6 Cara Menyelamatkan Diri Dari Kebakaran

Tragedi kebakaran besar dapat dihindari jika langkah-langkah keamanan diberlakukan dan semua warga memiliki pengetahuan dasar tentang cara menerapkannya. Ketika kebakaran besar terjadi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri.

Langkah-langkah ini bisa menjadi perlindungan diri ketika Anda berada di dalam situasi kebakaran besar tersebut.

1. Simpan Semua Nomor Layanan Darurat

Hal pertama yang harus dilakukan adalah selalu simpan dan hafal semua nomor layanan darurat seperti Damkar, Ambulance, dan Polisi. ini akan bermanfaat ketika Anda berada di situasi terdesak seperti kebakaran besar.

2. Tetap tenang

Panik adalah hal yang bisa mengancam jiwa ketika berada di dalam keadaan darurat seperti kebakaran. Ketika panik, Anda bisa bertindak tidak rasional atau memperburuk situasi. Saat Anda terjebak dalam kebakaran, luangkan waktu sejenak untuk menilai situasi di sekitardan dengan tenang hubungi layanan darurat untuk meminta bantuan.

3. Merunduk ke Tanah

Luka bakar bukanlah alasan mengapa kebakaran sangat mematikan. Sebab, ancaman sebenarnya adalah mati lemas akibat asap beracun. Jika terjadi kebakaran pastikan Anda tetap rendah ke tanah yakni dengan merangkak sehingga Anda tidak menghirup asap beracun.

4. Jangan Pernah Menggunakan Lift

Jika kebakaran terjadi di gedung bertingkat tinggi, lift mungkin tampak seperti pilihan yang lebih cepat untuk mengevakuasi diri. Namun, ada kemungkinan lift akan mengalami gagal fungsi sehingga ada kemungkinan besar Anda akan terjebak.

5. Biasakan diri Anda dengan prosedur keselamatan kebakaran

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum kebakaran terjadi, hendaknya Anda mengetahui dasar-dasar menggunakan peralatan pemadam kebakaran, bagaimana prosedur evakuasi, dan tata letak bangunan yang sering Aanda kunjungi. Dengan cara ini, akan meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.

6. Jangan Lari ke Atap

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika asap belum ada,  berjalan ke pintu terdekat. Namun jika sudah asap, Anda harus merangkak ke pintu keluar terdekat. Jangan pernah pergi ke atap dan selalu berusaha sebaik mungkin untuk turun dan keluar dari gedung.

Tips Memilih Fire Extinguisher dengan tepat

Kebakaran merupakan salah satu resiko yang dapat menyebabkan kerugian bagi individu maupun perusahaan khususnya asset yang bernilai tinggi atau komponen dalam menjalankan bisnis suatu perusahaan. Salah satu solusi untuk menghindari terjadinya kebakaran yaitu dengan menyediakan Fire extinguisher yang selalu siap siaga jika diperlukan personil di setiap area yang berpotensi menjadi bahan bakar terjadinya api. Penyediaan fire extinguisher ini merupakan salah satu langkah efektif untuk menurunkan resiko kebakaran.

Berikut ini adalah macam – macam tips dalam memilih fire extinguisher yang tepat.

1. Mengetahui potensi bahan bakar yang akan terbakar Fire extinguisher merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memadamkan suatu kebakaran.

2. Potensi tingkat bahaya kebakaran

Suatu kebakaran memiliki ukuran tertentu sesuai dengan tingkat kepanasan suatu objek yang terbakar. Tingkat – tingkat kebakaran yaitu kebakaran tingkat rendah, sedang dan tinggi.

3. Kemampuan personil menggunakan Fire Extinguisher

Fire extinguisher merupakan suatu alat yang harus mampu dioperasikan oleh satu orang. Orang yang akan menggunakan fire extinguisher harus mengetahui dan mampu mengoperasikan fire extinguisher seorang diri.

4. Pertimbangkan kondisi lingkungan

Penempatan suatu fire extinguisher harus disesuaikan dengan lingkungannya, sehingga menghindari resiko fire extinguisher tidak dapat digunakan dengan sempurna. Penempatan kondisi lingkungan potensi korosi contohnya, mengharuskan suatu fire extinguisher memiliki kemampuan untuk menahan terjadinya laju korosi pada fisiknya.

5. Biaya efektif

Pemilihan suatu extinguisher yang tidak tepat guna dapat menyebabkan biaya yang dikeluarkan menjadi tidak efektif. Kapabilitas, kapasitas, dan durabilitas suatu fire extinguisher merupakan cermin kualitas dari biaya yang telah dikeluarkan.

6. Keselamatan

Fire extinguisher Menggunakan tekanan untuk mendorong media pemadam ke arah objek yang terbakar. Fire extinguisher yang berkualitas harus memiliki durabilitas yang teruji.

7. Pengisian kembali

Fire extinguisher yang telah digunakan harus diisi ulang kembali dengan segera untuk menghindari adanya kekosongan area proteksi fire extinguisher. Lokasi suatu fasilitas pengisian kembali harus menjadi suatu pertimbangan sehingga menghindari resiko tanpa proteksi fire extinguisher.

Cara Menggunakan Alat Pemadam Api yang Benar

Penggunaan alat pemadam api ringan maupun berat tidak sulit, kok! Coba Anda simak langkah-langkah menggunakan APAR berikut ini:

  1. Silahkan tarik segel pengaman.
  2. Peganglah tepat di bagian ujung selang, kemudian arahkan ke benda yang terbakar.
  3. Tekan tuas untuk mengeluarkan media.
  4. Terakhir, silahkan Anda kibaskan ujung selang pada target penyemprotan secara perlahan sampai api padam.

Kemudian dalam penggunaan APAB juga tidak jauh berbeda. Berikut langkah-langkah menggunakan APAB yang baik dan benar:

  1. Posisikan APAB berdiri tegak mengarah ke titik kebakaran dan pastikan juga Anda berada di posisi dan jarak yang aman dari kobaran api.
  2. Buka aliran gas bertekanan dengan cara menarik pin yang biasanya berbentuk huruf “T” pada bagian atas APAB.
  3. Bentangkan selang kemudian tekan tuas APAB untuk mengeluarkan media pemadam api dari dalam tabung APAB.
  4. Terakhir, bentangkan selang dan arahkan ke titik kebakaran. Semprot secara teliti hingga api benar-benar padam.

Jenis-Jenis Alat Pemadam Kebakaran yang Wajib Kamu Tahu!

Saat ini sudah ada berbagai macam alat pemadam api dengan dimensi dan media yang berbeda-beda. Agar Anda tidak kebingungan dalam memilih alat yang sesuai dengan kebutuhan, silahkan simak pembahasan tentang jenis fire extinguisher berikut ini.

1. APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Alat pemadam kebakaran portable atau sering disebut alat pemadam api ringan adalah alat pemadam yang memiliki perlindungan kebakaran aktif. Alat pemadam ini digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil, umumnya digunakan dalam situasi darurat.

APAR memiliki ukuran antara 1 kg sampai 9 kg saja dengan media, seperti:

  • CO2/ Karbon dioksida
  • Chemical Dry Powder
  • Foam, dan
  • Liquid Gas

APAR harus ditempatkan di lokasi rawan dengan cara digantung pada dinding dengan ketinggian minimal 15 sampai 120 cm di atas lantai. Usahakan untuk menempatkan APAR di lokasi strategis dan mudah dijangkau saat akan digunakan.

Alat pemadam kebakaran aktif seperti ini, idealnya juga diletakkan pada jarak yang tidak terlalu jauh dengan alat pemadam lainnya. Alangkah baiknya, jika gedung yang Anda tempati memiliki banyak ruangan berukuran kecil, dan di situ Anda bisa sediakan satu alat untuk memadamkam api di setiap ruangan.

Baca Juga: Standar Penempatan APAR yang Harus Anda Tahu

2. APAB (Alat Pemadam Api Berat)

APAB (Alat Pemadam Api Berat) merupakan suatu jenis alat pemadam kebakaran untuk memproteksi terjadinya kebakaran di kawasan tertentu. Jenis fire extinguisher untuk memadamkan api ini memiliki area proteksi yang lebih luas jika dibandingkan dengan alat pemadam api ringan.

Biasanya seseorang akan menggunakan APAB untuk area luas dan mengatasi kebakaran yang besar. Alat pemadam kebakaran berukuran besar ini sangat cocok diletakkan di area-area rawan, seperti SPBU maupun kawasan industri atau pabrik.

Yang menjadi pembeda antara APAB dengan APAR sebenarnya terletak pada kapasitas media. Sedangkan untuk media yang digunakan sama seperti yang digunakan APAR dan sudah dibahas di atas.

Nah, APAB sendiri biasanya memiliki kapasitas lebih besar, mulai 20 kg hingga 100 kg. Biasanya, ABAP dilengkapi dengan troli khusus untuk membawa alat untuk memadamkan api berukuran besar ini.

3. Alat Pemadam Api Thermatic

Alat pemadam api thermatic ini memiliki bentuk yang berbeda dengan APAR dan APAB. Dimana alat pemadam kebakaran ini memiliki bentuk bulat seperti tabung gas melon ukuran 3 kg. Ada juga perbedaan dari segi peletakannya, karena alat pemadam kebakaran ini diletakkan pada plafon.

Jadi, alat pemadam api thermatic ini akan bekerja secara otomatis berdasarkan kondisi tertentu. Jika dilihat berdasarkan fungsinya, alat ini mirip dengan fire sprinkler yang mampu mendeteksi kondisi suhu dalam ruangan.

Akan tetapi, thermatic akan mulai bekerja mengeluarkan mediannya ketika glass bulb yang berada di ujung alat ini pecah. Biasanya temperatur suhu yang dapat memacu thermatic bekerja adalah 68° C.

Alat pemadam kebakaran ini menggunakan media liquid gas/gas kimia cair, sehingga sangat cocok bagi tempat Anda yang pada umumnya tidak boleh ada air.

Apa yang Menjadi Pemicu Kebakaran?

Kebakaran digambarkan menjadi sebuah bentuk segitiga di atas. Kita harus pahami terlebih dahulu tentang konsep dari teori segitiga api tersebut. Jadi, Segitiga api adalah sebuah reaksi kimia antara oksigen, suhu panas dan bahan bakar. Saat ketiga elemen ini bereaksi maka api akan muncul dan itulah yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran.

Tingginya suhu di suatu tempat tentu memiliki potensi besar terjadinya kebakaran. Biasanya suhu panas tersebut disebabkan oleh:

  • Panas sinar matahari,
  • Energi Listrik,
  • Gas Kompres,
  • Reaksi Kimia,
  • Gas Kompres, dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk bahan bakar yang bisa memicu terjadinya kebakaran sangat beragam. Mulai dari benda padat, seperti kertas, kayu, plastik, dll. Bisa juga berasal dari benda cair seperti bensin dan alkohol, atau bisa juga gas serta logam.

Dari benda tersebut, hanya dibutuhkan 15% oksigen untuk memicu nyala api. Dikarenakan volume oksigen di Bumi hanya ada sekitar 20,9%, maka api dapat dengan mudah menyala di mana saja.

Dari situlah mengapa kita harus selalu siap sedia alat pemadam kebakaran. Ketersediaan alat tersebut akan sangat berguna dalam keadaan darurat ketika terjadi kebakaran.

Langkah-langkah Penanggulangan Kebakaran pertama yang harus dilakukan adalah :

  1. Memadamkan secara langsung dengan alat pemadam api yang sesuai yang diletakkan pada tempat terdekat.
  2. Jika api tidak padam, panggil teman terdekat dan segera hubungi kepala gedung (fire marshall).
  3. Bunyikan alarm / tanda bahaya kebakaran jika api belum padam.
  4. Apabila alarm otomatis berbunyi, bantu evakuasi (pengosongan gedung) melalui pintu darurat dan segera lakukan pemadam dengan alat pemadam yang tersedia.
  5. Hubungi unit pemadam kebakaran untuk minta bantuan dengan identitas yang jelas.
  6. Amankan lokasi dan bantu kelancaran evakuasi (pengosongan gedung) dan bantu kelancaran petugas pemadam
  7. Beritahu penolong atau petugas pemadam tempat alat pemadam api dan sumber air.
  8. Utamakan keselamatan jiwa dari pada harta benda

Cara Mencegah Kebakaran di Rumah

Berikut ini beberapa langkah mencegah kebakaran di rumah:

1. Mematikan alat elektronik 

Tips mencegah kebakaran yang pertama adalah mematikan alat elektronik saat bepergian. Penggunaan listrik berlebihan yang menyebabkan arus pendek listrik dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, jangan lupa mencabut semua peralatan elektronik yang tidak digunakan.

2. Jangan tinggalkan kompor dalam keadaan menyala

Tips mencegah kebakaran selanjutnya adalah tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Jadi, pastikan tetap berada di dapur selama proses memasak berlangsung. Tujuannya untuk mengetahui potensi kebocoran tabung gas yang menjadi pemicu kebakaran.

3. Awasi penggunaan lilin

Lilin menjadi salah satu alat penerang saat mati lampu. Penempatannya harus kamu perhatikan, jangan sampai letakkan di dekat sofa atau barang-barang yang mudah terbakar. Agar lebih aman dalam menggunakan lilin, tempatkan dalam gelas dan awasi penggunaannya.

4. Jauhkan benda yang mudah terbakar

Tips mencegah kebakaran selanjutnya adalah menjauhkan benda-benda yang mudah terbakar, seperti plastik, kertas, dan kain. Jangan menyimpan benda-benda tersebut di dekat kompor atau lilin karena api dengan cepat menyambar dan menyebabkan kebakaran di dalam rumah. Sebab, bencana bisa terjadi kapan saja, sehingga lebih baik pahami langkah-langkah yang tepat untuk menghadapinya.

5. Jangan merokok di dalam rumah

Selain menyebabkan masalah paru-paru, merokok bisa menjadi pemicu kebakaran. Jika puntung dibuang dalam keadaan masih menyala dan tertiup angin, hal tersebut dapat memicu kobaran api. Apalagi jika puntung yang masih menyala menempel pada sofa dan benda lain yang mudah terbakar.

6. Memeriksa kabel listrik rumah 

Memeriksa kabel listrik secara berkala jadi tips mencegah kebakaran lainnya. Meski terlihat baik-baik saja, kamu tetap melakukan proses pengecekan. Pasalnya, bisa saja kabel yang tersembunyi rusak akibat gigitan tikus. Jika tak segera melakukan penanganan, kabel tersebut akan menjadi penyebab listrik konslet, yang dapat berujung pada kebakaran.

7. Jangan membakar sampah di sekitar rumah

Terakhir, kamu sebaiknya tidak membakar sampah di sekitar rumah. Sama halnya dengan puntung rokok yang masih menyala, terbangnya sampah yang terbakar bisa menjadi salah satu pemicu kebakaran. Alih-alih dibakar, dedaunan kering yang berjatuhan dari pohon bisa kamu jadikan sebagai pupuk kompos.

PENYEBAB TERJADINYA KEBAKARAN   

Kebakaran dapat terjadi bila terdapat 3 hal sebagai berikut :

  1. Terdapat bahan yang mudah terbakar baik berupa bahan padat cair atau gas ( kayu, kertas, textil, bensin, minyak,acetelin dll)
  2. Terdapat suhu yang tinggi yang disebabkan oleh sumber panas seperti  Sinar Matahari, Listrik (kortsluiting, panas energy mekanik (gesekan), Reaksi Kimia, Kompresi Udara
  3. Terdapat Oksigen (02) yang cukup kandungannya. Makin besar kandungan oksigen dalam udara maka nyal api akan semakin besar. Pada kandungan oksigen kurang dari 12% tidak akan terjadi kebakaran. Dalam keadaan normal kandungan oksigen di udara 21%, cukup efektif untuk terjadinya kebakaran

Bila tiga unsur tersebut cukup tersedia maka kebakaran terjadi. Apabila salah satu dari 3 unsur tersebut tidak tersedia dalam jumlah yang cukup maka tidak mungkin terjadi kebakaran. Jadi api dapat dipadamkan dengan tiga cara yaitu:

  1. Dengan menurunkan suhunya dibawah suhu kebakaran,
  2. Menghilangkan zat asam
  3. Menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar

6 Jenis APAR dan Fungsinya Berdasarkan Kelas Kebakaran

Fire extinguisher atau yang biasa disebut dengan APAR adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengendalikan atau memadamkan api dalam kebakaran kecil. 

Kemudian APAR (alat pemadam api ringan) juga menjadi salah satu alat proteksi yang wajib Anda miliki untuk melakukan proteksi kebakaran dini. Apalagi bagi perusahaan, tentu alat pemadam kebakaran ini sangat penting untuk melindungi aset. Dibawah ini merupakan semua jenis jenis APAR yang harus Anda ketahui.

1.    APAR Foam dan Fungsinya

APAR FOAM (Aqueous Film Forming Foam) adalah salah satu jenis APAR yang medianya terbuat dari campuran air dan beberapa bahan kimia. Kemudian, pada saat disemprotkan pun media yang keluar terlihat seperti busa. Jadi, APAR AFFF foam ini sangat efektif digunakan untuk memadamkan kebakaran di kelas A dan B.

  • APAR Powder dan Fungsinya

APAR Powder (Dry Chemical Powder) adalah salah satu dari jenis jenis APAR lainnya yang sering digunakan. APAR powder ini juga memiliki media kering berbentuk serbuk yang terbuat dari kombinasi bahan kimia Mono-amonium dan ammonium sulphate. APAR powder ini menjadi salah satu dari 6 jenis APAR dan fungsinya yang serbaguna, karena bisa digunakan untuk padamkan api di hampir seluruh kelas kebakaran, yaitu kelas A, B, dan C.

  • APAR CO2 dan Fungsinya

Jenis APAR ini mengandalkan media berupa karbon dioksida yang mampu padamkan kebakaran di kelas B dan C. Tenang, APAR CO2 tidak meninggalkan residu, sehingga sangat cocok untuk proteksi ruang server atau tempat yang tidak boleh kotor lainnya. karena kandungan massa dari karbon dioksida lebih besar jika dibandingkan dengan oksigen. Sehingga, oksigen akan hilang dan api pun akan segera padam.

  • APAR Liquid Gas dan Fungsinya

Selain CO2, ada lagi nih jenis jenis APAR yang bersih dan tidak meninggalkan residu, yaitu Liquid gas atau yang biasa disebut dengan APAR Clean Agent. Media yang digunakan berbentuk gas yang tidak membahayakan makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, maupun tumbuhan. 

Selain itu, APAR Liquid gas juga bersifat non-konduktor, tidak menyebabkan korosi, dan tidak meninggalkan residu setelah APAR digunakan. jenis APAR clean agent ini efisien untuk padamkan kebakaran di kelas A, B, dan C.

5.    APAR Halon

APAR Halon (Halocarbon) adalah jenis APAR yang medianya berisikan bahan-bahan kimia yang mampu memutus rantai reaksi segitiga api. Media APAR halon dapat mengikat unsur-unsur karbon dan hidrogen yang berterbangan bebas. jenis APAR ini mampu menjinakkan kebakaran kelas A, B, dan C.

Namun, jenis APAR halon ini sudah mulai jarang dipakai oleh orang. Apalagi NFPA juga sudah memberikan alternatif terbaik untuk menggantikan halon, yaitu liquid gas/clean agent.

6.    APAR Air/Water

APAR ini berisikan media air dan termasuk jenis alat pemadam api paling ekonomis. Mengapa tidak, karena medianya saja hanya berupa air disertai dengan tekanan tinggi. APAR jenis ini efektif digunakan untuk memadamkan kebakaran di kelas A. Kemudian sangat dilarang untuk menggunakan jenis APAR ini pada kasus kebakaran kelas C yang disebabkan masalah elektrikal.

Pembagian Kelas Api dalam Kebakaran

Klasifikasi (kelas) kebakaran berguna untuk menentukan media pemadam yang efektif untuk memadamkan api/kebakaran menurut sumber api/kebakaran tersebut, serta berguna untuk menentukan tingkat keamanan jenis media pemadam sebagai media pemadaman suatu kelas kebakaran berdasarkan sumber api/kebakarannya.

Anda harus mengetahui bahwa kebakaran juga memiliki kelas-kelas tersendiri. Sebelum membeli alat untuk memadamkan api, kenali terlebih dahulu jenis apinya! Berikut merupakan beberapa pembagian kelas api dalam kebakaran yang harus Anda ketahui.

  • Kelas Kebakaran A: Bisa terjadi karena terdapat benda padat mudah terbakar, seperti kertas, plastik kayu atau dan benda padat lainnya. Ciri dari kebakaran ini, meninggalkan residu seperti arang atau abu.
  • Kelas Kebakaran B: Biasanya terjadi karena adanya benda cair mudah terbakar seperti alkohol, bensin, minyak, oli dan sejenisnya.
  • Kelas Kebakaran C: Penyebab kebakaran ini disebabkan oleh masalah elektrikal seperti malfungsi alat elektronik atau korsleting listrik. Seperti kabel terkelupas & putus, arus pendek, kerusakan instalasi dan kelebihan daya.
  • Kelas Kebakaran D: Biasanya terjadi karena adanya logam, seperti aluminum, lithium dan magnesium yang terbakar.

Semua jenis kebakaran diatas harus ditangani menggunakan alat pemadam kebakaran yang tepat. Tetapi, apakah Anda tahu kalau ternyata alat pemadam kebakaran memiliki banyak jenis? Ya, terdapat berbagai macam alat untuk memadamkan api dengan kemampuan dan fungsi berbeda-beda. Semuanya telah dirancang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.