Material dan Konstruksi EEBD dan Breathing Apparatus

EEBD dan breathing apparatus atau alat napas darurat merupakan perangkat yang berfungsi untuk memberikan oksigen pada orang yang sedang dalam kondisi darurat atau berbahaya. Perbedaan kedua alat ini terletak pada material dan konstruksinya. Berikut penjelasan lebih detailnya:

  • EEBD

EEBD atau emergency escape breathing device merupakan alat napas yang digunakan untuk membantu pekerja yang harus meninggalkan suatu area yang berbahaya atau darurat seperti lokasi kebakaran atau ledakan. Material yang digunakan pada EEBD biasanya terbuat dari bahan karet, termoplastik, dan stainless steel. Konstruksi EEBD didesain untuk tahan terhadap tekanan yang tinggi dan tahan terhadap suhu yang ekstrim. Sehingga EEBD dapat digunakan dalam kondisi darurat yang sangat ekstrim sekalipun.

  • Breathing Apparatus

Breathing Apparatus atau alat napas biasa digunakan di tempat-tempat yang memiliki konsentrasi zat berbahaya seperti di lokasi pertambangan atau pengolahan industri kimia. Material yang digunakan pada breathing apparatus biasanya terdiri dari bahan karet atau termoplastik. Konstruksi breathing apparatus dilengkapi dengan sistem filter atau purifier yang berfungsi untuk membersihkan udara dan membantu proses respirasi saat digunakan.

Perbedaan Fungsi EEBD dan Breathing Apparatus

EBBD (Emergency Escape Breathing Device) dan Breathing Apparatus (BA) adalah peralatan yang digunakan untuk keselamatan saat terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya di mana kualitas udara sangat buruk atau tidak dapat dihirup. Keduanya adalah alat perlindungan pernapasan tetapi memiliki perbedaan dalam fungsi dan penggunaannya.

EEBD dirancang untuk evakuasi cepat dan darurat dari tempat kerja. Itu berarti, ketika terjadi keadaan darurat, pekerja dapat menggunakannya dan meninggalkan area bahaya dengan segera. EEBD dapat digunakan hanya selama beberapa menit, biasanya dari 10 sampai 15 menit dan hanya untuk digunakan dalam situasi darurat.

Sementara itu, BA digunakan oleh petugas pemadam kebakaran, penyelam, atau pekerja yang melakukan aktivitas di tempat yang memiliki atmosfer beracun. Sebuah BA berisi tabung oksigen untuk memungkinkan pekerja untuk bertahan hidup saat berada di area yang tidak dapat dihirup. Karena fungsi utamanya adalah untuk memungkinkan pekerja untuk bekerja di lingkungan yang berbahaya, BA dirancang agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

EEBD dan BA juga berbeda dalam desainnya. EEBD biasanya lebih ringan dan portabel, sehingga mudah dikemas dan digunakan untuk evakuasi darurat. Sementara itu, BA lebih berat dan lebih rumit, karena harus mengandung tambahan oksigen dan peralatan di dalamnya.

Bagi perusahaan yang mengoperasikan pekerja di area yang berbahaya, penting untuk memilih perlengkapan pernapasan yang tepat untuk menjamin keselamatan mereka. EEBD cocok untuk diatur dalam rencana evakuasi darurat dan digunakan untuk evakuasi darurat. Sementara itu, BA digunakan oleh petugas pemadam kebakaran, penyelam, atau pekerja yang membutuhkan perlindungan pernapasan selama jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, perusahaan harus menjalankan penilaian risiko secara menyeluruh untuk menentukan peralatan pernapasan mana yang sesuai untuk digunakan.

Breathing apparatus memiliki 3 (tiga) komponen utama

Tangki atau tabung bertekanan tinggi, dan memiliki volume atau kapasitas yang beragam. Untuk kapasitas yang paling umum berkisar : 9L, 8L, 6L, 5L, 4L, 3L, dsan 2L. Tangki biasanya terbuat dari bahan Alumunium, Baja maupun Fiber Composite. 

Regulator pengatur tekanan yang berfungsi untuk mengatur tekanan udara.

Sambungan inhalasi berupa corong mulut atau masker mulut dan masker wajah yang menjadi satu kesatuan.

Masker breathing apparatus ini mandiri atau self contained sebab rangkaian sitem pernafasannya tidak tergantung dengan persediaan udara dari selang yang panjang cukup dengan tabung bertekanan udara. Udara dari BA baisanya merupakan oksigen murni, tetapi udara yang difiltrasi serta dikompresi. Alat ini sangat resitant terhadap api serta membantu membrikan udara yang layak agar penggunanya dpat bernafas dengan baik. 

Breathing Apparatus, Alat Pernapasan Pemadam Kebakaran

Seperti yang kita ketahui bahwa breathing apparatus adalah alat bantu pernapasan untuk pemadam kebakaran terutama jika terjadi kebakaran dalam skala yang sangat besar.

Berikut ulasan singkat tentang breathing apparatus :

Self Contained breathing apparatus juga dikenal dengan alat pernapasan bertekanan udara yang biasa di sebut dengan SCBA atau BA. Alat ini biasa digunakan oleh para petugas pemadam kebakaran seperti tim pemadam kebakaran ketika bertugas memadamkan kebakaran bersekala besar, seperti gedung tinggi, pabrik, pom besin dll, Alat ini juga bisa digunakan oleh tim penyelamat lainnya seperti penyelamatan di kedalaman laut. Fungsi utama BA, membantu untuk melakukan pernafasan terutama ketika dalam keadaan atau dalam peristiwa berbahaya. Alat ini dibuat untuk penggunaan didarat dan dikedalaman laut yang biasa di sebut Self Contained Underwater breathing apparatus atau SCUBA.

Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) berfungsi sebagai Alat pelindung pernapasan beserta perlengkapannya adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi organ pernapasan dengan cara menyalurkan udara bersih dan sehat dan/atau menyaring cemaran bahan kimia, mikro-organisme, partikel yang berupa debu, kabut (aerosol), uap, asap, gas/ fume, dan sebagainya.

Mengenal Apa Itu Self-Contained Breathing Apparatus

SCBA atau akronim dari Self-Contained Breathing Apparatus adalah alat bantu pernapasan yang biasa digunakan oleh para petugas penyelamat contohnya tim pemadam kebakaran ketika memadamkan kobaran api. SCBA terdiri dari tabung bertekanan udara, penunjuk tekanan udara atau disebut juga pressure gauge, masker dan peralatan-peralatan pembawa. SCBA ini diisi dengan udara bebas sebagai peralatan bantu pernafasan.

Pengisian tabung udara SCBA dilakukan dengan menggunakan Air Breathing Compressor bertekanan tinggi yang dilengkapi dengan filter-filter khusus untuk menyaring udara dan mengurangi kadar air. Udara yang dihasilkan compressor ini secara berkala dilakukan uji kandungan, yang bertujuan untuk memastikan kondisi dan komposisi udara yang dihasilkan. Selain itu, tabung SCBA juga secara berkala dilakukan Hidro Test untuk memastikan kondisi dan kekuatan botol terhadap tekanan. Hidro Test adalah tes dengan cara dengan memasukkan air ke dalam bejana tekan atau perpipaan dengan tekanan tertentu. Kemudian, kondisi bertekanan ditahan sampai jangka waktu tertentu sesuai dengan standar rujukan yang digunakan.

SCBA ini akan mengeluarkan bunyi seperti peluit sebagai tanda bahwa tekanan udara dari dalam botol sudah hampir habis dan segera mengevakuasi diri ke tempat yang aman.

Alasan mengapa pentingnya memilih ukuran selang pemadam kebakaran yang tepat

1. Memaksimalkan Aliran Air

Ukuran selang pemadam kebakaran memengaruhi jumlah air yang dapat dialirkan dari sumber air ke titik api. Selang yang terlalu kecil dapat menghambat aliran air, sementara selang yang terlalu besar mungkin tidak efisien untuk aplikasi tertentu. Dengan memilih ukuran yang tepat, Anda dapat memastikan aliran air yang optimal untuk memadamkan kebakaran dengan cepat dan efektif.

2. Manuverabilitas dan Aksesibilitas

Selang yang terlalu panjang atau terlalu besar dapat sulit diatur dan manuver di sekitar area kebakaran. Di sisi lain, selang yang terlalu pendek mungkin tidak mencapai titik api dengan efisien. Memilih ukuran yang tepat memungkinkan petugas pemadam kebakaran untuk dengan mudah mengarahkan selang ke sumber api tanpa kesulitan, meningkatkan respons dan pengendalian kebakaran.

3. Ketahanan Terhadap Tekanan

Selang pemadam kebakaran harus mampu menahan tekanan air yang tinggi untuk memastikan aliran yang stabil dan konsisten. Ukuran yang salah dapat menyebabkan selang menjadi kendor atau bahkan pecah saat berada di bawah tekanan tinggi. Dengan memilih ukuran yang sesuai dengan tekanan yang diharapkan, Anda dapat memastikan bahwa selang tetap kokoh dan handal selama operasi pemadaman.

4. Kebutuhan Aplikasi Khusus

Setiap lingkungan atau situasi kebakaran mungkin memiliki persyaratan unik. Misalnya, dalam kebakaran bangunan tinggi atau area industri, mungkin diperlukan selang dengan ukuran yang lebih besar atau panjang untuk mencapai ketinggian atau jarak yang diperlukan. Dengan memahami kebutuhan spesifik aplikasi Anda, Anda dapat memilih ukuran yang sesuai untuk memastikan efektivitas pemadaman.

Memilih ukuran selang pemadam kebakaran yang tepat merupakan langkah penting dalam perencanaan sistem pemadam kebakaran yang efektif. Dengan memperhatikan faktor-faktor seperti aliran air, manuverabilitas, ketahanan terhadap tekanan, dan kebutuhan aplikasi khusus, Anda dapat memastikan bahwa selang Anda siap untuk digunakan dalam situasi darurat dan membantu meminimalkan risiko serta kerugian yang terkait dengan kebakaran.

Teknik Menggulung Selang Pemadam Kebakaran

1. Teknik Single Roll

Teknik single roll merupakan teknik yang sangat umum dilakukan oleh petugas damkar. Teknik ini dilakukan dengan cara menggulung selang mulai dari ujung female coupling yang digulung berlawan arah jarum jam hingga menuju ke ujung mile coupling. Hasilnya, female coupling akan berada di tengah ulungan dengan posisi menghadap ke atas. Tujuannya agar mempermudah saat hendak digunakan.

2. Teknik Double Roll

Teknik double roll ini melibatkan kedua ujung coupling bertemu menjadi satu sebelum dilakukan proses penggulungan selang. Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan gulungan selang yang lebih padat dan memiliki lipatan di sisi lainnya yang memudahkan dalam penyimpanan dan mengurangi kerusakan selang.

kedua teknik menggulung selang pemadam kebakaran ini memiliki kelebihan masing-masing. Namun yang terpenting adalah setiap tim harus menyepakati teknik mana yang akan digunakan supaya proses pemadaman api dapat berjalan dengan lancar.

Pentingnya Perawatan dan Pemeriksaan Berkala

Sistem hydrant indoor dan outdoor harus diperiksa secara berkala dan dirawat dengan baik untuk memastikan kinerjanya yang optimal saat dibutuhkan. Beberapa langkah perawatan penting meliputi :

Pemeriksaan Rutin : Lakukan pemeriksaan rutin pada seluruh peralatan hydrant, termasuk valve, selang, nozzle, dan perangkat lainnya untuk memastikan tidak ada kerusakan atau kebocoran.

Pelatihan Petugas : Pastikan petugas keamanan atau personel terlatih untuk menggunakan perlengkapan hydrant dengan benar. Pelatihan ini mencakup cara mengoperasikan valve, selang, nozzle, dan alat pemadam api ringan dengan aman.

Bersihkan dan Lindungi Area Sekitar : Pastikan area di sekitar hydrant tidak terhalang oleh barang-barang atau tumbuhan yang dapat menghambat akses dalam situasi darurat.

Ganti Bagian yang Rusak : Jika ada komponen yang rusak atau aus, pastikan untuk segera menggantinya agar sistem hydrant tetap berfungsi secara efektif.

Perlengkapan Hydrant Outdoor

Hydrant outdoor berfungsi untuk memadamkan kebakaran di area terbuka atau sekitar bangunan. Sangat penting dalam pencegahan dan penanganan kebakaran di lingkungan terbuka, seperti halaman, taman, atau area industri. Maka dari itu, penting untuk mengikuti standar keamanan dan regulasi setempat saat merancang, memasang, dan memelihara sistem hydrant outdoor. Beberapa perlengkapan hydrant outdoor yang wajib tersedia meliputi :

1. Fire Hydrant Pillar :

Perlengkapan ini adalah jenis hydrant pillar yang sering kita lihat di jalan-jalan kota dan area luar gedung. Hydrant ini terhubung dengan sistem pasokan air kota maupun tangki dari gedung. Hydrant Pillar digunakan oleh pemadam kebakaran untuk mengakses sumber air yang cukup untuk memadamkan kebakaran di area terbuka.

2. Fire Hydrant Wrench (Kunci Hydrant) :

Kunci hydrant adalah alat penting yang berfungsi untuk membuka dan menutup hydrant valve dengan aman dan efisien. Kunci ini juga harus tersedia di area outdoor yang mudah diakses.

3. Siamesse Connection :

Siamesse Connection adalah jenis konektor yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa selang pemadam kebakaran ke satu sumber air. Ini memungkinkan beberapa tim pemadam kebakaran untuk mengalirkan air dari sumber yang sama secara bersamaan, meningkatkan efektivitas dalam mengatasi kebakaran yang lebih besar. Siamese connection juga dikenal sebagai “Siamese valve” atau “Siamese fitting.”

4. Fire Hose (Selang Pemadam Kebakaran) :

Selang pemadam kebakaran merupakan saluran yang menghubungkan hydrant valve dengan nozzle. Selang pemadam kebakaran adalah komponen kunci dalam sistem pemadam kebakaran. Berfungsi untuk mengalirkan air atau bahan pemadam kebakaran lainnya dari sumber air ke titik kebakaran. Ini adalah salah satu alat utama untuk mengendalikan dan memadamkan api. Selang ini harus tahan tekanan tinggi dan tahan terhadap panas agar dapat berfungsi dengan baik dalam situasi darurat kebakaran. Biasanya, untuk area outdoor membutuhkan ukuran dan kekuatan selang pemadam yang lebih besar. Seperti menggunakan Selang Pemadam Bahan Rubber dengan ukuran 2,5 inchi atau 65 mm.

5. Hose Rack :

Perlengkapan ini merupakan alat tambahan untuk merapikan fire hose dan mempermudah pengambilan selang pemadam kebakaran dari dalam box. Dengan manajemen penataan peralatan yang tepat dapat memberikan efektifitas yang baik untuk pemadaman dalam situasi darurat kebakaran.

Perlengkapan Hydrant Indoor

Sistem hydrant indoor merupakan aspek yang krusial untuk melindungi bangunan, kantor, perumahan, dan fasilitas lainnya dari ancaman kebakaran. Sistem hydrant berfungsi untuk penyediaan air yang cepat dan efektif dalam mengatasi kebakaran. Perlengkapan hydrant indoor harus teratur dalam pemeliharaan dan inspeksi rutin untuk memastikan kesiapan dan keandalan mereka dalam mengatasi kebakaran. Juga, harus mengikuti regulasi dan standar keamanan setempat saat merancang, memasang, dan menjaga sistem hydrant di dalam bangunan. Berikut adalah beberapa perlengkapan hydrant indoor yang harus tersedia :

1. Hydrant Valve :

Hydrant Valve merupakan komponen inti dari sistem hydrant indoor. Valve berfungsi untuk mengatur aliran air dari tangki pemasok menuju selang pemadam kebakaran. Hydrant valve umumnya terpasang di dinding atau tertanam dalam Box Hydrant Utama untuk mempermudah akses. Valve tersambung dengan Pipa Hydrant utama yang biasanya terpasang maupun tertanam pada dinding gedung.

2. Fire Hose (Selang Pemadam Kebakaran) :

Selang pemadam kebakaran merupakan saluran yang menghubungkan hydrant valve dengan nozzle. Selang pemadam kebakaran adalah komponen kunci dalam sistem pemadam kebakaran. Berfungsi untuk mengalirkan air atau bahan pemadam kebakaran lainnya dari sumber air ke titik kebakaran. Ini adalah salah satu alat utama untuk mengendalikan dan memadamkan api. Selang ini harus tahan tekanan tinggi dan tahan terhadap panas agar dapat berfungsi dengan baik dalam situasi darurat kebakaran.

3. Hose Rack :

Perlengkapan ini merupakan alat tambahan untuk merapikan fire hose dan mempermudah pengambilan selang pemadam kebakaran dari dalam box. Dengan alat ini dapat membantu manajemen penataan peralatan yang tepat dapat memberikan efektifitas yang baik untuk pemadaman dalam situasi darurat kebakaran.

4. Jet Nozzle :

Nozzle berfungsi untuk menyemprotkan aliran air dari selang pemadam kebakaran. Jet nozzle pemadam kebakaran adalah alat untuk mengubah aliran air dari selang pemadam kebakaran menjadi jet air yang kencang dan terarah. Nozzle ini memungkinkan petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan aliran air dengan cara yang efektif, baik untuk memadamkan api maupun untuk menjaga keamanan petugas dan orang-orang di sekitarnya. Jenis jet nozzle tidak dapat diatur untuk menyemprotkan air. Jenis ini hanya dapat menyemprotkan air dalam bentuk jet yang kuat.

5. Variable Head Nozzle :

Alat ini merupakan perlengkapan tambahan untuk Jet Nozzle. Berfungsi untuk dapat mengatur semburan air dalam bentuk jet yang kuat atau dalam bentuk kabut untuk pemadaman yang lebih luas. Oleh karenanya, ini memungkinkan petugas pemadam kebakaran untuk mengatur aliran air yang sesuai dengan kebutuhan spesifik dalam situasi kebakaran yang berbeda.

6. Fire Extinguisher (Alat Pemadam Api Ringan) :

Selain sistem hydrant, alat pemadam api ringan juga penting untuk keamanan di dalam ruangan. Fire extinguisher yang mudah dijangkau dapat membantu pemadaman cepat untuk kebakaran awal sebelum semakin membesar. Fire Extinguisher, adalah perangkat untuk mengatasi dan memadamkan kebakaran pada tahap awal. Alat ini sangat penting untuk memerangi kebakaran sebelum ia meluas dan menjadi sulit untuk dikendalikan.

7. Fire Blanket :

Fire blanket adalah kain tahan api yang berfungsi untuk memadamkan api pada pakaian atau peralatan yang terbakar. Merupakan perangkat keselamatan yang dirancang untuk memadamkan kebakaran kecil atau melilit tubuh seseorang yang pakaian mereka terbakar. Fire blanket terdiri dari lembaran bahan tahan api yang digunakan untuk menyelimuti api dan memotong pasokan oksigen, sehingga memadamkan api. Ini sangat berguna dalam situasi darurat di mana orang mungkin terjebak di dekat sumber api.

8. Fire Alarm (Alarm Kebakaran) :

Fire alarm berfungsi untuk mendeteksi kebakaran dengan cepat dan memberi peringatan dini kepada penghuni gedung. Alarm ini harus dipasang dengan strategis untuk menjangkau seluruh area di dalam bangunan. Biasanya dalam sebuah hydrant box indoor Type B sudah tersedia tempat untuk memasang perlengkapan alarm kebakaran. Beberapa yang dapat terpasang adalah alat untuk mengirimkan dan menerima sinyal kebakaran. Seperti Alarm Bell, Manual Push Button, dan Fire Indicating Lamp.