Manfaat dan Keunggulan Fire Blanket

    Kemudahan Penggunaan: Fire blanket sangat mudah digunakan. Anda hanya perlu melemparkannya atau membungkusnya ke area yang terbakar untuk memadamkan api.

    Pemadaman Cepat: Selimut pemadam kebakaran dapat memadamkan api dengan cepat, mencegah penyebaran api lebih lanjut.

    Kemampuan Isolasi Panas: Fire blanket memiliki kemampuan isolasi panas yang kuat, sehingga Anda dapat melindungi diri dari suhu tinggi saat melarikan diri dari kebakaran.

   Portabilitas: Banyak fire blanket dirancang untuk portabilitas, sehingga Anda dapat membawanya dengan mudah di dalam kendaraan atau di tempat-tempat lain yang berisiko kebakaran.

    Kehematan: Fire blanket adalah alat pemadam kebakaran yang relatif terjangkau dan dapat digunakan berulang kali jika tidak rusak.

Fire Blanket Perlindungan Terhadap Bahaya Kebakaran Fire blanket adalah alat pemadam kebakaran yang sangat berguna dan mudah digunakan dalam situasi darurat. Mereka dapat digunakan untuk memadamkan api kecil, melindungi diri dari panas, dan mencegah penyebaran kebakaran lebih lanjut. Harga fire blanket bervariasi tergantung pada merek, ukuran, dan kualitasnya, sehingga Anda dapat menemukan pilihan yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan Anda. Bagaimanapun, selalu penting untuk memiliki fire blanket di rumah, kendaraan, atau tempat kerja sebagai langkah pencegahan dan persiapan dalam menghadapi situasi kebakaran yang tidak terduga.

Hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan fire blanket

Berikut beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan saat menggunakan fire blanket:

Pastikan Anda membaca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan fire blanket. Beberapa fire blanket bisa digunakan kembali setelah memadamkan api dan beberapa tidak dapat digunakan berulang-ulang (hanya sekali pakai).

Fire blanket perlu dibiarkan dulu untuk proses pendinginan, jangan menyentuh fire blanket selama 30-60 menit setelah digunakan untuk memadamkan api.

Pastikan untuk tidak menggunakan fire blanket pada benda elektronik yang terbakar dan memiliki tegangan yang tinggi. Tidak semua fire blanket bisa digunakan untuk memadamkan api akibat korsleting listrik. Beberapa mungkin bisa memperburuk kebakaran. Jadi, pastikan Anda mengetahui apakah fire blanket yang Anda miliki dapat digunakan untuk memadamkan api akibat listrik atau tidak.

Saat menggunakan fire blanket untuk memadamkan api yang dipicu oleh minyak atau lemak, pastikan Anda benar-benar menutup api dengan fire blanket secara perlahan, bukan hanya melemparkannya ke atas api.

Cara Menggunakan Fire Blanket yang Aman

Cara menggunakan fire blanket sangatlah mudah, namun kita juga tidak boleh menyepelekannya. Ada langkah-langkah yang harus diperhatikan dengan seksama agar pemadaman api menggunakan selimut ini dapat maksimal dan aman.

Berikut merupakan langkah-langkah menggunakan fire blanket:

Tarik kedua pita hitam ke bawah untuk mengeluarkan fire blanket dari wadahnya.

Setelah itu lipatkan ujung selimut ke kedua tangan untuk menghindari terkena jilatan api.

Angkat selimut api menuju titik api, dan pastikan menutup badan supaya Anda tidak terkena jilatan api. Namun tetap pastikan, selimut api tidak menutupi pandangan Anda.

Letakan selimut api di seluruh titik di mana adanya api. Jangan meletakkan selimut tersebut dengan melemparnya karena akan menghamburkan bara api.

Tunggu api padam sebelum mengangkat selimut tersebut, pastikan ada kepulan asap putih atau suhu sekitar titik api menurun sebagai tanda api benar-benar padam.

Meskipun terlihat sepele, namun langkah-langkah menggunakan fire blanket di atas harus dilakukan dengan tepat dan hati-hati juga memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

Jangan melawan arah angin saat menuju titik api.

Perhatikan besarnya api, jika dirasa sudah lebih besar dari luasan selimut, maka sebaiknya segera menghubungi Damkar.

Buang selimut jika sudah rusak. Namun, jika masih dalam kondisi baik, dapat digunakan beberapa kali lagi. Anda bisa menyimpannya dengan aman ke tempat semula dan jangan sampai terkena air.

Definisi Fire Blanket

Fire blanket, atau selimut pemadam kebakaran, adalah alat keselamatan yang terbuat dari bahan tahan panas dan tahan api. Biasanya, selimut pemadam ini terbuat dari serat kaca, serat silika, serat aramid, atau bahan yang serupa. Fire blanket dirancang untuk digunakan dalam situasi kebakaran kecil, terutama ketika api baru mulai berkobar atau untuk memadamkan api yang menempel pada benda-benda tertentu.

Fire blanket biasanya hadir dalam berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga yang besar, sesuai dengan kebutuhan dan jenis penggunaan. Selimut pemadam ini memiliki sifat isolasi panas yang kuat, sehingga dapat digunakan untuk memadamkan api atau untuk melindungi diri seseorang dari panas ekstrem.

Penggunaan Fire Blanket

Penggunaan fire blanket sangat penting dalam situasi kebakaran. Berikut adalah beberapa cara penggunaan fire blanket:

    Memadamkan Api di Tubuh Seseorang: Ketika seseorang terbakar, fire blanket dapat digunakan untuk memadamkan api yang menempel pada pakaian atau tubuhnya. Ini adalah tindakan pertama yang harus dilakukan untuk menghentikan penyebaran api.

    Memadamkan Api pada Benda-Benda: Fire blanket juga dapat digunakan untuk memadamkan api yang terjadi pada benda-benda seperti peralatan dapur, kompor, atau alat elektronik. Anda cukup menutupkan fire blanket ke benda yang terbakar untuk menghentikan sumber oksigen, sehingga mematikan api.

    Penggunaan di Mobil atau Kapal: Selimut pemadam kebakaran sering kali menjadi peralatan wajib di kendaraan bermotor dan kapal. Mereka dapat digunakan untuk memadamkan api yang mungkin terjadi akibat korsleting kabel, kebocoran bahan bakar, atau insiden lainnya.

    Pelindungan Tubuh: Selimut pemadam juga dapat digunakan sebagai perisai sementara untuk melindungi diri dari panas ekstrem atau asap beracun saat melarikan diri dari kebakaran.

    Pencegahan: Fire blanket juga dapat digunakan sebagai langkah pencegahan. Misalnya, Anda dapat meletakkannya di sekitar area memasak untuk mematikan potensi kebakaran sebelum menjadi besar.

    Pelatihan Keselamatan: Fire blanket sering digunakan dalam pelatihan keselamatan untuk mengajarkan orang-orang cara menggunakannya dengan benar dalam situasi darurat.

­­Apa Saja Fungsi Fire Blanket?

Fire blanket memiliki banyak fungsi/manfaat, seperti yang dijelasan berikut ini:

Memadamkan api: Fire blanket dapat digunakan untuk memadamkan api dengan menutupi api dan memotong sumber oksigen yang dibutuhkan oleh api untuk terus berkobar.

Mengurangi penyebaran api: Dapat digunakan juga untuk mengurangi penyebaran api dengan menutupi area yang terbakar sehingga api tidak dapat menyebar ke area lain.

Melindungi orang: Anda juga bisa menggunakan fire blanket untuk melindungi diri atau orang lain dari api dan panas yang disebabkan oleh kebakaran. Dalam situasi darurat, selimut api ini dapat digunakan untuk melindungi tubuh dan kepala dari panas dan api.

Melindungi properti: Dapat dipakai untuk melindungi properti seperti peralatan elektronik, bahan kimia, dan bahan mudah terbakar lainnya dari api dan panas yang disebabkan oleh kebakaran.

Mengurangi risiko cedera: Selimut api juga bisa mengurangi risiko cedera saat menangani kebakaran dengan memberikan perlindungan tambahan pada diri sendiri atau orang lain yang membantu dalam memadamkan kebakaran.

Menjaga keamanan: Dapat juga membantu menjaga keamanan di tempat kerja atau di rumah dengan memberikan perlindungan tambahan pada diri sendiri atau orang lain dalam situasi darurat kebakaran.

APAR CO2, Solusi Ampuh untuk Kebakaran Kelas B dan C

Alat pemadam api adalah salah satu aspek paling penting dalam menjaga keselamatan dan perlindungan aset di berbagai lingkungan, baik itu di tempat kerja, rumah, maupun fasilitas umum. Salah satu alat pemadam api yang paling efektif untuk memadamkan kebakaran adalah APAR CO2, yang dirancang khusus untuk mengatasi kebakaran kelas B dan C. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa APAR CO2 merupakan solusi ampun dalam pemadaman kebakaran dan situasi di mana mereka paling efektif.

  • Apa Itu APAR CO2?

APAR adalah singkatan dari “Alat Pemadam Api Ringan,” yang merupakan alat portabel yang digunakan untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal sebelum semakin meluas. APAR jenis ini yang menggunakan karbon dioksida (CO2) sebagai agen pemadaman. Karbon dioksida adalah gas tak berwarna, tak berbau, dan tidak mudah terbakar yang sangat efektif dalam memadamkan kebakaran.

  • Cocok Untuk Pemadaman Kelas B dan C:

Kebakaran kelas B melibatkan bahan bakar cair atau mudah terbakar seperti minyak, bensin, pelarut, dan plastik. Sementara itu, kebakaran kelas C terjadi ketika sumber api melibatkan aliran listrik atau peralatan elektrik yang aktif. APAR jenis ini efektif dalam memadamkan kebakaran kelas B dan C karena sifat gas CO2 yang dapat menghentikan reaksi kimia kebakaran dengan segera. Ketika ditemukan api pada sumber yang terbakar, pengguna dapat mengarahkan aliran CO2 dari APAR untuk memadamkan api dengan cepat.

  • Keunggulan APAR CO2

Tidak Merusak Peralatan Elektrik
Salah satu keunggulan besar APAR ini adalah bahwa gas CO2 yang dihasilkannya tidak konduktif, sehingga tidak merusak peralatan elektrik. Ini sangat penting dalam pemadaman kebakaran kelas C di area yang mungkin memiliki peralatan elektrik berharga.

Tidak Mengotori Area
APAR jenis ini tidak meninggalkan residu padat atau cair, sehingga tidak mengotori area yang terkena kebakaran. Setelah pemadaman, area tersebut relatif bersih dan siap digunakan kembali.

Reaksi Cepat
APAR jenis ini memberikan pemadaman yang sangat cepat, yang dapat menghentikan penyebaran api dan mengurangi kerusakan yang mungkin terjadi.

Situasi di Mana APAR CO2 Diperlukan

Area dengan Bahan Mudah Terbakar
Di lingkungan yang terdapat bahan mudah terbakar seperti minyak, bensin, atau cairan mudah terbakar lainnya, APAR jenis ini sangat diperlukan untuk memitigasi risiko kebakaran.

Fasilitas Industri dan Pabrik
Fasilitas industri sering memiliki berbagai jenis peralatan elektrik dan bahan bakar, sehingga risiko kebakaran kelas B dan C lebih tinggi. APAR jenis ini digunakan untuk melindungi peralatan dan mengurangi risiko kebakaran di lingkungan ini.

Laboratorium atau Fasilitas Penelitian: Lingkungan di mana penelitian atau percobaan kimia dilakukan sering kali memiliki risiko kebakaran yang tinggi. APAR jenis ini digunakan untuk memberikan perlindungan cepat dalam situasi darurat.

Lingkungan Perdagangan dan Bisnis
APAR jenis ini juga ditemukan di tempat-tempat seperti kantor, restoran, dan toko, di mana peralatan elektrik dan peralatan lain yang rentan terhadap kebakaran kelas C dapat ditemukan.

Menyediakan alat pemadam api adalah langkah penting dalam menjaga keselamatan dan melindungi aset, terutama di lingkungan dengan risiko kebakaran kelas B dan C yang tinggi. APAR CO2 menjadi solusi yang efektif dalam menghadapi situasi ini karena kecepatan reaksinya dan kemampuannya untuk memadamkan api tanpa merusak peralatan elektrik. Pastikan bahwa APAR CO2 ada dan dalam kondisi yang baik di lingkungan yang memerlukannya untuk menjaga keselamatan dan perlindungan properti. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap situasi.

Pentingnya Memiliki Alat Pemadam Api Ringan Mobil

Dari informasi di atas, pastinya kamu sudah tahu kalau apar mobil ini termasuk barang penting yang harus dimiliki. Sesuai yang ada di Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor: KP.972/AJ.502/DRJD/2020 mengenai Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor dan sudah disahkan pada 18 Februari 2020 lalu.

Selain itu, apar mobil sebagai alat pertolongan pertama juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang berisikan tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau LLAJ pasal 57 ayat 3. Bahkan di dalam peraturan tersebut juga disebutkan beberapa perlengkapan wajib yang harus dipenuhi untuk kendaraan roda empat, termasuk APAR mobil ini.

Sementara itu, untuk kamu yang ingin tahu pentingnya memiliki apar mobil ini simak disini, ya:

1. Mencegah Terjadinya Kebakaran Lebih Awal

Salah satu pentingnya alat ini adalah dapat mencegah terjadinya kebakaran lebih awal, sehingga api yang mulai muncul nggak membesar dan menyebar ke bagian yang lain. Selain itu, dalam hal ini, pencegahan api dengan apar mobil bisa dilakukan dengan lebih cepat, terutama saat kamu mulai melihat ciri-cirinya.

Adapun ciri-ciri mobil yang perlu mendapatkan tindakan lebih awal sebelum terjadinya kebakaran besar adalah, seperti korsleting listrik atau adanya percikan api dari salah satu komponen mesin mobil yang rusak. Bahkan, untuk keadaan darurat sekalipun, penangan lebih cepat ini bisa membatasi kerusakan yang terjadi serta melindungi penumpang yang ada di dalam mobil, loh.

2. Perlindungan Pengemudi dan Penumpang

Hal kedua yang juga penting untuk memiliki alat ini yaitu dapat melindungi pengemudi dan penumpang dari bahayanya kebakaran. Perlu kamu tahu juga, saat terjadi kebakaran di dalam mobil, alat ini bisa kamu manfaatkan untuk memadamkan api sebelum terjadinya api membesar dan merambat ke area penumpang.

Selain itu, apar mobil pun bisa kamu gunakan untuk mematikan api kebakaran agar nggak meluas ke bagian-bagian penting kendaraan, terutama pada ruang mesin atau tangki bahan bakar, nih.

3. Mengatasi Kebakaran Darurat di Jalan Raya

Saat melakukan perjalanan jauh, kamu nggak bisa perkirakan masalah apa aja yang bakal terjadi nantinya. Mengingat di setiap perjalanan jauh kamu bakal lebih sulit untuk menemukan tempat maupun akses petugas pemadam kebakaran, maka kamu membutuhkan apar mobil ini sebagai salah satu kunci untuk penyelamatan.

Selain itu, pentingnya peralatan ini juga bisa dijadikan sebagai penyelamat untuk mobil pribadi, loh. Dari bentuknya yang kecil dan mudah disimpan dimana aja, kamu bisa menyediakan alat ini di mobil. Terlebih lagi, alat ini juga siap untuk digunakan kapan aja dan dimana aja untuk mencegah terjadinya kebakaran menjadi lebih besar, ya.

4. Sebagai Pertolongan Pertama

Kehadiran apar mobil ini memang sudah menjadi peralatan wajib yang harus dimiliki oleh setiap mobil. Hal itu dikarenakan, seringnya terjadi mobil terbakar saat berada di kondisi jalan maupun terparkir. Selain itu, kelengkapan peralatan ini bisa menjadi pertolongan pertama dan darurat bagi siapapun yang melihat kendaraan mengalami resiko terbakar.

Bahkan, kamu bisa menggunakan peralatan ini lebih mudah, yaitu membuka segel pengaman, lalu mengarahkan ujung selang ke sumber api. Tekan tuas apar hingga penuh, kemudian sapukan isi apar ke api dengan sisi kanan dan ke sisi kiri sampai tersebar secara merata. Lakukan berulang kali sampai api padam, ya.

5. Memenuhi Peraturan Keamanan dan Keselamatan Berkendara

Sama seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pentingnya peralatan ini bukan cuma untuk menyelamatkan pengemudi dan penumpang, melainkan juga memenuhi peraturan serta syarat berkendara agar tetap aman dan selamat. Apalagi, peraturan tersebut sudah tercantum dan dijelaskan di dalam peraturan undang-undang.

Fakta Penting Tentang Penggunaan APAR

Si jago merah kembali melalap gedung bertingkat di bilangan Jakarta Barat. Kebakaran kali ini terjadi di Gedung Apartemen Neo Soho, Tanjung Duren, Jakarta Barat pada Rabu (9/11/2016), malam lalu. Api membakar gedung berlantai 38 yang masih dalam tahap konstruksi dan belum berpenghuni. Api pun berhasil dipadamkan ratusan petugas pemadam kebakaran dengan mengerahkan 27 unit mobil pemadam kebakaran dan fasilitas pemadam gedung yang berfungsi dengan baik. Mengenai penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan Polda Metro Jaya.

Kasus di atas hanya salah satu contoh peristiwa kebakaran gedung bertingkat yang terjadi di Jakarta. Dilansir beritasatu.com pada 1 November 2016, Kota Jakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan tingkat kebakaran yang tinggi. Sampai pada 15 September 2016, sudah terjadi 845 kejadian kebakaran dengan total kerugian sebesar Rp 173.716.100.000.

Melihat contoh kasus di atas dan tingginya tingkat kebakaran terutama pada gedung bertingkat, upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran pun harus dilakukan untuk memberikan proteksi maksimal. Di Indonesia, kategori gedung bertingkat diartikan sebagai bangunan yang berada lebih dari 15 meter di atas tanah atau gedung berlantai empat atau lebih. Setiap gedung bertingkat idealnya memiliki perangkat proteksi kebakaran baik di dalam maupun di luar gedung, salah satunya Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

APAR adalah alat pemadam api berbentuk tabung (berat maksimal 16 kg) yang mudah dioperasikan oleh satu orang untuk pemadam api awal terjadi kebakaran.

Mengapa perangkat proteksi kebakaran APAR wajib ada di setiap lantai gedung? Dalam keadaan darurat, APAR  sangat diperlukan untuk memadamkan api secara dini atau lebih cepat sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.

APAR berfungsi untuk penanganan pertama pada saat terjadinya kebakaran dan mencegah api bertambah besar. Penggunaan APAR sebagai alat pemadam sangat mudah digunakan, dapat ditempatkan dimana saja, dan bersifat portable. Fungsi APAR di antaranya:

  • Penanganan pertama pada saat awal terjadinya kebakaran
  • Memadamkan api saat akan terjadi kebakaran atau mencegah kebakaran yang lebih besar
  • Memadamkan kebakaran kecil
  • Membantu untuk menyelamatkan diri saat kebakaran
  • Membuat jalan keluar sementara saat terhalang api

Standar Instalasi Alat Pemadam Api Ringan

Setiap tempat usaha dan tempat publik wajib untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau juga biasa disebut sebagai fire extinguisher. APAR berguna untuk memadamkan api kecil pada saat terjadi kebakaran. Pemasangan APAR tentunya tidak dapat dilakukan secara sembarangan, terdapat standar yang harus dipatuhi dalam proses instalasinya. Berikut ini penjelasan mengenai standar tersebut:

Merujuk pada: PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI No: PER.04/MEN/1980

Tinggi Instalasi APAR (Pasal 8). Pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai kecuali jenis CO2 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.

Jarak Instalasi antar APAR (Pasal 4, Ayat 5). Alat pemadam api yang satu dengan lainnya atau kelompok satu dengan lainnya tidak boleh melebihi 15 m.

Tanda Pemasangan APAR (Pasal 4, Ayat 3). Tinggi pemberian tanda pemasangan APAR tersebut adalah 1,25 cm dari dasar lantai tepat di atas alat pemadam kebakaran.

Selain cara pemasangan, penting juga untuk memperhatikan kesesuaian antara jenis APAR dan tipe kelas kebakaran, sehingga dapat meningkatkan efektifitas pemadaman api. Berikut ini penjelasannya:

Merujuk pada: PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI No: PER.04/MEN/1980

Kebakaran dapat diklasifikasikan dalam beberapa tipe tergantung pada agen yang memicunya, seperti:

Kebakaran bahan padat kecuali logam (Kelas A)

Kebakaran bahan cair atau gas yang mudah terbakar (Kelas B)

Kebakaran instalasi listrik bertegangan (Kelas C)

Kebakaran logam (Kelas D)

Pastikan pabrik atau tempat usaha Anda sudah terpasang alat pemadam api ringan sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini demi mendukung terciptanya keselamatan dan kesehatan kerja serta mencegah terjadinya kerugian yang tidak diinginkan.