Kenapa Fire Sprinkler System Penting untuk Keselamatan Kebakaran Gedung?

Fire sprinkler system adalah salah satu komponen kritis dalam sistem proteksi kebakaran modern. Fungsi utamanya adalah untuk mendeteksi dan memadamkan kebakaran pada tahap awal, sehingga mencegah penyebaran api dan asap yang berbahaya.

Sistem sprinkler berupa rangkaian perangkat yang terpasang di langit-langit atau atap interior bangunan. Sistem ini terdiri dari pipa yang berisi air dan sprinkler yang terhubung ke jaringan pipa tersebut.

Setiap sprinkler memiliki sensor panas yang dapat mendeteksi peningkatan suhu yang signifikan. Saat suhu mencapai titik tertentu, sensor akan mengaktifkan sprinkler terdekat untuk menyemprotkan air dan memadamkan api.

Mengapa fire sprinkler system itu penting? Fire sprinkler system terbukti efektif dalam menyelamatkan keselamatan penghuni gedung dan mengurangi risiko kematian saat terjadi kebakaran.

Selain itu, sistem ini juga membantu mengurangi kerusakan properti. Dengan memadamkan api pada tahap awal, fire sprinkler system dapat mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran pada bangunan dan isinya.

Dengan mengurangi intensitas dan durasi kebakaran, sistem sprinkler juga membantu melindungi lingkungan dari efek berbahaya kebakaran besar, seperti polusi udara dan penggunaan air yang berlebihan.

Fire sprinkler adalah elemen penting dalam desain keselamatan kebakaran bangunan. Melalui deteksi dini dan respons cepat terhadap kebakaran, sistem ini akan menyelamatkan jiwa dan mengurangi kerusakan properti dan dampak lingkungan.

Cara Merawat Sprinkler

Dengan peran sebagai media pemadaman yang dimiliki oleh sprinkler, adalah hal wajib bagi para pemiliknya untuk merawatnya dengan baik dan benar.

Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan apabila kinerja sprinkler diperlukan, ia bisa beroperasi secara efektif untuk memadamkan api.

Anda bisa melakukan pemeriksaan pada check valve dengan membuang cairan melalui drain valve, sistem dapat dipastikan bekerja dengan baik apabila sistem dapat menyala.

Setelah itu, perlu ada pengecekan fisik pada sprinkler supaya memastikan tidak ada kebocoran. 

Pada pipa yang terbuat dari logam, perawatan detail perlu dilaksanakan setiap 10 hingga 15 tahun sekali untuk menghindari karat. 

Itulah penjelasan mengenai apa itu sprinkler, cara kerja, komponen dan cara merawatnya. 

Singkatnya, sprinkler adalah sistem perlengkapan pemadaman yang digunakan sebagai alat keamanan dalam mencegah terjadinya kebakaran dengan media air.

Komponen-Komponen Sprinkler

Adapun komponen-komponen dalam media pemadaman api kelas A sprinkler adalah sebagai berikut:

1. Sistem Perpipaan

Peran sistem perpipaan pada sprinkler adalah untuk menghubungkan sumber air ke pompa-pompa guna kemudian menuju bagian-bagian yang terlindungi. 

Hal ini pun termasuk kran-kran atau valve dengan jumlah serta jenis yang berbeda-beda.

Rincian sistem perpipaan yang umum digunakan dalam sprinkler adalah seperti berikut:

Jenis-jenis pipa: pipa header bawah, pipa header atas, pipa branch dan pipa main line.

Jenis-jenis kran: drain valve, concentric valve, incentric valve, ball valve, butterfly valve, dan lain sebagainya

2. Sumber Air

Selain itu, sumber air menjadi komponen paling utama dalam cara kerja alat pemadaman api berikut. 

Adapun aturan umum mengenai jumlah dan jenisnya dalam sprinkler adalah sesuai dengan standar Eropa EN dan Amerika NFPA (NFPA 13).

Density atau pendekatan kerapatan dalam cara kerja sprinkler adalah ukuran yang umumnya digunakan untuk menyesuaikan standar. 

Biasanya, ruangan-ruangan dimana akan dipasang alat pemadaman ini dikelompokkan sesuai nilai bahaya.

Berdasarkan aturan NFPA, kategorinya dimulai dengan wilayah bahaya ringan (light hazard), bahaya biasa kelompok 1 (ordinary hazard group 1), bahaya biasa kelompok 2 (ordinary hazard group 2).

Selain itu ada juga bahaya tambahan kelompok 1 (extra hazard group 1) serta bahaya tambahan kelompok 2 (extra hazard group 2).

Dalam penerapannya, wilayah bahaya ringan mempunyai kerapatan yang harus dipenuhi yaitu 0,38 Liter/menit per 0.093m².

3. Pompa-Pompa

Untuk memenuhi tekanan yang wajib dicapai saat pemadaman, perlu ada pompa dalam sprinkler.

Umumnya, tekanan yang diperlukan adalah sekitar 10 bar. Oleh karenanya, keperluan pompa-pompa yaitu sebagai berikut:

Pompa diesel: komponen utama yang berfungsi menyuplai air apabila kran terbuka sebab kepala sprinkler pecah terkena api. Bagian ini juga digunakan apabila listrik PLN terputus.

Pompa jockey: komponen yang secara terus menerus menjaga tekanan dari air

Pompa elektrik: komponen yang berfungsi sebagai penyuplai tenaga cadangan apabila pompa diesel tidak dapat bekerja. 

3. Kepala Sprinkler

Kepala sprinkler ini juga bisa disebut sebagai kran air yang otomatis membuka apabila terdeteksi kebakaran. 

Pada suhu tertentu, tabungan cairan raksa akan terpecah. Warna-warna berbeda pada komponen ini juga memberikan perbedaan pengaturan temperatur:

Warna hitam: 260° C

Warna hitam: 227° C

Warna ungu: 182° C

Warna biru: 141° C

Warna hijau: 93° C

Warna kuning: 79° C

Warna merah: 68° C

Warna oranye: 57° C

Apa itu Sprinkler?

Sistem pemadaman api sprinkler adalah alat pemadam yang terdiri dari metode suplai air dengan tekanan cukup, kemudian mengalir melalui perpipaan nan tersambung di kepala sprinkler. Sistem berikut ini paling umum digunakan di dunia pemadaman api. Sebab, harga pembuatan dan pengolalaannya sangat murah. Sprinkler adalah suatu sistem  otomatis penyiraman air melalui kepala yang melekat pada sistem perpipaan yang mengandung air dan terhubung ke suplai air sehingga debit air keluar dengan segera  dikarenakan dari sensor  sensitif berupa air raksa yang pecah dan terkoneksi oleh suhu yang panas yang ditimbulkan dari sesuatu yang terbakar.  

Setiap sprinkler diaktifkan secara individual bila dipanaskan sampai suhu tertentu. Kebanyakan penyiram air debit sekitar 20-25 galon per menit (gpm), tergantung pada desain sistem. Sprinklers untuk aplikasi khusus dirancang untuk debit hingga 100 gpm. Selain itu, air dalam fungsi sprinkler sangat cukup untuk memadam kebakaran kelas A. Kategori berikut merujuk pada pemadaman kebakaran pada jenis-jenis material seperti kertas, kain, serta kayu.

Selain itu, ada juga perbedaan jenis jenis sprinkler sesuai dengan sistemnya masing-masing yaitu pre-action system, combiner dry pipe, wet pipe system, dry pipe system serta deluge system.

Cara kerja sistem Sprinkler

Sistem Pemadaman Api Sprinkler. Ketika terjadi kebakaran, maka suhu udara akan meningkat. Jika sudah mencapai 68 derajat celcius, maka air raksa yang mengganjal ampul (penutup srinkler) akan pecah.

Dengan terbukanya katup atau ampul, maka tekanan pada pipa akan menurun secara drastis, dan kondisi ini membuat katub pengatur air mengalirkan air ke dalam pipa secara cepat menuju nozzle sprinkler yang terbuka. Dan jika kebakaran semakin besar maka nozzle srinkler yang lainnya juga akan ikut terbuka dan menyemprotkan air untuk memadamkan api

Secara simultan juga mengirimkan sinyal alarm pada alarm bell. Sementara volume air di bejana tekanan tinggi berkurang, maka akan mengaktifkan pompa diesel untuk semakin menambah jumlah air yang diambil dari tempat penampungan air (Reservoir) atau dari sumber air bawah tanah. Pompa jocky juga bekerja untuk menjaga tekanan air tetap konstan.

Kondisi akan berlangsung secara terus-menerus hingga hingga kita mematikan atau mereset sistem yang sedang berjalan.

Apa Fungsi Hydrant Nozzle?

Hydrant nozzle adalah aksesoris hydrant yang berbentuk seperti corong. Fungsi hydrant nozzle adalah sebagai pengarah pancaran air menuju titik api. Tak ayal nozzle ini sangat penting perannya dalam hydrant. Pasalnya, hydrant memang menggunakan media air bertekanan untuk memadamkan api.

Air bertekanan tentunya akan menyulitkan petugas dalam pengarahan selang pemadam. Di situlah fungsi hydrant nozzle bekerja. Nozzle ini akan dipakai pada fire hose yang tersambung dengan hydrant pillar selaku jaringan output hydrant. Penggunaan nozzle ini pun tidak bisa sembarangan.

Komponen ini harus dipegang secara sempurna. Petugas harus memperhatikan posisi memegang nozzle. Yakni, salah satu tangan adalah memegang ujung nozzle, dan tangan lainnya pada pangkal dengan menjepitkan ke ketiak supaya tidak goyah.

Penggunaan Nozzle di Kehidupan Sehari-Hari 

Kini Anda sudah tahu apa itu fungsi nozzle dan apa saja jenisnya. Lalu bagaimana penerapan nozzle di kehidupan sehari-hari? 

Ada beberapa penerapan nozzle dalam kehidupan yang mungkin saja tidak Anda sadari sebagai berikut ini. 

  • Menyemprotkan Bahan Bakar ke Ruang Bakar 

Khusus kendaraan dengan mesin diesel, nozzle adalah perangkat yang sangat penting. Fungsi utamanya adalah untuk menyemprotkan bbm ke ruang bakar. 

Biasanya bahan bakar dipompa dari tangki dan melewati filter bbm sehingga air dan solar terpisah. Kemudian bbm akan melewati filter kedua agar kotoran tersaring sebelum ke pompa injeksi. 

Barulh plunger yang memompa dengan tekanan tinggi bersama delivery valve membuat bbm jadi lebih padat dan dialirkan ke selang nozzle. Komponen nozzle inilah yang pada akhirnya menyemprotkan bbm ke ruang bakar dengan bentuk kabut halus. 

  • Menyemprotkan Air pada Air Mancur Buatan

Contoh pengaplikasian nozzle yang sangat terlihat adalah air mancur buatan. Air yang mengalir melalui selang di dalam sistem air mancur akan keluar dari nozzle. Bentuk nozzle yang digunakan pun berbeda-beda. 

Air mancur bisa memiliki bentuk keluar yang berbeda-beda seperti seperti tetesan air yang sering, air keluar dalam jumlah banyak atau air yang menyebar. Semua berkat perangkat nozzle yang membuat air mancur jadi semakin indah. 

Selain pada mesin diesel dan air mancur, nozzle juga banyak digunakan. Seperti demi tujuan pengukuran di venturimeter, menghilangkan udara dari kondensor sampai injektor untuk memompa air dari boiler. 

Sebagai pintu keluar aliran fluida maka nozzle ini tidak boleh mampet. Jika terjadi kerusakan atau saluran mampet maka harus segera diperbaiki.

Material untuk Membuat Nozzle

Pipa semprot dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Sehingga pemilihan material pembuatnya tidak boleh sembarangan. Penggunaan bahan tergantung pada jenis pekerjaan dan kondisi pengoperasian. Sehingga anda menggunakan alat semprot yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini beberapa material pembuat nozzle:

  • Aluminium Alloy

Bagi orang awam, aluminium alloy sama dengan logam aluminium. Kedua jenis logam ini ternyata sangat berbeda. Material pembuat nozzle menggunakan aluminium alloy. Bahan ini disebut juga dengan paduan. Berasal dari campuran antara aluminium, magnesium dan silikon.

Penyemprot tipe jet dan spray pemadam kebakaran memakai alloy berkode A6061. Kualitas material ini sangat kuat dan tahan lama. Terlebih lagi, tidak berpengaruh pada perubahan suhu.

  • Kuningan

Brass atau kuningan juga termasuk ke dalam logam campuran. Logam ini merupakan perpaduan antara seng dan tembaga. Bekerja sangat baik pada suhu tinggi. Untuk saluran air tanpa pompa, bahan ini paling dicari. Karena kekerasannya cenderung rendah.

Perunggu

Beberapa perangkat pemadam kebakaran menggunakan bahan dasar perunggu. Campuran timah dan tembaga ini memiliki tingkat kekerasan tinggi. Daya tahannya terhadap air laut dan kondisi sekitarnya cukup kokoh. Tak salah jika peralatan angkatan laut menggunakan material ini.

  • Stainless Steel

Besi tahan karat ini merupakan campuran antara karbon dan besi baja. Pada kasus lain, ditambahkan unsur nikel, titanium dan kromium. Material pembuat semprotan ini terkenal tahan lama. Tentu saja hal tersebut memiliki alasan. Stainless steel mampu bertahan meskipun bersentuhan dengan zat kimia dalam waktu lama.

  • Super Alloy

Berbeda dengan stainless steel, kadar besi pada super alloy lebih rendah dibandingkan material tambahannya. Dengan kata lain, kadar nikel, titanium dan kromium sangat tinggi. Tapi, super alloy cocok digunakan untuk fluida yang memiliki resiko menimbulkan korosi serius.

  • Termoplastik

Bahan termoplastik untuk membuat pipa semprot adalah PVC (polyvinyl Chloride), PVDF (Polyvinylidene Fluirode), dan PP (Polypropylene). Unsur ini merupakan bentuk polimer dengan titik lelehnya yang tinggi. Sehingga mudah dibentuk menggunakan cetakan injeksi. Setiap jenis lemah terhadap zat kimia dan suhu. Tapi, memiliki sifat tahan korosi.

Aspek Perhatian dalam Memilih Material Nozzle

Sistem pengendali dan pencegah kebakaran tidak bisa berdiri sendiri. Perlu adanya rangkaian yang membentuk sistem tersebut. Untuk itu, setiap komponen penting memerlukan perhatian. Begitu juga dengan aksesoris atau alat tambahan. Karena alat itu bisa saja sangat dibutuhkan. Seperti halnya nozzle, tidak boleh menggunakan atau memilih secara asal. Sehingga harus mempertimbangkan beberapa aspek sebelum memilih nozzle.

  • Pemakaian

Pipa semprot ini memiliki beragam fungsi. Tidak hanya mengatur aliran air, tapi juga dapat mengubah panas dan tekanan menjadi energi kinetik. Dalam mesin turbo, aksesoris ini mampu menghasilkan energi. Karena fluida yang mengalir pada nozzle memiliki energi kinetik. Material penyemprot untuk air mancur, mesin produksi, dan selang pemadam kebakaran bisa saja berbeda.

  • Suhu

Sebelum menggunakan penyemprot, perlu memperhatikan suhu dari aliran fluida. Apakah akan terjadi perubahan temperatur saat fluida mengalir atau tidak. Jenis fluida berupa gas tentu menggunakan bahan tertentu. Agar pipa semprot tidak mudah rusak.

Begitu juga kondisi sekitar atau lingkungan luar saat menggunakan nozzle. Pada suhu ekstrem, memerlukan bahan yang tahan terhadap perubahan suhu. Seperti pada area kebakaran, bahan yang digunakan harus tahan terhadap panas api. Tapi, tidak membahayakan petugas damkar atau tim K3 perusahaan. Karena material bisa saja melunak saat suhu mengalami kenaikan.

  • Ketahanan Korosi

Seiring berjalannya waktu, pipa penyemprot bisa mengalami perubahan atau rusak. Kemungkinan kerusakan terjadi karena munculnya karat. Penyebab korosi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan jenis fluida yang disemprotkan. Sehingga bahan yang tahan karat bisa menjadi pilihan.

Tetap pertimbangkan bahan tersebut bisa berubah karena suhu atau tidak. Seperti material plastik yang anti karat, hanya saja mudah meleleh saat temperatur naik. Sebaiknya pilih bahan yang tahan korosi dan tahan suhu tinggi. Ini berlaku jika ingin menggunakan nozzle berkualitas baik.

  • Ketahanan Abrasi

Tidak semua nozzle digunakan untuk mengalirkan air. Semua jenis zat fluida, uap, gas maupun bahan kimia dapat mengalir melalui pipa semprot ini. Cakupan kegunaannya begitu luas. Karena fungsinya berhubungan dengan energi tekanan dan kinetik. Banyak yang memanfaatkannya di dunia industri, selain untuk alat semprot pemadam kebakaran.

Aliran fluida yang melalui pipa penyemprot memiliki kadar kekerasan yang berbeda. Alkohol dan asam dapat menimbulkan abrasi pada peralatan. Karena termasuk dalam kandungan bahan yang keras. Gesekan yang terjadi antara zat tersebut dengan bagian dalam nozzle menyebabkan abrasi.

  • Hemat Biaya

Persoalan harga memang selalu menjadi perdebatan. Mahal atau murahnya material nozzle bukan menjadi ukuran mutlak. Karena alat semprot perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Sekali mendapati harga murah belum tentu tahan lama.

Tapi, pipa semprot yang menggunakan bahan berkualitas wajar dihargai lebih mahal. Biaya yang anda keluarkan mestinya sebanding dengan mutunya. Peralatan dari bahan berkualitas lebih tahan lama. Sehingga dapat dipakai dalam jangka panjang.

Apa Itu Nozzle?

Bentuk fisik dari nozzle adalah pipa atau tabung yang diameternya bervariasi disesuaikan dengan aplikasinya. Tabung ini nantinya akan mengarahkan fluida yang alirannya dimodifikasi ke bagian paling ujung.

Nozzle adalah bagian yang paling ujung di sebuah rangkaian dari selang atau tabung. Bisa dikatakan nozzle merupakan pintu dalam instrumen pemipaan.  

Baik itu cairan atau gas dapat memanfaatkan nozzle untuk menentukan aliran yang dihasilkan. Perangkat mekanis yang satu ini sengaja diciptakan supaya aliran fluida dari ruang tertutup ke beberapa media tertentu dapat diarahkan dengan benar. 

Jadi secara umum, nozzle adalah komponen mekanis yang berbentuk saluran dan memiliki luas penampang bervariasi. Kecepatan fluida yang mengalir melalui nozzle ini bisa digunakan sementara sesuai dengan tekanannya. Fluida yang mengalir melalui nozzle akan lebih cepat namun tekanan yang dihasilkan bisa saja turun.