutan sodium bicarbonat atau larutan lainnya yang memerlukan penyaringan pelaksanaannya dilakukan secara menuangkan kedalam tabung melalui saringan.
  • Timbel penahan alat lainnya untuk menahan asam atau larutan garam asam ditempatkan kembali ke dalam tabung.
  • Timbel penahan yang agak longgar harus diberi lapisan tipis/petroleum jelly sebelum dimasukan.
  • Tabung gas sistim dikempa harus diisi dengan gas atau udara sampai pada batas tekanan kerja, kemudian ditimbang sesuai dengan berat isinya termasuk lapisan zat pelindung.

Alat pemadam api ringan jenis hydrocarbon berhalogen harus diisi kernbali dengan cara:

  • Untuk tabung gas bertekanan, harus diisi dengan gas atau udara kering sampai batas tekanan kerjanya.
  • Tabung gas bertekanan dimaksud harus ditimbang dan lapisan cat pelidung dalam keadaan baik.
  • Jika digunakan katup atau pen pengaman, katup atau pen pengaman tersebut harus sudah terpasang sebelum tabung dikembalikan pada kedudukannya.
     

Alat pemadam api ringan jenis tepung kering (dry chemical) harus diisi dengan cara:

  • Dinding tabung dan mulut pancar (nozzle) dibersihkan dan tepung kening (dry chemical) yang melekat;
  • Ditiup dengan udara kering dan kompressor;
  • Bagian sebelah dalam dari tabung harus diusahakan selalu dalam keadaan kering;
  • Untuk tabung gas bertekanan harus ditimbang dan lapisan cat perlindungan harus dalam keadaan baik.
  • Katup atau pen pengaman harus sudah terpasang sebelum tabung dikembalikan pada kedudukannya. 

Semua alat pemadam api ringan sebelum diisi kembali, harus dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan pemeriksaan 6 bulan dan 12 bulan, dan kemungkinan harus dilakukan tindakan sebagai berikut:

  • Isinya dikosongkan secara normal;
  • Setelah seluruh isi tabung dialihkan keluar, katup kepala dibuka dan tabung serta alat-alat diperiksa.
  • Apabila dalam pemeriksaan alat-alat tersebut terdapat adanya cacat yang menyebabkan kurang amannya alat pemadam api dimaksud, maka segera harus diadakan penelitian.
  • Bagian dalam dan luar tabung, harus diteliti untuk memastikan bahwa tidak terdapat tubanglubang atau cacat karena karat.
  • Setelah cacat-cacat tersebut yang mungkin mengakibatkan kelemahan konstruksi diperbaiki, alat pemadam api harus diuji kembali dengan tekanan.
  • Ulir tutup kepala harus diberi gemuk tipis, gelang tutup ditempatkan kembali dan tutup kepala dipasang dengan mengunci sampai kuat.
  • Apabila gelang tutup terbuat dari karet, harus dijaga gelang tidak terkena gemuk. 
  • Tanggal, bulan dan tahun pengisian, harus dicatat pada badan alat pemadam api ringan tersebut. 
  • Alat pemadam api ringan ditempatkan kembali pada posisi yang tepat.
  • Penelitian berlaku juga terhadap jenis yang kedap tumpah dan botol yang dipecah.
  • Pengisian kembali alat pemadam api jenis carbon dioxida (CO2) dilakukan sesuai dengan ketentuan diatas.

Bagaimana Cara Perawatannya APAR?

  • Melakukan perawatan secara teratur
    Cara merawat alat pemadam yang pertama adalah dengan melakukan perawatan secara teratur pada permukaan APAR. Anda bisa membersihkan permukaan alat pemadam api ringan dengan menggunakan kain setengah basah. Apabila APAR mengalami karat Anda bisa menyertakan alat pembersih karat setelah mengelapnya dengan kain setengah basah dengan waktu teratur.
     
  • Pastikan Anda memeriksa bagian leher
    Cara merawat alat pemadam yang kedua apabila Anda menggunakan alat pemadam api ringan yang memiliki leher pastikan Anda memeriksa bagian leher dengan teratur agar Anda mengetahui apakah terjadi kebocoran atau tidak.
     
  • Melakukan pemeriksaan pada jarum tekanan
    Cara merawat alat pemadam yang ketiga adalah dengan melakukan pemeriksaan pada jarum tekanan. Anda harus pastikan tekanan yang ada pada jarum berada di posisi 15 sampai dengan 20 bar. Pengecekan ini harus dilakukan secara teratur karena akan berpengaruh pada APAR saat akan digunakan dalam kebutuhan mendesak. Pastikan jangan sampai kurang dari 15 atau lebih dari 20, apabila kurang dan kelebihan APAR tidak akan berfungsi dengan optimal.
     
  • Hindarkan tabung dari sinar matahari langsung
    Cara merawat alat pemadam yang ke empat adalah hindarkan tabung alat pemadam api ringan dari sinar matahari langsung. Selain sinar matahari Anda juga harus menghindarkan alat pemadam api ringan dari hujan karena yang biasa terkena panas dan hujan akan mengalami pengeroposan pada tabung alat pemadam api ringan. Anda bisa menggunakan penutup agar APAR terhindar dari sinar matahari dan hujan sehingga dapat tahan lama.
     
  • Pastikan bracket terkait dengan sempurna pada dinding
    Cara merawat alat pemadam yang ke lima adalah pastikan bracket terkait dengan sempurna pada dinding. Alat pemadam kebakaran portabel biasa diletakkan menggantung pada sisi ruangan agar memudahkan pengambilan saat dibutuhkan. Untuk itu perawatan bagian penggantung juga dibutuhkan agar alat pemadam api ringan tidak tiba-tiba jatuh.
     
  • Memastikan apakah roda bisa berfungsi
    Cara merawat alat pemadam yang ke enam khusus untuk APAR yang menggunakan troli yaitu Anda harus memastikan apakah roda bisa berfungsi dengan baik. Hal in dilakukan untuk menghindari terjadinya kemacetan roda. Dari sini Anda juga bisa menilai apakah APAR troli yang Anda gunakan bisa berfungsi dengan baik saat dibutuhkan dalam keperluan mendesak.
     
  • Pastikan APAR berada di kondisi yang baik
    Cara yang terakhir pastikan bahwa APAR berada di kondisi yang baik dengan melakukan pengisian ulang 4 tahun sekali meski tidak digunakan. Karena walaupun tidak digunakan APAR akan mengalami pemuaian yang cukup signifikan sehingga tetap membutuhkan isi ulang minimal 4 tahun sekali agar berfungsi dengan baik saat digunakan.
    Untuk melakukan pembersihan dan pengecekan fungsi Anda dapat melakukannya setidaknya 1atau 2 bulan sekali agar alat pemadam bisa berfungsi dengan optimal saat dibutuhkan.

Alasan mengapa refill APAR perlu dilakukan secara berkala!

APAR atau Alat Pemadam Api harus diisi ulang secara berkala? apalagi APAR merupakan alat keamanan yang harus selalu siap pakai. Jadi refill APAR harus dicek dan diisi ulang kembali secara berkala sesuai regulasi pemerintah yaitu setiap 2 tahun sekali, misalnya untuk memastikan kadaluarsa dan penurunan tekanan pada APAR.

Apakah jika hanya dipakai sekali dan sedikit APAR harus tetap diisi ulang? APAR hanya bisa dipakai sekali, karena jika segel sudah dibuka, lama-lama indikator tekanannya akan berkurang bisa di lihat dari indikator jarumnya mengarah ke arah kiri di area berwarna merah dan media di dalamnya sudah tidak dalam kondisi baik lagi. Sehingga, dikhawatirkan ketika APAR harus digunakan dalam kondisi urgent APAR tersebut sudah tidak dalam kondisi baik bahkan tidak berfungsi lagi.

Cara isi Ulang APAR yang tepat

Anda wajib tahu bawa proses ataupun metode pengisian APAR berbeda-beda. Semuanya tergantung dari media ataupun isian APAR yang akan diisi ulang. Pengisian APAR tidak bisa dilakukan secara pribadi. Anda harus menggunakan jasa isi ulang tabung pemadam yang terpercaya dan berkualitas. Berikut ini kami jelaskan cara isi ulang APAR, prosesnya adalah sebagai berikut:

1. Proses Pengeluaran Sisa Bahan Media Racun Api (Pembersihan)

Sebelum tabung APAR diisi ulang, media atau isian APAR harus dikosongkan secara tuntas (dibersihkan) terlebih dahulu. Proses pengeluaran media APAR dilakukan dengan menekan tuas di tabung APAR. Ketika tuas ditekan, nitrogen serta media APAR akan keluar perlahan.

2. Pembukaan Valve

Proses pengeluaran sisa bahan sebelumnya akan mempermudah pembukaan valve (tuas tabung APAR). Tuas tabung APAR bisa diputar dan terlepas dengan lebih leluasa ketika tabung APAR kosong. Maka dari itu para petugas isi ulang tabung APAR, selalu mengosongkan tabung pemadam terlebih dahulu. Hal tersebut dikarenakan valve akan sangat sulit dibuka ketika tabung pemadam apar belum sepenuhnya kosong. Khusus untuk tabung pemadam yang menggunakan media powder, biasanya petugas akan membutuhkan tenaga ekstra. Ini dikarenakan media dry chemcial powder cenderung menjadi gumpalan. Adanya gumpalan tersebut bisa menyulitkan dan menghambat proses pembersihan tabung terutama pembukaan valve.

3. Pengisian Media APAR pada Tabung Kosong

Setelah tabung sudah dipastikan kosong dan bersih, serta valvenya telah terbuka, petugas bisa melakukan isi ulang tabung pemadam api. Selain melihat label yang menyatakan berat atau ukuran tabung, petugas biasanya menimbang tabung apar terlebih dahulu. Ini dimaksudkan untuk memeriksa dan memastikan berat tabung pemadam  apar sebelum diisi ulang media racun api. Petugas akan melakukan proses isi ulang tabung pemadam APAR dengan peralatan yang tersedia. Proses pengisian tabung pemadam api memang harus dilakukan oleh petugas khusus. Ini dikarenakan petugas yang sudah terlatih akan melakukannya dengan tepat, aman, dan terukur dengan baik.

4. Pengecekan Seluruh Komponen Tabung APAR

Setelah petugas melakukan proses isi ulang tabung pemadam APAR, petugas akan memeriksa semua komponen tabung pemadam api. Petugas akan memeriksa keadaan tabung pemadam api secara menyeluruh mulai dari segel, selang handgrip, bahkan cat tabungnya. Ini bertujuan agar tabung APAR bisa kembali digunakan secara efektif setelah proses isi ulang tabung pemadam api tanpa kendala apapun.

5. Penimbangan Tabung APAR

Setelah tabung pemadam api telah dikosongkan, dibuka valvenya, diisi ulang media racun api, dan diperiksa seluruh komponennya, tabung akan segera ditimbang. Penimbangan ini bertujuan untuk memeriksa media tabung sudah terisi penuh dan sesuai dengan label pada tabung APAR.

6. Mengetes Kebocoran Tabung APAR

Proses ini menjadi sangat penting jika mengingat akibat kalau salah penggunaan. Tes tabung APAR yang digunakan dengan menggunakan media kolam air untuk mengetahui adanya buliran gas atau tekanan N2 yang keluar dari tabung pemadam APAR. Ada alat khusus yang digunakan untuk pengetesan adalah Hydrotest. Fungsinya adalah untuk mengetahui kondisi tabung tersebut bahwa berada dalam kondisi dan keadaan prima serta baik-baik saja.

7. Memasang Segel Tabung Pemadam APAR Siap Pakai

Segel atau seal yang dipakai untuk tabung APAR adalah kabel tis khusus untuk mengunci pin dengan tuas apar. Untuk penggunaannya perlu menarik kunci atau segel tersebut. Kemudian menekan tuas pegangan dengan tangan utama, sedangkan tangan yang lain mengarahkan selang APAR ke sumber api. Cara tersebut merupakan standar untuk menggunakan tabung pemadam kebakaran. Anda dapat melihat instruksi itu pada label yang tertera. Itulah semua proses yang harus dijalankan dalam melakukan isi ulang APAR.

Kapan waktu yang tepat untuk isi ulang apar?

Ingat 2S, Adalah Waktu yang Tepat untuk Isi Ulang Tabung Pemadam APAR. Proses isi ulang tabung pemadam api tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada waktu-waktu yang tepat dan proporsional untuk melakukan proses isi ulang. Adapun waktu ataupun periode yang tepat untuk melakukan proses refill pada tabung APAR adalah sebagai berikut:

1. Setelah APAR Digunakan Sekali untuk Memadamkan Api

Berbeda dengan botol-botol air mineral jernih yang bisa tembus pandang, tabung APAR tidak demikian. Tabung APAR yang sudah dipergunakan sekali saja untuk memadamkan kebakaran ringan, sudah harus langsung diisi ulang. Anda tidak bisa melihat jumlah gas dalam tabung tersebut. Yang bisa Anda lakukan adalah membawanya pada jasa isi ulang. Penyedia jasa isi ulang APAR akan menimbang berat tabung tersebut. Misalnya tabung dengan kapasitas 5 Kg, telah menjadi 1 Kg setelah pemakaian. Maka penyedia jasa isi ulang APAR akan langsung melakukan proses isi ulang tabung pemadam apar sesuai dengan kebutuhan. Jangan pernah menunda-nunda untuk melakukan isi ulang tabung APAR yang sudah expired, pernah digunakan atau bahkan kosong. Anda tidak mungkin menanggulangi kebakaran berskala ringan lagi jika hanya memiliki APAR yang kosong atau yang sudah expired. Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Guna mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran skala berat, pastikan mengisi ulang APAR setelah expired atau digunakan.

2. Setelah Media Racun Api Expired (Kadaluarsa)

Meskipun Anda merasa belum pernah menggunakan APAR selama beberapa tahun, APAR tersebut tetap harus diisi ulang. Ini dikarenakan tabung pemadam api dengan bahan isian yang kadaluarsa, tidak akan berfungsi dengan baik dalam memadamkan api. Tabung pemadam apar dry powder akan menggumpal ketika expired, tabung pemadam apar berisi foam sudah akan encer ketika kadaluarsa. Gas clean agent juga tidak akan mengeluarkan gas lagi. Waktu penggantian isi tabung pemadam harus diisi setiap 2 tahun sekali. Proses refill pemadam apar bisa dilakukan kurang dari batas tersebut atau sesuai dengan yang tertera pada sticker masa expired tabung pemadam apar tersebut.