Sejarah Penggunaan Selang Pemadam dari Kanvas

Di Amsterdam, Belanda, Inspektur Pemadam Kebakaran, Jan van der Heyden bersama saudaranya, Nicolaes, memadamkan kebakaran pertama yang menggunakan selang di tahun 1673.

Waktu itu, mereka membuat selang dengan bahan kulit sepanjang 15 meter yang dijahit menyerupai kaki sepatu bot. Meskipun dengan tekanan terbatas, instalasi selang ke nosel leher angsa memungkinkan proses pemadaman menjadi lebih cepat dan akurat. Inspektur Van der Heyden juga dianggap sebagai sosok penting yang menciptakan selang isap dengan memanfaatkan kawat supaya tetap kaku.

Catatan tentang penggunaan selang kanvas terjadi di Philadelphia, Amerika Serikat, pada 1794. Selang dari bahan kanvas ini ternyata kurang tahan lama. Mereka kemudian kembali menggunakan selang kulit. Namun lagi-lagi, selang kulit yang dijahit justru mudah pecah. 

Sebuah perusahaaan selang asal Philadelphia kemudian membuat selang kulit yang digabungkan dengan paku, ring dan tembaga. Pada tahun 1890-an, selang pemadam yang dibuat dari benang linen yang ditenun melingkar perlahan menggantikan selang kulit. Selang ini bobotnya lebih.

Seiring berjalannya waktu, penggunaan material kanvas untuk membuat selang pemadam mulai kembali dilakukan. Selang ini juga dibuat dengan menggunakan serat kain berkualitas tinggi. Sementara di bagian dalamnya diberi pelapis karat yang membuat selang tidak mudah bocor dan mampu menahan air dengan tekanan tinggi. 

Selang kanvas yang bisa Anda temukan di pasaran memiliki variasi panjang antara 10-30 meter per unitnya. Diameternya pun bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Ada yang berdiameter 1,5 inci, 2 inci hingga 2,5 inci. Selang kanvas ini dilengkapi dengan coupling pada kedua ujungnya. Adanya coupling yang terbuat dari aluminium dan kuningan ini akan memudahkan Anda menyambungkan dua selang jika kurang panjang atau langsung menghubungkannya ke konektor hydrant nozzle. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *