Penyebab Kebakaran yang Terlambat Ditangani

Tidak ada yang menginginkan bencana kebakaran terjadi. Bencana ini selalu terjadi tidak terduga, dalam waktu cepat, dan tak jarang memakan banyak korban. Bangunan besar dan tinggi pun bisa habis seketika karena kebakaran.

Umumnya, ada dua penyebab beberapa insiden kebakaran terlambat ditangani, yaitu:

  • Kepanikan penghuni rumah atau gedung saat kebakaran terjadi. Saat panik, biasanya mereka tidak tahu yang harus dilakukan dengan segera.
  • Tidak semua bangunan atau gedung dilengkapi dengan standar keamanan, baik yang berfungsi aktif maupun pasif. Bahkan, banyak gedung yang tidak menyediakan alat pemadam api yang ringan.

Kedua hal inilah yang menyebabkan kebakaran terlambat ditangani. Kerugian yang dicapai tidak hanya menyangkut nyawa, tetapi juga kerugian finansial terkait kerusakan pada properti. Selain itu, kerusakan lingkungan pasti terjadi, meskipun kebakaran pada akhirnya dapat dipadamkan.

Pemilik dan bagian manajemen properti, terutama gedung tinggi, harus melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran. Selain mengedukasi penghuni dan pengunjung melalui pemberian informasi mengenai tindakan penyelamatan diri, sebaiknya mereka juga menyediakan alat pemadam kebakaran yang memadai.

hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan fire blanket atau Selimut Api

Berikut beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan saat menggunakan fire blanket:

Pastikan Anda membaca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan fire blanket. Beberapa fire blanket bisa digunakan kembali setelah memadamkan api dan beberapa tidak dapat digunakan berulang-ulang (hanya sekali pakai).

Fire blanket perlu dibiarkan dulu untuk proses pendinginan, jangan menyentuh fire blanket selama 30-60 menit setelah digunakan untuk memadamkan api.

Pastikan untuk tidak menggunakan fire blanket pada benda elektronik yang terbakar dan memiliki tegangan yang tinggi. Tidak semua fire blanket bisa digunakan untuk memadamkan api akibat korsleting listrik. Beberapa mungkin bisa memperburuk kebakaran. Jadi, pastikan Anda mengetahui apakah fire blanket yang Anda miliki dapat digunakan untuk memadamkan api akibat listrik atau tidak.

Saat menggunakan fire blanket untuk memadamkan api yang dipicu oleh minyak atau lemak, pastikan Anda benar-benar menutup api dengan fire blanket secara perlahan, bukan hanya melemparkannya ke atas api.

Adanya fire blanket ini akan melengkapi sistem proteksi kebakaran baik di rumah, apartemen, kantor, hotel, restoran, industri, bengkel, dll. yang bisa digunakan baik untuk pemadaman kebakaran maupun penyelamatan.

Langkah-langkah menggunakan selimut api

  • Tarik kedua pita hitam ke bawah untuk mengeluarkan selimut api dari wadahnya.
  • Pengang ujung selimut api dan bungkus kedua tanggan dengan ujung selimut api untuk menghindari jilatan api.
  • Jalan mendekat menuju titik api dengan posisi selimut api di depan, jangan melawan arah angin saat menuju ke titik api.
  • Taruh selimut api di atas titik kebakaran dengan hati-hati. Jangan melempar fire blanket ke titik kebakaran, karena akan menghaburkan bara api.
  • Pastikan menutupi seluruh area kebakaran untuk memutus aliran oksigen, sehingga api dapat padam.
  • Diamkan selimut api di atas titik kebakaran sampai asap putih mengepul sebagai tanda api sudah benar-benar padam.

Fungsi Serta Keuntungan Fire Blanket

Ada beberapa fungsi dari fire blanket di bawah ini:

  • Memadamkan api pada tahap awal, bisa untuk di dapur dan area lain.
  • Memadamkan api pada pakaian orang yang terbakar.
  • Dapat digunakan untuk membungkus tubuh sebagai perlindungan keluar dari area kebakaran.

Selain itu, ada beberapa keuntungan-keuntungan yang ditawarkan produk fire blanket, antara lain:

  • Dapat diaplikasikan ke berbagai kelas kebakaran.
  • Terbuat dari bahan isolator, sehingga aman untuk kebakaran yang disebabkan korsleting.
  • Mudah dan bisa digunakan semua orang.
  • Ringkas dan simple saat disimpan.

Penjelasan Tentang Selimut Api

Fire blanket adalah lembaran bahan yang lentur dan mudah digunakan untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal. Pada dasarnya, fire blanket terbuat dari bahan tahan api, seperti wol, serat kaca, serat aramid (Kevlar) dan lain-lain. Untuk meningkatkan keefektifan dalam memadamkan api, material dasar tersebut dilapisi bahan kimia berbasis pelarut air. Selimut api atau biasa dikenal dengan fire blanket, adalah alat pemadam api yang bekerja dengan teknik smothering. Dengan teknik smothering, fire blanket akan menutupi dan mengisolasi titik api dari oksigen. Seperti yang kita ketahui dalam segitiga api, syarat api dapat muncul adalah dengan adanya oksigen. Nah, saat oksigen terisolir dari titik api, maka kebakaran dapat padam.

Fire blanket biasanya berbentuk persegi dengan luasan 1x1m, 1,2×1,2m dan 1,8×1,8m. Terbuat dari fiberglass tahan api yang dapat menahan panas hingga 550-600 °C.

Cara Merawat Selang Pemadam yang Benar

Selang pemadam kebakaran atau biasa disebut fire hose adalah komponen output vital yang berfungsi menyalurkan air dari sumber ke pusat kebakaran. Selang pemadam membutuhkan perawatan dan pemeliharaan khusus agar tetap awet dan dapat digunakan setiap waktu saat dibutuhkan. Pemakaian dan perawatan selang pemadam harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, supaya usia selang dapat lama dan tetap berfungsi normal saat digunakan.  Kondisi selang pemadam yang normal adalah tidak ada kebocoran, selang dapat mengalirkan air dengan baik, tidak lengket dan kaku saat digunakan.

Lalu bagaimana kita-kiat merawat selang pemadam atau fire hose yang benar?

  • Perhatikan Peletakannya

Apakah selang pemadam sudah diletakkan pada tempatnya? Selang pemadam diletakkan pada hydrant box sesuai prosedur atau justru diletakkan di sembaang tempat seperti di Gudang atau di lantai begitu saja? Cara merawat fire hose yang benar adalah meletakkan pada hydrant box sesuai prosedur, fungsinya adalah agar selang tidak rusak dan mudah ditemukan saat keadaan darurat.

  • Simpan dan Lakukan Cek Secara Berkala

Selain disimpan di tempat yang benar (hydrant box), pastikan selang pemadam sudah dirapikan pada hose rack agar ketika hendak digunakan mudah ditarik. Saat penyimpanan, pastikan untuk selalu melakukan pengecekan selang pemadam secara berkala apakah fire hose masih dalam keadaan bagus. Sesekali Anda juga dapat melakukan simulasi untuk mengecek kondisi selang pemadam, apakah masih lentur dan tidak kaku. Pastikan selang tidak mengalami gesekan dengan tanah atau aspal, karena akan memperbesar potensi kebocoran selang tersebut.

  • Keringkan Setelah Digunakan

Perawatan selang pemadam bukan hanya saat akan digunakan, tetapi saat selesai digunakan juga. Setelah digunakan, tentunya selang pemadam akan basah pada bagian dalam maupun luar. Oleh sebab itu, Anda harus segera mengeringkan selang pemadam agar tidak lengket dan berjamur. Ketika selang lengket atau berjamur, itu akan menyumbat air di dalam selang dan berakibat tidak dapat menyalurkan air.

Cara Menggunakan Selang Pemadam Rubber

Untuk menggunakan selang pemadam, Anda perlu mengetahui langkah menggunakan hydrant. Posisi pemegang nozzle sangat menentukan proses pemadaman. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Berdiri dengan posisi kuda-kuda
  • Saat membuka tutup pancaran air, arahkan ke atas
  • Perlu diingat bahwa air yang keluar dari hydrant itu memiliki tekanan. Saat jet memancarkan air, posisi pemegang nozzle harus berhenti (diam di tempat)
  • Kalaupun harus bergerak, pastikan Anda bergeser masih dengan posisi kuda-kuda
  • Pusatkan pandangan ke sumber api dan perhatikan kerja sama tim
  • Saat memegang nozzle, Anda harus menggunakan prinsip ergonomis dan sesuai dengan cara pemadaman yang Anda inginkan.

Sejarah Penggunaan Bahan Karet untuk Selang Pemadam

Rubber atau karet merupakan material serba guna yang digunakan di berbagai aplikasi domestik dan industri. Dari karet alam yang diambil dari pohon karet sampai karet sintetis bisa dibuat. Daya tahannya yang tinggi membuat material ini dijadikan salah satu bahan dalam pembuatan selang pemadam.

Sejarah penggunaan selang karet untuk memadamkan api cukup panjang. Pada tahun 1890-an, selang pemadam dari benang linen dengan tenunan melingkar mulai menggantikan selang kulit namun tak lama kemudian mulai digantikan oleh selang karet yang dipandang lebih tahan. Dengan metode produksi yang lebih baik, saat ini selang karet atau red rubber hose digunakan secara luas oleh petugas pemadam kebakaran baik di dalam maupun di luar negeri.

Seperti halnya jenis selang pemadam yang lain, red rubber hose juga digunakan untuk mendistribusikan air bertekanan dari hydrant pillar menuju sumber api. Dengan kemampuan menahan tekanan air antara 18 sampai 20 bar, selang berbahan karet ini cukup tangguh.

Tidak hanya itu, kalau selang yang Anda gunakan kurang panjang, Anda bisa menyambung satu roll selang dengan roll lainnya menggunakan berbagai jenis hose coupling. Ada beberapa jenis coupling yang bisa Anda temukan di pasaran seperti machino coupling, instantaneous coupling dan starz coupling. Jenis coupling ini tergantung pada merek selang yang Anda pilih.

Jenis Selang Pemadam Kebakaran dan spesifikasinya

Berikut ini adalah variasi dan macam – macam selang hydrant didasarkan pad aukuran panjang selang hydrant, antara lain:

Selang Kanvas

Selang jenis ini terbuat dari kanvas yang berkualitas tinggi. Sehingga, bahan ini menjadi lebih tahan terhadap cuaca yang ekstrim, kerusakan, dan kebocoran ketika digunakan. Pada umumnya, selang ini tahan terhadap air selama tekanannya masih 13 bar. Jadi, bisa dibilang bahwa selang ini cocok sekali untuk  semua kondisi cuaca yang tidak tentu, misalnya saja seperti di Indonesia. Untuk ukuran panjang selang hydrant adalah sebesar 20 sampai dengan 30 meter, dengan ukuran 1.5 inch, 2.5 inch, dan 3 inch.

Selang Polyester

Selang ini sering dipakai oleh pihak petugas pemadam kebakaran yang ada di Indonesia. Bahan utamanya adalah menggunakan polyester staple dan juga polyester filaments. Sehingga, selang ini lebih tahan lama digunakan dan sangat handal untuk memadamkan api. Jadi, ketahanan selang ini sama seperti selang kanvas, yaitu mencapai 13 bar. Selanjutnya untuk kebutuhan yang lebih lanjut, Anda bisa menambahkan  coupling, misalnya saja seperti instantaneous, machine, dan storz coupling untuk memadamkan api kebakaran.

Selang berbentuk Red Rubber

Selang ini mempunyai ciri khas yang unik dari yang lain. Karnea warnanya yang merah cerah, sehingga membuatnya berbeda dari yang lainnya. Yang mana umumnya warnanya adalah putih. Material yang dipakai untuk membuat selang pemadam kebakaran ini berasal dari karet yang berkualitas tinggi. Sehingga, alat ini cocok sekali dipakai untuk perusahaan. Sedangkan untuk ukuran umum panjang selang hydrant adalah sebesar 1.5 sampai dengan 5 inch. Sedangkan untuk panjangnya adalah sebesar 20 meter sampai dengan 30 meter.

Selang Pemadam Kebakaran Ukuran Serta Penempatannya

Untuk ukuran panjang selang hydrant berdasarkan pada jangkauan proteksinya ini terbagi menjadi 2 bagian, antara lain:

Untuk ukuran panjang selang hydrant sebesar 1.5 meter, biasanya digunakan untuk memadamkan api di dalam ruangan.

Sementara untuk ukuran panjang selang hydrant sebesar 2.5 meter ini, biasanya dipaai untuk memadamkan api di luar ruangan atau out door. Hal ini karena, pada selang yang lebih panjang ini biasanya mampu mengalirkan air dengan tekanan yang baik, entah itu lewat jaringan instalasi hydrant ataupun lewat mobil pemadam kebakaran.

Mungkin karena berdasarkan pada penemparan proteksinya inilah yang membuat desain dari selang pemadam kebakaran tersebut menjadi dibuat lebih bervariasi dan berbeda – beda. Sehingga, selangnya tersebut menjadi tidak mudah rusak ketika digunakan untuk memadamkan kebakaran. Yang pasti, dengan penggunaan selang ini, maka proses untuk memadamkan api menjadi semakin lebih cepat. Hal ini dikarenakan posisi selangnya tersebut dapat ditarik dan digulung mendekati lokasi kejadian kebakaran.