Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran

Perhatikan langkah-langkah Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran seperti berikut ini:

  • Tetap tenang dan jangan panik
  • Segera menuju tangga darurat yang terdekat dengan berjalan biasa dengan cepat namun tidak berlari
  • Lepaskan sepatu hak tinggi karena menyulitkan dalam langkah kaki
  • Janganlah membawa barang yang lebih besar dari tas kantor/tas tangan
  • Beritahu orang lain/tamu yang masih berada didalam ruangan lain untuk segera melakukan evakuasi
  • Bila pandangan tertutup asap, berjalanlah dengan merayap pada tembok atau pegangan pada tangga, atur pernafasan pendek-pendek
  • jangan berbalik arah karena akan bertabrakan dengan orang-orang dibelakang anda dan menghambat evakuasi
  • Segeralah menuju titik kumpul yang ada di tempat tersebut untuk menunggu instruksi berikutnya

PROSEDUR PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN

Berikut ini akan dijelaskan cara menanggulangi kebakaran secara tepat yang perlu Anda ketahui.


1. Berusahalah untuk tetap tenang (jangan panik) ketika tiba-tiba terjadi kebakaran di sekitar Anda.
2. Apabila kebakaran tersebut masih bisa diatasi dengan menggunakan APAR sebaiknya segera gunakan alat tersebut atau bisa juga dengan menggunakan karung goni yang telah dibasahi menggunakan air. Kebakaran skala kecil biasanya bisa diatas dengan menggunakan alat tersebut tetapi pastikan Anda melakukannya dengan segera agar kebakaran tidak semakin menjalar.
3. Apabila ternyata kebakaran tersebut disebabkan oleh adanya konsleting listrik sebaiknya segara matikan saklar utama listrik di rumah Anda.
4. Segera tutup ruangan yang sedang mengalami kebakaran agar tidak menjalar ke ruangan lainnya. Sebaiknya jangan kunci ruangan yang terbakar tersebut agar petugas lebih mudah dalam memadamkan api.
5. Jika kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran berskala besar sebaiknya segera selamatkan diri Anda dan keluarga dan langsung berusaha keluar rumah. Hindari kesibukan menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah karena hal tersebut justru sangat membahayakan nyawa Anda.
6. Pada saat terjadi kebakaran upayakan agar Anda tidak menghirup asap tebal yang muncul dari kebakaran tersebut. Anda bisa berjalan merangkak serta bernafas dengan menundukkan kepala ke lantai. Selaun itu gunakan kain yang basah untuk menutupi hidung Anda sehingga Anda akan lebih mudah ketika bernafas.
7. Menanggulangi kebakaran berikutnya yaitu dengan mencari jalan melalui pintu tetapi dengan menempelkan belakang telapak tangan pada pintu untuk mngetahui suhunya. Selain itu peganglah handle pintu jika sudah terasa panas sebaiknya Anda cari jalur keluar lainnya yang aman dari kobaran api.
8. Lakukan latihan evakuasi kebakaran sebagai bentuk cara menaggulangi kebakaran serta upaya untuk menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
9. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran dengan menelepon pada nomor 112 apabila api memang sudah mulai sulit untuk dikendalikan.

Jangan Panik, Berikut Cara Menyelamatkan Diri saat Terjadi Kebakaran di Gedung

Berikut yang bisa dilakukan jika terjadi kebakaran di dalam Gedung:

  • Cari Tangga Darurat 

Upayakan segera temukan dan menuju ke tangga darurat. Bagian ini memang dirancang khusus untuk jalan keluar dalam keadaan darurat.

  • Tetap Tenang

Saat diri tenang pikiran akan lebih jernih sehingga tidak bertindak nekat. Pikiran yang kalut membuat kita sulit memutuskan tindakan apa yang akan kita lakuan saat keadaan genting.

  • Pahami Jalur Evakuasi

Dengan mengetahui rute penyelamatan kita dapat lebih cepat menyelamatkan diri.

  • Hindari Keramaian

Jika terjebak keramaian segera cari jalan lain ke ujung ruangan lorong atau tangga. Umumnya saat keadaan darurat orang akan bertumpuk di satu titik. Maka hindari keramaian itu dengan mencari jalur lain.

5 Langkah Penting Menyelamatkan Diri dari Kebakaran

  1. Jangan Panik


Saat terjadi peristiwa di luar dugaan, kepanikan hanya akan membuyarkan konsentrasi dan mendorong munculnya kecerobohan. Rute penyelamatan atau denah tempat kerja yang sudah lekat dalam ingatan juga bisa dihilangkan seketika oleh rasa panik.
Usahakan untuk tetap tenang dan ingat kembali denah tempat kerja atau rute keselamatan. Biasanya denah atau rute keselamatan itu terpasang dekat tangga atau lift.

  • Matikan Peralatan Listrik

    Saat mendengar alarm kebakaran, jangan buru-buru meninggalkan meja kerja. Biasanya kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek listrik, sehingga sebaiknya matikan atau lepaskan peralatan listrik. kemudian amankan dokumen yang dirasa penting.
  • Lindungi Saluran Pernapasan

    Saat titik kebakaran berada cukup dekat, maka asap bisa jadi tak terhindarkan. Segera lindungi hidung dan mulut dengan tisu, tisu basah, sapu tangan atau bisa juga atasan yang dipakai. Asap kebakaran yang terhirup bisa beraki. Asap akan bergerak ke atas, sehingga bungkukkan badan serendah mungkin, atau merangkaklah. Saat terjebak asap dalam kondisi ramai, tetap berada di posisi semula, tapi tetap bungkukkan badan. Tetap tutup hidung dan mulut dan bernapas perlahan.
  • Ikuti Petunjuk Evakuasi

    Biasanya jika kebakaran terjadi di sebuah gedung, akan ada pengeras yang memberikan petunjuk arah untuk penghuni gedung. Namun jika tidak ada, ikuti petunjuk arah evakuasi yang biasa terpasang di dinding.
    Satu hal yang harus diperhatikan adalah jangan keluar dari gedung menggunaan lift karena dikhawatirkan dapat berhenti mendadak saat kondisi darurat. Selain terjebak di dalam lift, orang juga dapat mengalami gangguan saraf akibat lift yang berhenti mendadak. Dalam situasi seperti ini, disarankan untuk menggunakan tangga darurat.

Cara menyelamatkan diri ketika terjadi kebakaran didalam gedung

  • Mengetahui rute penyelamatan
    Yang harus diperhatikan pertama kali ketika anda berada didalam sebuah gedung, baik kantor ,hotel atau mall adalah harus mengetahui rute darurat untuk penyelamatan diri ketika terjadi sesuatu. Hal tersebut agar anda bisa menyelamatkan diri ketika terjadi bencana gempa bumi ataupun kebakaran.

  • Menghindari kepanikan
    Ketika terjadi musibah tentu kita akan merasa panik, justru kepanikan bisa menjadi berbahaya karena anda tidak bisa fokus untuk menyelamatkan diri. ada baiknya tetap tenang dan mencari jalan keluar ketika terjadi kebakaran. Anda bisa mengakses tangga darurat untuk keluar dari dalam gedung.

  • Gunakan akses menyelematkan diri
    Pada dasarnya, konsep proteksi pasik adalah untuk menghambat waktu rambat api. Terutama pada lorong dalam sebuah gedung agar para penghuni gedung bisa mencapai tangga darurat. Biasanya dalam gedung publik keamanan lorong tersebut sudah terjamin. Sehingga bisa dilakukan penyelamatan diri ketika terjadi sesuatu seperti kebakaran.

  • Gunakan tangga darurat
    Dalam sebuah gedung biasanya tangga darurat dibuat dengan kontruksi aman. Sebab bagian ini sudah didesain khusus untuk menjadi jalan keluar yang diandalkan dalam keadaan darurat. Maka dari itu, pastikan Anda menggunakan akses ini dan menghindari elevator, serta ruang-ruang tertutup lainnya.

Cara Menggunakan APAR Mobil

Menggunakan APAR tidak sesulit yang mungkin Anda pikirkan. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menggunakan APAR mobil:

  • Akses dengan Cepat: Pastikan APAR mudah diakses dan tidak tertutupi oleh barang-barang di dalam mobil.
  • Tandai Arah Angin: Pastikan Anda berada di sisi yang benar saat memadamkan api, sehingga asap tidak berhembus ke arah Anda.
  • Pegang Pegangan dan Arahkan Nozzle: Pegang pegangan APAR dengan kuat, arahkan nozzle (ujung alat) ke api.
  • Tekan Tuas: Tekan tuas dengan mantap untuk memadamkan api. Jika Anda melepaskan tuas, aliran bahan pemadam api akan berhenti.
  • Lakukan Gerakan Memindah-Mindahkan: Lakukan gerakan memindah-mindahkan dari satu titik api ke titik lain untuk memastikan api benar-benar padam.

Jenis Apar Mobil 

Ada beberapa jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang biasa digunakan di mobil dan kendaraan lainnya. Setiap jenis APAR memiliki kegunaan dan karakteristiknya sendiri. Berikut adalah beberapa jenis APAR mobil yang umum:

  • APAR Bahan Kimia Kering (Dry Chemical)

Ini adalah jenis APAR yang paling umum dan sering digunakan. Bahan kimia kering dalam APAR ini mengandung serbuk yang efektif untuk memadamkan api dari berbagai sumber, termasuk api kelas A, B, dan C. 

Api kelas A adalah api yang dihasilkan dari bahan padat seperti kayu atau kertas, kelas B adalah api dari bahan cair seperti minyak atau bensin, dan kelas C adalah api dari bahan gas. APAR bahan kimia kering efektif dan serbaguna, membuatnya cocok untuk penggunaan di kendaraan.​​​​​​

  • APAR Karbon Dioksida (CO2)

APAR CO2 menggunakan gas karbon dioksida yang tidak meninggalkan residu atau residu kimia setelah pemadaman. Ini adalah pilihan yang baik untuk memadamkan api pada peralatan listrik atau elektronik di dalam kendaraan, karena tidak menghantarkan listrik. Namun, APAR CO2 harus digunakan dengan hati-hati, karena gas ini dapat menghilangkan oksigen dari area di sekitar api.

APAR Bahan Kimia Busa (Foam)

APAR bahan kimia busa menghasilkan busa yang efektif dalam memadamkan api kelas A dan B. Busa tersebut membungkus api dan mendinginkannya, sehingga menghambat proses pembakaran. APAR ini juga cocok untuk memadamkan api pada cairan yang mudah terbakar.

  • APAR Air Tekanan Rendah

APAR air tekanan rendah mengeluarkan aliran air dalam tekanan rendah untuk memadamkan api. Ini biasanya digunakan untuk memadamkan api kelas A dan tidak cocok untuk memadamkan api kelas B atau C. Pemadaman dengan air tekanan rendah dapat meninggalkan residu air yang harus diatasi setelahnya.

  • APAR Bahan Kimia Halon (Tidak Umum)

Halon adalah zat kimia yang efektif dalam memadamkan api dan tidak meninggalkan residu. Namun, penggunaan halon telah dikurangi karena efek negatifnya terhadap lingkungan dan lapisan ozon. Beberapa kendaraan mungkin masih menggunakan APAR bahan kimia halon yang lebih lama.

Cara Mengatasi Mobil Terbakar

1. Matikan Mesin

Jika saat diperjalanan OtoFriends menemukan mobil yang sudah berasap atau mengeluarkan percikan api segeralah menepi dan berhenti. Setelah itu, matikan mesin supaya kebakaran tidak menjalar ke komponen lainnya. 

Mematikan mesin mobil adalah langkah yang tepat karena komponen juga otomatis berhenti. Sebab, saat mesin mobil hidup, penyaluran bahan bakar terus aktif. 

2. Menjauh dari Mobil yang Terbakar

Jika sudah menghentikan mobil dan mematikan mesin di tempat yang aman, segera evakuasi diri dan juga penumpang lainnya. Jauhi mobil setidaknya pada jarak 45 meter supaya lebih aman jika tiba-tiba mobil meledak. 

3. Gunakan APAR

Saat mobil mengeluarkan asap dan proses evakuasi, gunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Jenis APAR yang paling cocok digunakan untuk mobil adalah APAR Powder (Dry Chemical Powder atau Serbuk). 

Apar dengan media Powder ini dapat digunakan untuk kategori kelas kebakaran ABC atau Multipurpose, serta bisa digunakan baik di dalam maupun luar ruangan.

4. Hubungi Pertolongan 

Perlu dicatat, penggunaan APAR merupakan pertolongan pertama. Jika api yang keluar dari mesin mobil kian membesar, segera panggil pertolongan, seperti pemadam kebakaran. 

Di Indonesia, Dinas Pemadam Kebakaran bisa dihubungi melalui nomor 113 atau 1131.

Artinya, OtoFriends perlu memahami bagaimana agar mobil tidak terbakar. Berikut cara menghindari mobil supaya tidak terbakar yang sudah Otoklix rangkum.

Tips Agar Mobil Terhindar dari Potensi Terbakar

Agar Anda bisa terhindar dari masalah mobil terbakar, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti berikut:

1. Lakukan perawatan berkala

Untuk menghindari masalah overheat dan kebocoran oli atau BBM, Anda perlu melakukan perawatan secara berkala. Pastikan bahwa sistem pendingin dan komponen-komponen yang lain dapat bekerja dengan baik sehingga mobil tetap aman dan nyaman ketika digunakan.

2. Jangan mengendarai mobil yang overheat

Sebaiknya jangan memaksa untuk tetap mengendarai mobil yang sudah menunjukkan tanda-tanda overheat. Beberapa tanda mobil overheat seperti indikator mesin berwarna merah, mesin kehilangan tenaga, mobil mogok, dan lain-lain. Sebaiknya tunggu suhu mesin mobil kembali normal dan segera bawa ke bengkel untuk melakukan perbaikan.  

3. Sediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Selalu sedia APAR di dalam mobil Anda dan letakkan di bawah bangku penumpang depan. Alat ini bisa Anda gunakan untuk mengantisipasi jika mobil mengeluarkan asap atau muncul percikan api. Rata-rata, kasus kebakaran mobil menjadi fatal karena pemilik mobil tidak mempersiapkan APAR di dalam mobil sehingga kobaran api menjadi semakin besar sebelum pertolongan datang.

4. Gunakan sparepart yang sesuai

Selalu gunakan sparepart atau komponen yang sesuai dengan spesifikasi mobil atau standar pabrikan. Selain itu, pemasangan aksesoris mobil tambahan juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas aki mobil yang dipergunakan.

Hal-hal yang Menjadi Penyebab Mobil Terbakar

1. Mesin mobil overheat

Overheat adalah suatu kondisi ketika mesin mobil mengalami suhu panas di atas suhu kerja normal yaitu antara 60-95 derajat celcius. Mesin mobil memang perlu melakukan proses pembakaran untuk dapat menghasilkan energi. Namun ketika mobil bekerja terlalu keras, maka suhu mesin akan menjadi sangat tinggi sehingga menimbulkan masalah overheat.


Nah, masalah overheat ini tidak bisa dianggap remeh. Selain dapat menyebabkan turun mesin, overheat juga bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Suhu yang terlalu tinggi dikhawatirkan dapat menghasilkan percikan api di ruang mesin. Percikan api tersebut berpotensi melebar ke komponen mobil yang lain sehingga mobil dapat terbakar.

2. BBM dan oli mengalami kebocoran

Penyebab mobil terbakar selanjutnya adalah karena BBM dan oli mengalami kebocoran. Seperti yang kita ketahui, BBM dan oli merupakan jenis material yang sangat mudah terbakar sehingga dapat membuat mobil terbakar jika terkena percikan api. Oleh karena itu, pastikan penutup lubang atau sisi manapun pada penampungan oli dan BBM tidak mengalami kebocoran.

3. Kerusakan pada sistem kelistrikan mobil

Penyebab mobil terbakar selanjutnya adalah karena adanya masalah pada sistem kelistrikan mobil seperti korsleting. Perlu diketahui bahwa masalah ini merupakan penyebab mobil terbakar yang umum terjadi. Bahkan ada banyak kasus di mana masalah korsleting ini membuat mobil terbakar ketika kendaraan dalam keadaan parkir atau sedang tidak digunakan.

Masalah korsleting ini biasanya muncul karena adanya hubungan arus pendek yang terjadi pada kabel kelistrikan mobil. Hal ini bisa terjadi karena kabel sudah dalam kondisi cacat atau sudah tidak memiliki isolator. Selain itu, kerusakan pada sistem kelistrikan mobil juga dapat memicu munculnya gas hidrogen pada bagian mesin terdalam. Gas tersebut juga dapat membuat mobil mudah terbakar.

4. Modifikasi yang berlebihan

Agar bisa terhindar dari masalah yang dapat menyebabkan mobil terbakar, para penggemar modifikasi mobil sebaiknya berhati-hati ketika melakukan perubahan pada kendaraannya. Terkadang modifikasi dilakukan dengan mengganti komponen yang tidak sesuai standar sehingga dapat menimbulkan keberatan suplai daya. Contohnya seperti mengganti bohlam headlamp, foglamp, atau sistem audio dengan watt lebih besar. Hal ini dapat membuat aki terkuras dan memicu munculnya panas berlebih.

Perlu diingat bahwa setiap mobil sudah memiliki desain standar pabrikan dan telah melalui tahapan uji coba. Saat komponen-komponen mobil diubah tidak sesuai dengan standar pabrikan, maka hal tersebut akan berdampak pada kegagalan sistem sehingga dapat memicu terjadinya kebakaran.

5. Kecelakan mobil

Kecelakaan mobil juga menjadi salah satu penyebab mobil terbakar. Hal ini bisa terjadi karena komponen-komponen yang ada di dalam mobil mengalami kerusakan parah akibat benturan keras. Selain itu, benturan juga dapat memicu percikan api, ditambah dengan kondisi bensin yang tumpah atau bocor sehingga mobil bisa terbakar dengan mudah.