Tips Merawat Body Harness :

  • Ikatan Harness harus dilepaskan satu persatu agar tali dan carabinernya tetap bersih dan terhindar dari karat atau noda.
  • Harness juga tidak boleh ditaruh sembarangan, apalagi ditaruh diatas pasir. Hal tersebut dapat mengurangi daya tahan dari harness, karena jika pasir masuk ke selah – selah body harness, akan mengakibatkan ada nya gesekan didalam tali harness, sehingga serat – serat kecil yang terdapat didalam harness akan terkikis sedikit demi sedikit dan akhirnya pun terputus.
  • Bersihkan Harness seusai dipakai, lalu simpan ditempat yang bersih yang terhindar dari sinar matahari secara langsung.

Akibat Jika tidak menggunakan Safety Body Harness :

Memiliki kemungkinan jatuh dari ketinggian yang lebih besar, kerusakan yang ditimbulkannya lebih parah. Penyebab jatuh dari ketinggian pada umumnya ialah : pekerja pada saat bekerja di tempat kerja memiliki kepercayaan diri yang tinggi, merasa berpengalaman atau mencari jalan cepat, mulai bekerja tanpa mengenakan alat pelindung apapun atau baju pelindung, dan ketika terjatuh tidak ada body harness atau jaring pengaman dapat mengakibatkan kematian.

Cara memilih Safety Body harness serta kelebihan dan kekurangan body harness

Cara memilih Safety Body harness yang benar dan baik :

  • Cara memilih safety body harness seusai dengan ukuran tubuh pemakai.
  • Lihat dengan teliti kondisi body harness sebelum membeli.
  • Pilih body harness yang berkualitas tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan Body Harness :

Kelebihan :

  • 2 Point D-Ring depan dan di belakang.
  • Memenuhi standar EN 361, EN 358, EN 813
  • Dilengkapi dengan penahan dada dan perut.
  • Sudah lulus uji test ketahanan dengan maksimum load 100kg .
  • Terbuat dari Bahan yang kuat.

Kekurangan :

  • Harganya Mahal.
  • Kuranganya sosialisasi tentang Harness.

Fungsi body harness

Bagi sebagian orang mengetahui fungsi full body harness yaitu perlengkapan untuk mealkukan pekerjaan di ketinggian untuk melindungi kemungkinan orang terjatuh dari tempat ketinggian yang tidak disertai dengan pengaman.

Full body body harness digunakan di segala situasi di mana pekerja bekerja di ketinggian ada kemungkinan terjatuh dari ketinggian lebih dari dua meter atau di segala situasi di mana prosedur kerja menyatakan bahwa harness harus digunakan.

Body harness memiliki beberapa fungsi yaitu :

  1. Melindungi pekerja dari bahaya terjatuh ketika melakukan pekerjaannya
  2. Menaati seluruh pearturan keselamatan kerja yang berlaku
  3. Memberikan berbagai macam keamanan dan persepsi tentang kenyamanan selama melakukan pekerjaan di ketinggian
  4. Melindungi citra suatu perusahaan karena dapat meminimalisir resiko kecelakaan kerja ditempat atau lingkangan kerja.

Pentingnya Penggunaan Full Body Harness

Bekerja pada ketinggian pasti selalu memiliki resiko, namun untuk meminimalkan resiko dapat dikurangi dengan menggunakan alat pelindung diri. Tetapi banyaknya pekerja yang bekerja di ketinggian tidak menggunakan alat pelindung diri.

Penyebabnya yaitu mulai dari tidak tersedianya alat pelindung diri atau mengabaikan karena mengaggap penggunaan alat pelindung diri akan membuat tidak nyaman saat bekerja.

Walaupun demikian, resiko terjatuh tetap ada dan dapat menyebabkan cedera.

Maka dari itu, para mekanik yang bekerja pada ketinggian atau alat berat perlu melengkapi diri dengan alat pelindung diri yang dapat menghindarkan dari resiko terjatuh.

Terjatuh masih menjadi ancaman bagi sebagian besar pekerja yang melakukan pekerjaan pada ketinggian. Rata – rata pekerja yang terjatuh dari ketinggian disebabkan oleh :

  • Kelalaian pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri
  • Tidak tersedianya pengaman yang cukup untuk mencegah jatuh
  • Alat pelindung diri yang digunakan tidak layak untuk dipakai
  • Penggunaan alat pelindung diri yang kurang tepat

Body Harness bermanfaat untuk mengurangi risiko cedera fatal akibat terjatuh dari ketinggian. Perangkat ini didesain untuk melindungi seluruh bagian tubuh pekerja seperti bahu, paha bagian atau, dada, dan panggul, sehingga lebih aman saat bekerja di ketinggian.

Selain safety shoes, helm dll yang sudah menjadi alat pelindung diri standar, alat pelindung diri yang mutlak diperlukan oleh pekerja yang bekerja pada ketinggian adalah body harness.

Body Harness adalah belt pengaman yang dipasang pada tubuh sehingga saat pekerja terjatuh, ia akan tergantung pada body harness yang terikat pada bagian alat berat.

Cara Merawat Selang Rubber

Semua jenis selang pemadam kebakaran termasuk selang karet harus dirawat dengan baik agar penggunaannya awet. Jenis selang rubber dianggap lebih tahan lama dibandingkan jenis selang lainnya. Tidak heran jika harganya juga lebih mahal.

Salah satu masalah yang kerap terjadi pada selang adalah proses penyimpanan yang salah. Jika selang disimpan dalam keadaan basah, selang bisa lengket dan berjamur. Kondisi ini akan menyebabkan selang menjadi keras, kaku bahkan tersumbat. Ketika dipakai dalam kondisi darurat, kerja petugas akan jadi lebih lama karena harus mengalirkan air dulu. Pastikan Anda menyimpan selang karet di hydrant box dengan cara menggulung yang benar.

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah saat menggunakan selang. Hindari gesekan dengan tanah atau aspal karena berisiko membuat selang bocor. Jangan menggunakan selang melebihi kapasitas tekanan yang mampu ditanggung oleh selang karena bisa menyebabkan selang pecah. Selang karet sendiri memiliki daya tahan terhadap tekanan 18 sampai 20 bar, tergantung mereknya.

Langkah-langkah Menggulung Selang Karet

Selain kemampuan menggelar selang, keahlian menggulung selang juga sangat penting. Banyak kejadian di lapangan ketika proses pemadaman menjadi tidak efisien karena petugas tidak mampu menggulung selang dengan baik. Efeknya, sumber kebakaran menjadi lebih luas dan kerugian jadi semakin besar.  

Simak dua cara menggulung selang karet yang bisa Anda gunakan berikut ini!

A. Menggunakan Teknik Single Roll

Single roll merupakan teknik yang cukup efisien digunakan untuk menggulung maupun menggelar selang. Caranya adalah dengan melipat sisi ujung male coupling. Pastikan Anda tidak salah gulung karena kesalahan akan memperlambat kerja Anda. 

Ketika sudah selesai digulung, bagian female coupling harus berada di luar gulungan. Ini akan memudahkan kita saat melempar selang karena bagian inilah yang akan disambungkan langsung ke hydrant pillar atau hydrant valve.

B. Menggunakan Teknik Double Roll

Cara lain yang bisa digunakan untuk menggulung selang karet adalah dengan menggunakan metode double roll. Cara ini sedikit berbeda dengan langkah pertama karena yang harus Anda lakukan adalah menyatukan dua ujung selang seperti saat sedang melipat. Setelah kedua ujung bertemu, bagian selang yang berada di atas digeser antara 20-25 cm. Selanjutnya, gulung selang dengan rapi dan padat sampai ke bagian ujungnya.

Ketika selang digulung dengan menggunakan teknik double roll dan Anda ingin menggunakannya, letakkan selang di atas tanah dengan jarak setengah dari panjang selang ke hydrant valve. Jadi kalau panjang selang 30 meter, letakkan selang pada jarak 15 meter dari hydrant valve.

Langkah-langkah Menggelar Selang Karet

Setelah mengetahui langkah-langkah memegang nozzle, cara menggelar selang juga perlu diperhatikan. Pertama, lemparan tepat ke sumber kebakaran. Jangan biarkan posisi selang yang digelar dalam posisi terpuntir karena ini akan menyulitkan Anda menariknya. Pastikan selang tidak diseret atau ditarik di atas permukaan tanah.

Jika Anda menggunakan hose reel, lemparkan selang dengan gerakan mendatar ke bawah atau dibawa sambil berjalan (khusus untuk hose reel yang menggunakan coupling jenis instantaneous).

Cara Menggunakan Fire Hose Rubber

Untuk menggunakan selang pemadam, Anda perlu mengetahui langkah menggunakan hydrant. Posisi pemegang nozzle sangat menentukan proses pemadaman. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Berdiri dengan posisi kuda-kuda
  2. Saat membuka tutup pancaran air, arahkan ke atas
  3. Perlu diingat bahwa air yang keluar dari hydrant itu memiliki tekanan. Saat jet memancarkan air, posisi pemegang nozzle harus berhenti (diam di tempat)
  4. Kalaupun harus bergerak, pastikan Anda bergeser masih dengan posisi kuda-kuda
  5. Pusatkan pandangan ke sumber api dan perhatikan kerja sama tim
  6. Saat memegang nozzle, Anda harus menggunakan prinsip ergonomis dan sesuai dengan cara pemadaman yang Anda inginkan.

Macam – Macam Fire Hose, Simak Penjelasan Berikut!

Dalam sebuah fire hydrant system, terdapat beberapa komponen komponen utama hydrant maupun komponen dalam system output hydrant. System output hydrant tidak kalah penting dengan komponen utama. Tanpa adanya system output, air tidak bisa dikeluarkan sehingga proses pemadaman tidak dapat dilakukan. Salah satu system output terebut adalah selang pemadam (fire hose).

Fire hose adalah komponen berupa selang yang digunakan sebagai media penyalur air dari hydrant pillar. Air tersebut kemudian akan dikeluarkan dengan bantuan nozzle. Berdasarkan bahan pembuatannya fire hose terbagi menjadi 3 jenis, yaitu : fire hose canvas, fire hose polyester, dan fire hose red rubber.

Fire Hose Canvas

Fire hose canvas merupahan jenis fire hose yang terbuat dari kanvas berkualitas tinggi. Material kanvas sangat kuat dan tahan bocor, sehingga cocok digunakan di Indonesia yang beriklim tropis. Fire hose ini mampu menahan air dengan tekanan hingga 13 bar.

Fire hose Polyester

Fire hose polyester merupakan fire hose yang terbuat dari material polyester staple dan polyester filaments yang sangat kuat dan tahan lama. Ketahanan fire hose ini sama seperti fire hose canvas, yaitu mencapai 13 bar.

Fire Hose Red Rubber

Fire hose red rubber tidak seperti fire hose lainnya yang bewarna putih, melainkan bewarna merah. Fire hose ini terbuat dari material karet elastis yang sangat kuat dalam menahan tekanan air. Oleh karena itu selang pemadam ini tidak mudah rusak dan bocor yang dapat menahan tekanan air mencapai 18 bar.

Agar fire hose lebih tahan lama penggunaan fire hose harus lebih diperhatikan. Ketika akan digunakan fire hose harus diulur dengan mendorong kumparan dan bukan menarik secara paksa. Setelah fire hose digunakan sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke hydrant box. Hal ini bertujuan agar fire hose tidak berjamur dan tidak lengket.