Apa Saja Komponen yang Terdapat Pada Hydrant Box Indoor?

Hydrant box merupakan hydrant yang digunakan untuk menyimpan fire hydrant equipment. Salah satu fungsi hydrant box agar peralatan kebakaran dapat ditemukan dengan mudah saat terjadi kebakaran. Selain itu, hydrant box didesain sedemikian rupa untuk menjaga fire hydrant tetap dalam kondisi baik. Nah, lalu apa saja isi yang terdapat pada hydrant box indoor?

Fire Hose

Komponen pertama dalam hydrant box adalah fire hose atau selang pemadam lebakatan. Fungsinya untuk mengalirkan air dari sumber menuju area kebakaran. Ukuran fire hose dalam hydrant box indoor biasanya 1.5 atau 2 inch dengan Panjang sekitar 20-30 meter.

Hose Rack

Hose rack merupakan komponen yang berguna untuk menjaga selang tetap rapi dan tidak kusut selama proses pemadaman api. Selang yang kusut dapat memperlambat proses pemadaman api yang akan mengakibatkan nyala api semakin besar jika tidak segera dipadamkan.

Valve

Di dalam hydrant box terdapat 1 valve hydrant, yaitu katup atau keran yang mengatur keluarnya air. Ukuran valve dalam hydrant box biasanya 2 inchi atau 1.5 inch.

Nozzle

Komponen yang tidak kalah penting pada hydrant box ialah nozzle. Nozzle berfungsi sebagai pengarah air agar lebih mudah terarah ke titik api yang perlu dipadamkan.

Cara Memilih Hydrant Box yang Tepat

Berikut ini beberapa cara memilih hydrant box yang tepat: 

Lokasi Pemasangan: Tentukan apakah hydrant box akan dipasang di dalam ruangan atau di luar ruangan untuk memilih jenis yang sesuai.

Ukuran dan Kapasitas: Pilih ukuran hydrant box yang sesuai dengan kebutuhan bangunan atau area yang akan dilindungi.

Material: Pastikan hydrant box terbuat dari bahan yang tahan terhadap cuaca eksternal jika dipasang di luar ruangan, dan bahan yang tahan terhadap korosi jika dipasang di lingkungan yang korosif.

Kelengkapan Perlengkapan: Periksa apakah hydrant box dilengkapi dengan perlengkapan pemadam kebakaran seperti selang, nozzle, dan valve sesuai standar.

Ketersediaan Suku Cadang: Pastikan suku cadang hydrant box mudah ditemukan dan dapat diganti jika diperlukan.

Kualitas dan Sertifikasi: Pilih hydrant box yang memiliki sertifikasi dan standar kualitas yang sesuai untuk memastikan keandalan dan kinerjanya dalam situasi darurat.

Jenis Hydrant Box 

Jenis hydrant box dibedakan berdasarkan lokasinya dimana dibagi menjadi dua yakni indoor dan outdoor. Untuk hydrant box indoor dibagi dalam beberapa jenis lagi yakni Type A1, Type A2 dan Type B. Sedangkan untuk outdoor dibagi dalam type C. Berikut penjelasannya: 

Type A1 (Indoor) : Memiliki ukuran sebesar 66 cm x 52 cm x 15 cm dan biasanya di tempelkan di dinding gedung. Jenis hydrant box ini dapat menyimpan Roll fire hose berukuran 1,5 inch x 30 meter, satu buah nozzle dengan ukuran 1,5 inch dan satu Hydrant valve ukuran 1,5 inch.

Type A2 (Indoor) : Jenis hydrant ini memiliki ukuran yang lebih besar dari type A1 yakni sebesar 100 cm x 80 cm x 18 cm yang dapat meletakan satu Roll fire hose berukuran 1,5 inch x 30 meter, satu buah nozzle ukuran 1,5 inch, satu Hydrant valve ukuran 1,5 inch dan satu Hose rack ukuran 1,5 inch.

Type B (Indoor) : Jenis hydrant box ini a lebih besar dari dua type hydrant box sebelumnya dan dapat memuat lebih banyak peralatan. Untuk ukuran hydrant box type B ini yakni sebesar 125 cm x 75 cm x 18 cm yang dapat menaruh  satu Roll fire hose, satu buah nozzle dengan ukuran 1,5 inch, satu Hydrant valve ukuran 1,5 inch dan satu Hose rack ukuran 1,5 inch.

Type C (Outdoor) : Jenis hydrant ini dikhususkan untuk outdoor (luar ruangan).  Untuk ukurannya sendiri adalah 955 X 66 X 20 cm dan dapat menampung 1 roll fire hose ukuran 2,5 inch, satu 1 nozzle ukuran 2,5 inch. satu Hose rack ukuran 2,5 inch, dan sebuah kunci hydrant pillar. 

Alasan Mengapa Hydrant Box Perlu Ada di Setiap Lokasi Bisnis

Ketika datang keamanan dan keselamatan di lokasi bisnis, hydrant box adalah salah satu komponen yang tak boleh diabaikan. Hydrant box adalah alat penting dalam sistem pemadam kebakaran yang memainkan peran sentral dalam menjaga keamanan dan kesiapan dalam menghadapi kebakaran. Artikel ini akan menjelaskan lima alasan kuat mengapa hydrant box perlu ada di setiap lokasi bisnis.

1. Kesiapan dalam Menghadapi Kebakaran

Kebakaran bisa terjadi kapan saja, dan kesiapan dalam menghadapinya adalah hal yang sangat penting. Hydrant box menyediakan akses cepat dan mudah terhadap perlengkapan pemadam kebakaran seperti selang, nozzle, dan fire extinguisher. Ini memungkinkan tindakan cepat dalam pemadaman kebakaran sebelum situasinya memburuk, mengurangi kerusakan dan risiko cedera.

2. Keselamatan Karyawan dan Penghuni

Keselamatan karyawan dan penghuni adalah prioritas utama di setiap lokasi bisnis. Hydrant box memberikan sarana untuk melindungi mereka dalam situasi darurat. Karyawan dapat merasa lebih aman dan percaya diri ketika mereka tahu bahwa ada perlengkapan pemadam kebakaran yang siap digunakan jika dibutuhkan.

3. Kepatuhan Hukum

Sebagian besar yurisdiksi memiliki peraturan ketat tentang keselamatan kebakaran di tempat kerja. Memiliki hydrant box adalah salah satu langkah yang memastikan kepatuhan dengan peraturan ini. Tidak mematuhi peraturan dapat mengakibatkan sanksi hukum dan dampak negatif terhadap reputasi bisnis.

4. Perlindungan Aset Bisnis

Kebakaran dapat menyebabkan kerusakan serius terhadap aset bisnis, seperti gedung, inventaris, dan peralatan. Hydrant box membantu melindungi aset bisnis dengan memberikan sarana untuk pemadaman cepat dan efisien. Ini dapat membatasi kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran dan meminimalkan kerugian finansial.

5. Kesiapan dalam Evakuasi

Dalam situasi darurat, terutama pada gedung-gedung tinggi, hydrant box juga dapat berperan dalam evakuasi. Ini memberikan waktu berharga bagi evakuasi penghuni dan karyawan sebelum kebakaran menjadi lebih serius. Hydrant box yang terletak di titik-titik strategis dalam gedung dapat membantu memperlambat penyebaran api.

Cara Merawat dan Memelihara Hydrant Box dengan Efektif

Hydrant box adalah salah satu komponen penting dalam sistem pemadam kebakaran yang memiliki peran sentral dalam menjaga keamanan di berbagai lokasi, termasuk gedung-gedung tinggi, perkantoran, fasilitas industri, dan tempat lainnya. Untuk memastikan hydrant box selalu berfungsi dengan baik dan siap digunakan dalam situasi darurat, perawatan dan pemeliharaan yang efektif sangat penting. Dalam artikel ini, kami akan membahas cara-cara merawat dan memelihara hydrant box dengan efektif.

1. Pemahaman Tentang Hydrant Box

Penting untuk memahami komponen-komponen utama hydrant box dan bagaimana mereka berfungsi. Ini mencakup pengetahuan tentang selang pemadam, nozzle, fire extinguisher, pintu, dan bagian-bagian lainnya. Memahami bagaimana semuanya bekerja akan membantu Anda dalam perawatan dan pemeliharaan yang efektif.

2. Pemeliharaan Rutin

Pemeliharaan rutin adalah kunci untuk menjaga hydrant box dalam kondisi optimal. Beberapa langkah pemeliharaan rutin yang perlu dilakukan secara berkala meliputi:

Memeriksa kebocoran pada selang pemadam.

Memeriksa tekanan dan kondisi fire extinguisher.

Menjaga pintu hydrant box dalam kondisi baik dan memastikan kunci keamanan berfungsi dengan baik.

Memeriksa kondisi umum hydrant box, termasuk tanda-tanda korosi atau kerusakan.

3. Pengujian Berkala

Selain pemeliharaan rutin, Anda perlu melakukan pengujian berkala untuk memastikan bahwa semua peralatan di dalam hydrant box berfungsi dengan baik. Ini melibatkan:

Mengganti fire extinguisher yang sudah digunakan.

Mengganti selang pemadam yang rusak atau tua.

Menguji tekanan dan operasi fire extinguisher sesuai dengan jadwal pengujian yang ditentukan.

4. Membersihkan dan Melumasi

Membersihkan hydrant box secara berkala dan memberikan pelumasan pada komponen yang bergerak (seperti engsel pintu) adalah bagian penting dari pemeliharaan. Ini akan membantu menjaga hydrant box tetap berfungsi dengan baik dan meminimalkan risiko kerusakan akibat korosi atau gesekan.

5. Pelatihan untuk Personil

Pastikan personil Anda yang bertanggung jawab atas pemeliharaan hydrant box memiliki pelatihan yang cukup. Mereka harus tahu bagaimana memeriksa, menjaga, dan mengoperasikan hydrant box dengan benar. Pelatihan akan membantu memastikan bahwa hydrant box selalu dalam kondisi optimal.

6. Dokumentasi dan Catatan

Penting untuk menjaga dokumentasi yang rapi tentang semua pemeliharaan dan pengujian yang dilakukan pada hydrant box. Ini akan membantu dalam pelacakan pemeliharaan yang sudah dilakukan dan memungkinkan Anda untuk membuat jadwal pemeliharaan yang lebih efektif.

7. Konsultasi dengan Ahli

Jika Anda memiliki keraguan tentang pemeliharaan hydrant box atau jika Anda menghadapi masalah yang tidak biasa, konsultasikan dengan ahli pemadam kebakaran atau penyedia jasa yang berpengalaman.

10 Komponen Komponen pada APAR

apa saja komponen komponen APAR? berikut bagian – bagian, fungsi dan kelengkapan APAR:

1. Tabung (Cylinder/Tube)

Tabung adalah bagian luar dari APAR, Tabung APAR (Tube) sendiri terbuat dari bahan baja paduan (mild steel) yang banyak diterapkan di dalam kimia, metalurgi dan mekanik.
Alasan penggunaan bahan ini adalah agar tahan terhadap bahan kimia serta tahan terhadap tekanan yang terukur. Tabungnya sendiri dibuat tanpa adanya las atau seamless. Tujuannya adalah untuk meminimalisir resiko kebocoran dibandingkan dengan sambungan las.

2. Valve

Valve berfungsi sebagai katup untuk mengatur dan mengontrol aliran keluarnya media(isi) di dalam tabung.
Jadi tugas dari si valve ini adalah membuka dan menutup katup sehingga isi yang berada pada tabung tidak bisa keluar tanpa kita membuka katup valve tersebut.

3. Handle atau Tuas APAR

Komponen ini berfungsi sebagai pegangan dan juga membantu si valve untuk mengeluarkan isi dari tabung atau membuka dan menutup katup valve tersebut.

4. Hose atau Syphon tube

Komponen ini berfungsi untuk menyalurkan isi dari media di dalam APAR. Biasanya hose memiliki beberapa tipe tergantung dengan berat berapa kilo tabung yang akan dipakai.
Selain itu penting dilakukan pengecekan untuk Hose ini agar tidak tersumbat atau berlubang.

5. Nozzle

Komponen nozzle ini biasanya terhubung dengan hose. Nozzle ini juga memiliki fungsi untuk mengarahkan dimana sumber api tersebut.

6. Pressure gauge / indicator

Komponen ini fungsinya untuk mengetahui berapa besar tekanan N2 dalam tabung APAR. Tujuannya juga sebagai indikator untuk memantau tekanan APAR tetap stabil.

7. Nozzle Holder

Komponen ini digunakan hanya untuk dudukan selang pada tabung. Yang biasanya terdapat di bagian bawah samping tabung dan tidak bisa berpindah2 atau sudah melekat.

8. Safety Pin

Safety pin atau biasa disebut pin pengaman sebagai pengaman pada tabung APAR. Pin pengaman ini biasanya terletak pada bagian atas handle APAR. Jika pin pengaman ini tidak dibuka ketika terjadi kebakaran, maka APAR tidak akan berfungsi.

9. Bracket atau Hanger

Komponen yang berguna sebagai gantungan untuk APAR.

10. Media APAR

Isi dari alat pemadam kebakaran, rata – rata di Indonesia ada 4 jenis isi alat pemadam ini yaitu CO2, powder, foam, dan Gas Halon.

Cara Merawat Alat Pemadam Kebakaran 

Beberapa tata cara merawat alat pemadam api ringan agar berfungsi dengan baik dan optimal. Anda Harus Tahu Cara Merawat Alat Pemadam Api Agar tetap Awet dan Aman. Alat pemadam kebakaran ringan atau biasa dikenal dengan nama APAR adalah alat bantu pemadam api yang biasa digunakan di dalam ruangan.APAR biasanya berbentuk tabung yang diisi gas yang bisa mematikan sumber api dengan semprotan gas bertekanan tinggi. APAR juga merupakan alat wajib yang harus ada di dalam perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran yang sewaktu-waktu terjadi. Berikut adalah cara merawat alat pemadam sehingga APAR awet dan tahan lama: 

1. Melakukan perawatan secara teratur

Cara merawat alat pemadam yang pertama adalah dengan melakukan perawatan secara teratur pada permukaan APAR. Anda bisa membersihkan permukaan alat pemadam api ringan dengan menggunakan kain setengah basah. Apabila APAR mengalami karat Anda bisa menyertakan alat pembersih karat setelah mengelapnya dengan kain setengah basah dengan waktu teratur

2. Pastikan Anda memeriksa bagian leher

Cara merawat alat pemadam yang kedua apabila Anda menggunakan alat pemadam api ringan yang memiliki leher pastikan Anda memeriksa bagian leher dengan teratur agar Anda mengetahui apakah terjadi kebocoran atau tidak. Alat pemadam tipe type cartridge memang membutuhkan perawatan khusus.

3. Melakukan pemeriksaan pada jarum tekanan

Cara merawat alat pemadam yang ketiga adalah dengan melakukan pemeriksaan pada jarum tekanan. Anda harus pastikan tekanan yang ada pada jarum berada di posisi 15 sampai dengan 20 bar. Pengecekan ini harus dilakukan secara teratur karena akan berpengaruh pada APAR saat akan digunakan dalam kebutuhan mendesak. Pastikan jangan sampai kurang dari 15 atau lebih dari 20, apabila kurang dan kelebihan APAR tidak akan berfungsi dengan optimal.

4. Hindarkan tabung dari sinar matahari langsung

Cara merawat alat pemadam yang keempat adalah hindarkan tabung alat pemadam api ringan dari sinar matahari langsung. Selain sinar matahari Anda juga harus menghindarkan alat pemadam api ringan dari hujan karena yang biasa terkena panas dan hujan akan mengalami pengeroposan pada tabung alat pemadam api ringan. Anda bisa menggunakan penutup agar alat pemadam api ringan terhindar dari sinar matahari dan hujan Agar APAR bisa awet dan tahan lama.

5. Pastikan bracket terkait dengan sempurna pada dinding

Cara merawat alat pemadam yang kelima adalah pastikan bracket terkait dengan sempurna pada dinding. Alat pemadam kebakaran portable biasa diletakkan menggantung pada sisi ruangan agar memudahkan pengambilan saat dibutuhkan. Untuk itu perawatan bagian penggantung dibutuhkan agar alat pemadam api ringan tidak tiba-tiba jatuh.

6. Pastikan APAR berada di tempat yang tepat

Cara yang terakhir pastikan bahwa APAR berada di tempat yang mudah di jangkau dengan area sudut pengisian ulang meski tidak digunakan selama 4 tahun sekali. Karena walaupun tidak digunakan APAR akan mengalami pemuaian yang cukup signifikan jadi alat pemadam kebakaran ringan ini membutuhkan isi ulang setidak-tidaknya 4 tahun sekali agar berfungsi dengan baik saat digunakan. Sangat mudah melakukan perawatan pada APAR. Anda bisa menerapkan pada APAR yang Anda miliki agar APAR Anda berfungsi dengan baik saat digunakan dan bisa bertahan untuk waktu yang lama. 

Pengisian Ulang APAR (Refill)

Setiap tabung alat pemadam api ringan harus diisi kembali dengan cara:

  • untuk asam soda, busa, bahan kimia, harus diisi setahun sekali;
  • untuk jenis cairan busa yang dicampur lebih dahulu harus diisi 2 (dua) tahun sekali;
  • untuk jenis tabung gas hydrocarbon berhalogen, tabung harus diisi 3 (tiga) tahun sekali, sedangkan jenis lainnya diisi selambat-lambatnya 5 (lima) tahun.
  • Waktu pengisian tersebut disesuaikan dengan lampiran-1.
  • Bagian dalam dari tabung alat pemadam api ringan hydrocarbon berhalogen atau tepung kering (dry chemical) harus benar-benar kering sebelum diisi kembali

Alat pemadam api ringan jenis cairan dan busa diisi kembali dengan cara:

  • Bagian dalam dari tabung alat pemadam api jenis cairan dan busa (Chemical. Harus dicuci dengan air bersih)
  • Saringan, bagian dalam tabung, pipa pelepas isi dalam tabung dan alat-alat expansi tidak boleh buntu atau tersumbat.
  • Pengisian ulang tidak boleh melewati tanda batas yang tertera.
  • Setiap melakukan penglarutan yang diperlukan, harus dilakukan dalam bejana yang tersendiri.
  • Larutan sodium bicarbonat atau larutan lainnya yang memerlukan penyaringan pelaksanaannya dilakukan secara menuangkan kedalam tabung melalui saringan.
  • Timbel penahan alat lainnya untuk menahan asam atau larutan garam asam ditempatkan kembali ke dalam tabung.
  • Timbel penahan yang agak longgar harus diberi lapisan tipis/petroleum jelly sebelum dimasukan.
  • Tabung gas sistim dikempa harus diisi dengan gas atau udara sampai pada batas tekanan kerja, kemudian ditimbang sesuai dengan berat isinya termasuk lapisan zat pelindung.

Alat pemadam api ringan jenis hydrocarbon berhalogen harus diisi kembali dengan cara:

  • Dinding tabung dan mulut pancar (nozzle) dibersihkan dan tepung kening (dry chemical) yang melekat;
  • Ditiup dengan udara kering dan kompressor;
  • Bagian sebelah dalam dari tabung harus diusahakan selalu dalam keadaan kering.
  • Untuk tabung gas bertekanan harus ditimbang dan lapisan cat perlindungan harus dalam keadaan baik.
  • Katup atau pen pengaman harus sudah terpasang sebelum tabung dikembalikan pada kedudukannya.

Semua alat pemadam api ringan sebelum diisi kembali harus dilakukan pemeriksaan dan kemungkinan harus dilakukan tindakan sebagai berikut:

  • Isinya dikosongkan secara normal;
  • Setelah seluruh isi tabung dialihkan keluar, katup kepala dibuka dan tabung serta alat-alat diperiksa.
  • Apabila dalam pemeriksaan alat-alat tersebut terdapat adanya cacat yang menyebabkan kurang amannya alat pemadam api dimaksud, maka segera harus diadakan penelitian.
  • Bagian dalam dan luar tabung, harus diteliti untuk memastikan bahwa tidak terdapat tubang-lubang atau cacat karena karat.
  • Setelah cacat-cacat yang mungkin mengakibatkan kelemahan konstruksi diperbaiki, alat pemadam api harus diuji kembali dengan tekanan sebagaimana yang disyaratkan.

Ulir tutup kepala harus diberi gemuk tipis, gelang tutup ditempatkan kembali dan tutup kepala dipasang dengan mengunci sampai kuat.

Apabila gelang tutup terbuat dari karet, harus dijaga gelang tidak terkena gemuk.

Tanggal, bulan dan tahun pengisian, harus dicatat pada badan alat pemadam api ringan tersebut.

Alat pemadam api ringan ditempatkan kembali pada posisi yang tepat.

Penelitian sebagaimana yang dilakukan berlaku juga terhadap jenis yang kedap tumpah dan botol yang dipecah.

Percobaan APAR (Alat Pemadam Kebakaran Api Ringan)

Untuk setiap alat pemadam api ringan dilakukan percobaan secara berkala dengan jangka waktu tidak melebihi 5 (lima) tahun sekali dan harus kuat menahan tekanan coba selama 30 (tiga puluh) detik

Untuk alat pemadam api jenis busa dan cairan harus tahan terhadap tekanan coba sebesar 20 kg per cm2.

Tabung gas pada alat pemadam api ringan dan tabung bertekanan tetap (stored pressure) harus tahan terhadap tekanan coba sebesar satu setengah kali tekanan kerjanya atau sebesar 20 kg per cm2 dengan pengertian. kedua angka tersebut dipilih yang terbesar untuk dipakai sebagai tekanan coba.

Untuk alat pemadam api ringan jenis Carbon Dioxida (CO2) harus dilakukan percobaan tekan dengan syarat:

  • percobaan tekan pertama satu setengah kali tekanan kerja;
  • percobaan tekan ulang satu setengah kali tekanan kerja;
  • jarak tidak boleh dari 10 tahun dan untuk percobaan kedua tidak lebih dari 10 tahun dan untuk percobaan tekan selanjutnya tidak boleh lebih dari 5 tahun.

Apabila alat pemadam api jenis carbon dioxida (CO2) setelah diisi dan oleh sesuatu hal dikosongkan atau dalam keadaan dikosongkan selama lebih dan 2 (dua) tahun terhitung dan setelah dilakukan percobaan tersebut pada ayat (4), terhadap alat pemadam api tersebut harus dilakukan percobaan tekan ulang sebelum diisi kembali dan jangka waktu percobaan tekan berikutnya tidak boleh lebih dari 5 (lima) tahun.

Untuk tabung-tahung gas (gas containers) tekanan cobanya harus memenuhi ketentuan seperti yang disyaratkan

Jika karena sesuatu hal tidak mungkin dilakukan percobaan tekan terhadap tabung alat pemadam api dimaksud pasal 15 ayat (6) di-atas, maka tabung tersebut tidak boleh digunakan sudah 10 (sepuluh) tahun terhitung tanggal pembuatannya dan selanjutnya dikosongkan.

Tabung-tabung gas (gas containers) dan jenis tabung yang dibuang setelah digunakan atau tabungnya telah terisi gas selama 10 (sepuluh) tahun tidak diperkenankan dipakai lebih lanjut dan isinya supaya dikosongkan.

Tabung gas (tahung gas containers) yang telah dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk dipakai lebih lanjut harus dimusnahkan.

Catatan: Apabila dalam pemeriksaan alat pemadam api jenis carbon dioxida (CO2) sesuai dengan ketentuan dalam pasal 12 terdapat cacat karena karat atau beratnya berkurang 10% dari berat seharusnya, terhadap alat pemadam api tersebut harus dilakukan percobaan tekan dan jangka waktu percobaan tekan berikutnya tidak boleh lebih dari 5 (lima tahun).

Catatan: Setelah dilakukan percobaan tekan terhadap setiap alat pemadam api ringan, tanggal percobaan tekan tersebut dicatat dengan cap diselembar pelat logam pada badan tabung.

Pemeliharaan APAR (Alat Pemadam Kebakaran Api Ringan)

Setiap alat pemadam api ringan harus diperiksa 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu:

  • pemeriksaan dalam jangka 6 (enam) bulan;
  • pemeriksaan dalam jangka 12 (dua belas) bulan;
  • Cacat pada alat perlengkapan pemadam api ringan yang ditemui waktu pemeriksaan, harus segera diperbaiki atau alat tersebut segera diganti dengan yang tidak cacat.

Pemeriksaan jangka 6 (enam) bulan seperti tersebut pasal 11 ayat (1) meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Berisi atau tidaknya tabung, berkurang atau tidaknya tekanan dalam tabung, rusak atau tidaknya segi pengaman cartridge atau tabung bertekanan dan mekanik penembus segel;
  • Bagian-bagian luar dari tabung tidak boleh cacat termasuk handel dan label harus selalu dalam keadaan baik
  • Mulut pancar tidak boleh tersumbat dan pipa pancar yang terpasang tidak boleh retak atau menunjukan tanda-tanda rusak.
  • Untuk alat pemadam api ringan cairan atau asam soda, diperiksa dengan cara mencampur sedikit larutan sodium bicarbonat dan asam keras diluar tabung, apabila reaksinya cukup kuat, maka alat pemadam api ringan tersebut dapat dipasang kembali;
  • Untuk alat pemadam api ringan jenis busa diperiksa dengan cara mencampur sedikit larutan sodium bicarbonat dan aluminium sulfat diluar tabung, apabila cukup kuat, maka alat pemadam api ringan tersebut dapat dipasang kembali;
  • Untuk alat pemadam api ringan hydrocarbon berhalogen kecuali jenis tetrachlorida diperiksa dengan cara menimbang, jika beratnya sesuai dengan aslinya dapat dipasang kembali;
  • Untuk alat pemadam api jenis carbon tetrachlorida diperiksa dengan cara melihat isi cairan didalam tabung dan jika memenuhi syarat dapat dipasang kembali.
  • Untuk alat pemadam api jenis carbon dioxida (CO2) harus diperiksa dengan cara menimbang serta mencocokkan beratnya dengan berat yang tertera pada alat pemadam api tersebut, apabila terdapat kekurangan berat sebesar 10% tabung pemadam api itu harus diisi kembali sesuai dengan berat yang ditentukan.

Untuk alat pemadam api jenis cairan dan busa dilakukan pemeriksaan dengan membuka tutup kepala secara hati-hati dan dijaga supaya tabung dalam posisi berdiri tegak, kemudian diteliti sebagai berikut:

  • isi alat pemadam api harus sampai batas permukaan yang telah ditentukan;
  • pipa pelepas isi yang berada dalam tabung dan saringan tidak boleh tersumbat atau buntu;
  • ulir tutup kepala tidak boleh cacat atau rusak, dan saluran penyemprotan tidak boleh tersumbat.
  • peralatan yang bergerak tidak boleh rusak, dapat bergerak dengan bcbas, mempunyai rusuk atau sisi yang tajam dan bak gesket atau paking harus masih dalam keadaan baik;
  • gelang tutup kepala harus masih dalam keadaan baik;
  • bagian dalam dan alat pemadam api tidak boleh berlubang atau cacat karena karat;
  • untuk jenis cairan busa yang dicampur sebelum dimasukkan larutannya harus dalam keadaan baik;
  • untuk jenis cairan busa dalam tabung yang dilak, tabung harus masih dilak dengan baik;
  • lapisan pelindung dan tabung gas bertekanan, harus dalam keadaan baik;
  • tabung gas bertekanan harus terisi penuh sesuai dengan kapasitasnya.

Untuk alat pemadam api jenis hydrocarbon berhalogen dilakukan pemeriksaan dengan membuka tutup kepala secara hati-hati dan dijaga supaya tabung dalam posisi berdiri tegak, kemudian diteliti menurut ketentuan sebagai berikut;

  • isi tabung harus diisi dengan berat yang telah ditentukan;
  • pipa pelepas isi yang berada dalam tabung dan saringan tidak boleh tersumbat atau buntu;
  • ulir tutup kepala tidak boleh rusak dan saluran keluar tidak boleh tersumbat;
  • peralatan yang bergerak tidak boleh rusak, harus dapat bergerak dengan bebas, mempunyai rusuk atau sisi yang tajam dan luas penekan harus da!am keadaan baik;
  • gelang tutup kepala harus dalam keadaan baik;
  • lapiran pelindung dari tabung gas harus dalam keadaan baik;
  • tabung gas bertekanan harus terisi penuh sesuai dengan kapasitasnya.

Untuk alat pemadam api ringan jenis tepung kering (dry chemical) dilakukan pemeriksaan dengan membuka tutup kepala secara hati-hati dan dijaga supaya tabung dalam posisi berdiri tegak dan kemudian diteliti menurut ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  • si tabung harus sesuai dengan berat yang telah ditentukan dan tepung keringnya dalam keadaan tercurah bebas tidak berbutir;
  • ulir tutup kepala tidak boleh rusak dan saluran keluar tidak boleh buntu atau tersumbat;
  • peralatan yang bergerak tidak boleh rusak, dapat bergerak dengan bebas, mempunyai rusuk dan sisi yang tajam;
  • gelang tutup kepala harus dalam keadaan baik;
  • bagian dalam dan tabung tidak boleh berlubang-lubang atau cacat karena karat;
  • lapisan pelindung dari tabung gas bertekanan harus dalam keadaan baik;
  • tabung gas bertekanan harus terisi penuh, sesuai dengan kapasitasnya yang diperiksa dengan cara menimbang.

Untuk alat pemadam api ringan jenis pompa tangan CTC (Carbon Tetrachiorida) harus diadakan pemeriksaan lebih lanjut sebagai berikut:

  • peralatan pompa harus diteliti untuk memastikan bahwa pompa tersebut dapat bekerja dengan baik;
  • tuas pompa hendaklah dikembalikan lagi pada kedudukan terkunci sebagai semula;
  • setelah pemeriksaan selesai, bila dianggap perlu segel diperbaharui.