- Alat Pemadam Api Serbuk Kering (APAR): Merupakan pemadam api yang menggunakan serbuk kering, efektif untuk memadamkan berbagai jenis api seperti api kelas A, B, dan C.
2. Alat Pemadam Api Karbon Dioksida (CO2): Menggunakan gas karbon dioksida yang tidak meninggalkan residu dan cocok untuk memadamkan api kelas B dan C, terutama api yang berasal dari bahan-bahan cair dan gas.
3. Alat Pemadam Api Busa (Foam): Menggunakan campuran air dan busa untuk memadamkan api dengan mendinginkan dan membungkus bahan yang terbakar. Cocok untuk memadamkan api kelas A dan B.
4. Alat Pemadam Api Cair (Water Extinguisher): Menggunakan air sebagai media pemadam untuk memadamkan api kelas A, yang biasanya berasal dari bahan-bahan organik seperti kayu, kain, dan kertas.
Gas Pengganti Hallon/ HCFC-141b adalah senyawa kimia yaitu hydrochlorofluorocarbon (HCFC). Merupakan senyawa dari 1,1-dichloro-1-fluoroethane dan Chemical Abstracts. Merupakan pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan residu. Sangat efektif untuk digunakan pada semua risiko kelas kebakaran A, B dan C. Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif), sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan alat perkantoran modern lainnya. Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.
Alat pemadam api yang cocok digunakan untuk segala jenis kebakaran di kapal adalah dry chemical powder. Jika APAR dengan media air, foam dan CO2 tidak bisa digunakan di suatu ruangan dalam kapal, maka dry chemical powder bisa digunakan di ruangan tersebut.
Fire Hydrant Valve adalah salah satu komponen utama dari sistem pemadam kebakaran. Mereka dirancang khusus untuk menyediakan pasokan air yang kuat dan stabil kepada petugas pemadam kebakaran saat diperlukan. Inilah mengapa memilih Fire Hydrant Valve berkualitas adalah keputusan yang sangat penting.
Tas daya apung menyelam, juga dikenal sebagai tas memancing dan tas pengangkat udara bawah air, terutama digunakan untuk memancing dan mengapungkan kapal yang tenggelam di bawah air, rantai jangkar, jaringan pipa, dan benda tenggelam bawah air lainnya. Hal ini dapat digunakan dalam menyelam air dalam.
Seiring dengan kemajuan teknologi perkembangan APAR juga meningkat yang sering kita jumpai di pasaran antara lain, tabung yg mudah di jinjing, tabung berbentuk pentungan, tabung yang dapat di panggul, tabung dengan menggunakan roda
Berhubungan dengan Response time ada beberapa hal yang menentukan, antara lain Tipe layanan yang dilakukan oleh instansi penanggulangan kebakaran :
- Ukuran atau luasan wilayah yang dilayani termasuk potensi bahaya di lokasi WMK dan kapasitas kemampuan yang ada;
- Kesadaran dan persepsi terhadap response time termasuk perjalanan yang diperlukan petugas dan sarana pemadam kebakaran menuju lokasi kebakaran.
Yang perlu dipahami sehubungan dengan penentuan Response time 15 menit ini adalah bahwa berawal dari response time ini maka direncanakan penentuan lokasi sarana/ prasarana pemadaman (termasuk pos kebakaran) untuk dapat menjangkau satu area dengan response time 15 menit tersebut. Jadi tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti response time ditentukan kurang dari 15 menit, tentunya apabila secara keseluruhan sara/prasarana penanggulangan kebakaran telah memadai. Karena semakin cepat response time berarti mengindikasikan semakin baiknya kinerja Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dalam melayani masyarakat.